Geger SMAN 4 Serang: 6 Fakta Borok Predator Berkedok Guru Terkuak, dari Pelecehan Hingga Pungli!

Wakos Reza Gautama

Selasa, 22 Juli 2025 | 22:01 WIB
Geger SMAN 4 Serang: 6 Fakta Borok Predator Berkedok Guru Terkuak, dari Pelecehan Hingga Pungli!
Fakta seputar pelecehan di SMAN 4 Serang. [ANTARA]

Suara.com - Tembok yang seharusnya menjadi benteng ilmu dan moral di SMAN 4 Kota Serang kini runtuh oleh skandal memalukan.

Amarah para siswa dan alumni yang tak terbendung akhirnya meledak, membongkar dugaan praktik predator seksual dan pungutan liar yang dilakukan oleh oknum guru. Kasus ini kini menjadi bom waktu yang memaksa pemerintah dan aparat bertindak cepat.

Pemerintah Provinsi Banten telah menonaktifkan tiga guru, dan polisi telah mengonfirmasi adanya tindak pidana.

Berikut adalah 6 fakta kunci di balik skandal yang mengguncang dunia pendidikan Banten ini.

1. Bukti Mengerikan: Chat Guru Ajak Siswi ke Hotel Jadi Pemicu Amarah

Semua borok ini meledak ke publik bukan dari laporan resmi, melainkan dari keberanian siswa di media sosial melalui akun Instagram @savesmanfourkotser.

Puncaknya adalah aksi unjuk rasa siswa dan alumni di depan gerbang sekolah. Dalam aksi tersebut, mereka menyebarkan bukti paling telak: tangkapan layar percakapan WhatsApp dari seorang guru berinisial SJ yang diduga terang-terangan mengajak siswinya untuk menginap di hotel.

Bukti inilah yang menyulut api kemarahan dan menjadi simbol betapa rusaknya moral oknum pendidik tersebut.

2. Polisi Konfirmasi: Pelecehan Seksual Memang Terjadi!

baca juga

Ini bukan lagi sekadar tuduhan. Unit PPA Satreskrim Polresta Serang Kota secara resmi menyimpulkan telah terjadi peristiwa pelecehan seksual di sekolah tersebut.

"Dari hasil penyelidikan, ada perbuatan yang mengarah ke pelecehan, namun tidak sampai pada persetubuhan," tegas Kepala Unit PPA, Ipda Febby Mufti Ali dikutip dari ANTARA.

Konfirmasi dari aparat ini menjadi pukulan telak bagi pihak sekolah dan memvalidasi perjuangan para korban dan siswa.

3. Reaksi Cepat Pemprov: 3 Guru Langsung Dilarang Mengajar

Digeruduk massa dan menjadi sorotan nasional, Pemprov Banten akhirnya mengambil langkah tegas. Tiga guru yang diduga terlibat langsung dinonaktifkan sementara dari jabatannya.

Mereka dilarang keras untuk mengajar selama proses investigasi dan pemeriksaan berlangsung.

"Ini perkara yang krusial. Bagaimanapun, guru itu harus jadi contoh," ujar Sekda Banten, Deden Apriandhi, dengan nada tegas.

4. Skandal Pungli Berkedok Program 'Mulia'

Ternyata, masalah di SMAN 4 Kota Serang tidak hanya soal pelecehan. Dalam aksinya, para siswa juga membongkar adanya dugaan pungutan liar (pungli) sistematis berkedok program "One Day One Thousand" (ODOT).

Siswa diwajibkan membayar iuran Rp1.000 per hari, namun penggunaannya sangat tidak transparan.

"Dana yang terkumpul dari siswa ini patut dipertanyakan penggunaannya, karena kami merasa manfaatnya tidak dinikmati kembali oleh siswa," ungkap koordinator aksi, Bagas Yulianto.

5. Pengakuan Pihak Sekolah: Program Pungli Langsung Dihentikan

Menghadapi tekanan hebat, Plt. Kepala SMAN 4 Kota Serang, Nurdiana Salam, mengakui adanya program kontroversial tersebut.

Ia berjanji telah mengambil langkah tegas dengan menghentikan program ODOT dan praktik jual beli modul LKS di sekolah.

"Jadi sudah tidak ada lagi modul LKS dan sebagainya, program ODOT juga sudah saya hentikan. Ini adalah bentuk kami mendengar aspirasi dari anak-anak," katanya.

6. Bom Waktu yang Terlambat Meledak

Salah satu fakta paling miris adalah pengakuan pihak Pemprov Banten bahwa kasus ini diduga telah terjadi sejak lama, bahkan dari tahun 2024, namun baru terungkap sekarang.

Sekda Deden Apriandhi menyesalkan keterlambatan laporan ini. “Kalau sudah terlalu lama, khawatirnya jadi bias. Tapi meskipun begitu, kami tetap berkomitmen mendalami dan menindaklanjuti kasus ini secara serius,” ujarnya.

Ini menunjukkan adanya kelemahan sistem pengawasan yang membuat para korban takut atau tidak tahu harus melapor ke mana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lecehkan Keponakan Laki-laki dan Jual Foto Kemaluan, Paman Paruh Baya Ditangkap di Karawaci

Lecehkan Keponakan Laki-laki dan Jual Foto Kemaluan, Paman Paruh Baya Ditangkap di Karawaci

News | Sabtu, 19 Juli 2025 | 23:13 WIB

Terbongkar! Penyebaran Sabu dalam Kemasan Bekas Minuman

Terbongkar! Penyebaran Sabu dalam Kemasan Bekas Minuman

News | Sabtu, 19 Juli 2025 | 12:20 WIB

Ngeri! 9 dari 100 Anak Indonesia Jadi Korban Kekerasan Seksual: Pelakunya Orang Terdekat!

Ngeri! 9 dari 100 Anak Indonesia Jadi Korban Kekerasan Seksual: Pelakunya Orang Terdekat!

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 18:56 WIB

Bikin Korban Histeris di Pesawat, Pelaku Pelecehan Seksual Anak Ditangkap Polisi

Bikin Korban Histeris di Pesawat, Pelaku Pelecehan Seksual Anak Ditangkap Polisi

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 17:18 WIB

Terkini

Apakah Viva Whitening Cream Bisa Memutihkan Wajah? Ini Cara Pakai agar Hasilnya Maksimal

Apakah Viva Whitening Cream Bisa Memutihkan Wajah? Ini Cara Pakai agar Hasilnya Maksimal

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 13:23 WIB

Kapan Awal Puasa 2027? Simak Hitung Mundur dan Jadwal Perkiraannya

Kapan Awal Puasa 2027? Simak Hitung Mundur dan Jadwal Perkiraannya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 13:20 WIB

Raffi Ahmad Tak Tahu soal Deklarasi Dihadiri Mahasiswa Bodong, Bintang Emon: Berarti Dimanfaatin!

Raffi Ahmad Tak Tahu soal Deklarasi Dihadiri Mahasiswa Bodong, Bintang Emon: Berarti Dimanfaatin!

News | Minggu, 01 November 2026 | 13:15 WIB

Tak Hanya Menyembuhkan, 5 Dokter ini juga Bagikan Inspirasi Lewat Tulisan

Tak Hanya Menyembuhkan, 5 Dokter ini juga Bagikan Inspirasi Lewat Tulisan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 13:15 WIB

Rantai Pasok Impor BBM Dipangkas, Pemerintah Janji Pengadaan Energi Lebih Efisien

Rantai Pasok Impor BBM Dipangkas, Pemerintah Janji Pengadaan Energi Lebih Efisien

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 13:14 WIB

Sambut 500 Tahun Ibu Kota, Jakarta One Running Gelar Seri Perdana di SCBD

Sambut 500 Tahun Ibu Kota, Jakarta One Running Gelar Seri Perdana di SCBD

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 13:05 WIB

Cheongdam International High School Tayang 2027, Ini Daftar Pemain Utamanya

Cheongdam International High School Tayang 2027, Ini Daftar Pemain Utamanya

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 13:00 WIB

Melalui Piano dan Gamelan, Iqbal Sidiq Perkenalkan Kekayaan Musik Nusantara di Istanbul

Melalui Piano dan Gamelan, Iqbal Sidiq Perkenalkan Kekayaan Musik Nusantara di Istanbul

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 12:57 WIB

Cara Cek Update Harga BBM Terbaru Secara Online, Praktis dan Akurat!

Cara Cek Update Harga BBM Terbaru Secara Online, Praktis dan Akurat!

Otomotif | Minggu, 01 November 2026 | 12:50 WIB

Tanam 500 Pohon Buah di Candi Gedongsongo, Taj Yasin Ajak Generasi Muda Lestarikan Alam

Tanam 500 Pohon Buah di Candi Gedongsongo, Taj Yasin Ajak Generasi Muda Lestarikan Alam

News | Minggu, 01 November 2026 | 12:38 WIB

×