Dedi Mulyadi Klaim Sehat Tanpa Obat Kimia, Jejak Digital Berkata Lain

Yohanes Endra

Selasa, 22 Juli 2025 | 18:03 WIB
Dedi Mulyadi Klaim Sehat Tanpa Obat Kimia, Jejak Digital Berkata Lain
Jejak Digital Dedi Mulyadi Klaim Sehat Tanpa Obat Kimia (instagram)

Suara.com - Pernyataan Dedi Mulyadi soal gaya hidup sehat tanpa obat kimia selama 15 tahun terakhir kembali menjadi sorotan publik.

Ungkapan itu kembali viral usai Dedi menuai kontroversi dalam kasus makan gratis maut di pernikahan anaknya, yang menewaskan tiga orang warga.

Klaimnya yang dianggap tidak konsisten dari waktu ke waktu membuat publik mempertanyakan integritas dan kejujuran Gubernur Jawa Barat tersebut.

Dalam wawancara dengan Deddy Corbuzier pada 2021, Dedi menyatakan bahwa dirinya sudah 15 tahun tidak pernah mengonsumsi obat-obatan kimia.

Bahkan saat sakit, dia memilih beristirahat tanpa pengobatan apa pun, termasuk jamu.

"Saya sudah 15 tahun tidak pernah minum obat kimia," ujarnya.

Deddy sempat terkejut dan bertanya, "Jamu pun tidak?" yang dijawab Dedi dengan santai bahwa dia bahkan tidak pernah minum jamu-jamuan tradisional.

Dedi menceritakan awal mula keputusannya untuk meninggalkan obat kimia berasal dari pertemuannya dengan seorang praktisi pengobatan tradisional lulusan Australia.

Saat itu, dia mengalami demam tinggi hingga mencapai suhu 38–40 derajat. Doktor tersebut menantangnya untuk sembuh tanpa obat.

Dedi pun diberi air kelapa, teh madu, dan diminta mengonsumsi buah-buahan sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Kemudian pada 2025, Dedi Mulyadi kembali mengulangi pernyataan yang sama.

"Dokter pribadi saya adalah air putih, buah-buahan, matahari dan olahraga. Dua puluh tahun saya hidup tanpa obat dan tidak pernah minum obat, dan tidak pernah sakit kepala sedikit pun, tidak pernah sakit perut. Alhamdulillah," ujarnya.

Namun, jejak digital menunjukkan fakta yang tidak sejalan dengan narasi yang ia bangun.

Pada 2022, Dedi Mulyadi menjalani tindakan medis modern di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta.

Dia harus menjalani anestesi, pengalaman medis yang diakuinya sebagai yang pertama kali dialami dalam hidup.

Tindakan medis tersebut dilakukan oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Prosedur yang dijalani Dedi dikenal sebagai Digital Subtraction Angiography (DSA), yakni metode untuk membersihkan aliran pembuluh darah dari sumbatan agar suplai oksigen ke otak lebih lancar.

"Kita sehat tapi akan diambil tindakan agar lebih sehat lagi. Hanya ada di RSPAD yang dipimpin dr Terawan," ucapnya saat itu.

Dia juga mengakui, tindakan ini dilakukan atas saran dokter syaraf karena ditemukan indikasi penyumbatan aliran darah menuju otak.

Meski Dedi tetap menegaskan bahwa dia tidak mengonsumsi obat kimia, publik mempertanyakan klaim tersebut.

Prosedur DSA adalah bagian dari intervensi medis modern yang tidak sejalan dengan konsep "tidak pernah disentuh obat."

Apalagi dia sempat menyatakan, "Tidak ada apa-apa sih, hanya ada sesuatu yang harus segera dibenahi supaya lebih sehat lagi," seolah meremehkan tindakan medis besar yang dijalani.

Netizen pun bereaksi keras. "Kenapa sih harus ada jejak digitalnya? Padahal dikit lagi saya percaya loh pak," tulis seorang netizen.

"Jejak digital memang kejam," tambah lainnya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Youtube/Kang Dedi Mulyadi Channel)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Youtube/Kang Dedi Mulyadi Channel)

Sebagian netizen juga mengaitkan hal ini dengan pernyataan Dedi soal makan gratis dalam pernikahan anaknya, Maula Akbar Mulyadi, dengan Putri Karlina di Garut.

Sebelum tragedi yang menewaskan tiga orang terjadi, Dedi sempat mengajak warga untuk makan sepuasnya dalam acara pernikahan tersebut.

Namun setelah kejadian, dia justru mengaku tidak mengetahui ada acara makan gratis dan bahkan menyatakan sudah melarang kegiatan tersebut.

Kontradiksi antara pernyataan awal dan klarifikasi pasca-tragedi membuat netizen kembali meragukan kredibilitas Dedi Mulyadi.

Dalam era digital yang serba transparan, rekam jejak seseorang sulit disembunyikan.

Publik kini tidak hanya mendengar apa yang dikatakan, tetapi juga menelusuri apa yang pernah dilakukan.

Kontributor : Chusnul Chotimah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Depan Tretan Muslim, Anies Baswedan Kritisi Kebijakan Barak Militer Dedi Mulyadi

Di Depan Tretan Muslim, Anies Baswedan Kritisi Kebijakan Barak Militer Dedi Mulyadi

Entertainment | Selasa, 22 Juli 2025 | 17:50 WIB

Dedi Mulyadi vs Pengusaha Pariwisata: "Saya Bela Rakyat, Study Tour Bebani Orangtua"

Dedi Mulyadi vs Pengusaha Pariwisata: "Saya Bela Rakyat, Study Tour Bebani Orangtua"

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 16:26 WIB

Gara-Gara Candaan Jodoh, Dedi Mulyadi Kena 'Ancaman' Prabowo Subianto

Gara-Gara Candaan Jodoh, Dedi Mulyadi Kena 'Ancaman' Prabowo Subianto

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 13:12 WIB

Balasan Menohok Dedi Mulyadi usai Didemo Pelaku Usaha Pariwisata Soal Larangan Study Tour

Balasan Menohok Dedi Mulyadi usai Didemo Pelaku Usaha Pariwisata Soal Larangan Study Tour

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 11:36 WIB

Aksi Mulia Bripka Cecep Sebelum Tewas di Pesta Rakyat Anak Dedi Mulyadi, Keluarga Kritik Keras

Aksi Mulia Bripka Cecep Sebelum Tewas di Pesta Rakyat Anak Dedi Mulyadi, Keluarga Kritik Keras

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 06:36 WIB

Terkini

Besok Pagi, Transjakarta Blok M-Kota Tak Lewat Sudirman-Thamrin

Besok Pagi, Transjakarta Blok M-Kota Tak Lewat Sudirman-Thamrin

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:33 WIB

6 Tanaman yang Bisa Mengusir Ular, Wajib Punya Salah Satunya di Rumah

6 Tanaman yang Bisa Mengusir Ular, Wajib Punya Salah Satunya di Rumah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:05 WIB

Silmy Karim Tersangka, Pemerintah Belum Akan Tunjuk Wamen Imipas Baru

Silmy Karim Tersangka, Pemerintah Belum Akan Tunjuk Wamen Imipas Baru

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:37 WIB

Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi

Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:05 WIB

Sabtu Pagi, DPR dan Pemerintah Gelar Pertemuan Bahas Evaluasi Perkembangan Ekonomi

Sabtu Pagi, DPR dan Pemerintah Gelar Pertemuan Bahas Evaluasi Perkembangan Ekonomi

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:01 WIB

Napas Jakarta Makin Berat, Pramono Serukan Tinggalkan Kendaraan Pribadi

Napas Jakarta Makin Berat, Pramono Serukan Tinggalkan Kendaraan Pribadi

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:46 WIB

Rekomendasi Akhir Pekan di Jakarta: Dari Indofest hingga Pameran Keris Nasional

Rekomendasi Akhir Pekan di Jakarta: Dari Indofest hingga Pameran Keris Nasional

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:18 WIB

KPK Pindahkan Penahanan Bupati Nonaktif Pati Sudewo ke Rutan Semarang

KPK Pindahkan Penahanan Bupati Nonaktif Pati Sudewo ke Rutan Semarang

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:00 WIB

Berjalan Sesuai Rencana, Pembangunan Fisik Sekolah Rakyat Permanen di Jambi Capai 70%

Berjalan Sesuai Rencana, Pembangunan Fisik Sekolah Rakyat Permanen di Jambi Capai 70%

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:47 WIB

Kawal Sekolah Rakyat: Ombudsman Beri Masukan Tata Kelola, Sarpras hingga SDM

Kawal Sekolah Rakyat: Ombudsman Beri Masukan Tata Kelola, Sarpras hingga SDM

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:41 WIB