Senjakala Angkot Bogor! Dilema Reduksi Ratusan Angkot Tua, Antara Wajah Baru Kota dan Nasib Sopir

Andi Ahmad S

Selasa, 22 Juli 2025 | 22:58 WIB
Senjakala Angkot Bogor! Dilema Reduksi Ratusan Angkot Tua, Antara Wajah Baru Kota dan Nasib Sopir
Angkot Kota Bogor [Diskominfo]

Suara.com - Di bawah terik matahari Bogor pada Kamis (17/7/2025) siang, Usman (57) tak kenal lelah. Suaranya yang serak terus berteriak memanggil calon penumpang di depan Stasiun Bogor, salah satu lahan basah yang tersisa. Baginya, setiap penumpang adalah harapan untuk bisa membawa uang pulang ke rumah.

Usman adalah satu dari ribuan potret sopir angkot yang kini berjuang di persimpangan jalan. Di satu sisi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah gencar mempercantik wajah transportasinya.

Di sisi lain, modernisasi itu secara perlahan namun pasti mulai menggilas roda angkot-angkot tua yang telah puluhan tahun menjadi urat nadi kota.

Ini adalah kisah tentang dilema besar: antara penataan kota dan nasib perut para sopirnya.

Usman sadar betul persaingan semakin ketat. Dulu, angkot adalah raja. Kini, ia harus berbagi jalan dengan taksi online, ojek online (ojol), dan primadona baru Pemkot, Biskita Transpakuan.

Meski begitu, angkotnya masih punya pesona bagi sebagian warga.

“Alhamdulillah penumpang masih banyak, meski tak seramai pada 15-20 tahun silam. Sekarang calon penumpang banyak pilihan layanan transportasi," kata Usman dalam pesan yang diterima, Selasa 22 Juli 2025.

Dengan tarif dasar Rp 5.000, angkot masih menjadi pilihan termurah. Namun, di balik perjuangan Usman, kebijakan besar tengah digulirkan Pemkot Bogor.

"Operasi Senyap" Reduksi Angkot Tua

baca juga

Untuk mewujudkan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau, Pemkot Bogor melalui Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan program reduksi atau pengurangan jumlah angkot secara massal. Sasarannya jelas angkot-angkot yang usianya sudah uzur.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegaskan bahwa tahun ini, ratusan angkot akan dipensiunkan.

"Tahun ini ada sekira 216 angkot yang sudah melebihi batas umur (20 tahun) itu dan akan kami reduksi secara bertahap," ujar Jenal belum lama ini.

Berdasarkan data Dishub, program ini sudah berjalan beberapa tahun. Sepanjang 2019-2025, Pemkot telah mereduksi 646 unit, menyisakan 2.766 unit angkot yang masih beroperasi hingga 8 Juli 2025. Nantinya, angkot-angkot ini akan digantikan oleh koridor-koridor baru Biskita Transpakuan.

Langkah reduksi ini dibarengi dengan pengetatan aturan dan razia di lapangan. Angkot yang kerap ngetem (mangkal) sembarangan, terutama di titik-titik vital seperti Alun-Alun Kota Bogor, menjadi target utama.

"Saya minta Kadishub siagakan personel, bahkan kalau perlu ada PPNS yang menindak di lokasi terhadap angkot yang ngetem apalagi bagi sopir yang meninggalkan mobilnya saat ngetem," tegas Jenal.

Razia pun rutin digelar. Seperti pada Rabu (30/4) di Jalan Juanda, sebanyak 10 unit angkot tua langsung dikandangkan karena usianya melebihi 20 tahun dan tidak melengkapi surat-surat.

“Ini bukan hanya soal tertib aturan, tapi juga tentang kenyamanan dan keselamatan warga. Penertiban seperti ini sangat efektif dan harus konsisten,” tegasnya.

Di tengah ketegasan Pemkot, muncul suara keresahan dari pihak yang paling terdampak. Sekretaris Organda Kota Bogor, Jadi Indra Muljadi, mendukung upaya penataan, namun ia menyoroti masalah serius yang timbul.

"Tentunya ada pengangguran yang tercipta dari kebijakkan reduksi angkot ini," katanya.

Pemkot memang menawarkan solusi agar sopir yang angkotnya direduksi bisa beralih menjadi pengemudi Biskita. Namun, jalan itu tak semulus yang dibayangkan. Para sopir angkot terbentur syarat administrasi yang sulit dipenuhi wajib memiliki SIM B1.

“Sebagian kecil sopir angkot yang direduksi ini lolos administrasi, SIM-nya jadi B1, tapi sebagian besar belum mampu atau bisa meng-upgrade menjadi SIM B1," ungkap Jadi.

Ia pun berharap ada solusi lain dari Pemkot. "Nah, mereka ini Pemkot melalui Transpakuan bisa (diberdayakan) bekerja di bengkel Biskita atau bagian lain yang memungkin bekerja di Biskita," usulnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tragis! Usai Kubur Jenazah Ayahnya, Sopir JakLingko di Jakut Tubruk Tiang sampai Terjepit

Tragis! Usai Kubur Jenazah Ayahnya, Sopir JakLingko di Jakut Tubruk Tiang sampai Terjepit

News | Senin, 02 Juni 2025 | 11:15 WIB

ASN DKI Wajib Naik Angkutan Umum Tiap Rabu, Pengamat: Pegawai Kementerian-BUMN Juga Dong

ASN DKI Wajib Naik Angkutan Umum Tiap Rabu, Pengamat: Pegawai Kementerian-BUMN Juga Dong

News | Senin, 12 Mei 2025 | 18:10 WIB

Viral Sopir Angkot Rayakan Wisuda Anak dengan Cara Tak Biasa, Pesan Pilu Jadi Sorotan

Viral Sopir Angkot Rayakan Wisuda Anak dengan Cara Tak Biasa, Pesan Pilu Jadi Sorotan

News | Jum'at, 25 April 2025 | 10:08 WIB

Angkot Dilarang ke Puncak saat Libur Lebaran 2025: Siap-Siap Cari Alternatif

Angkot Dilarang ke Puncak saat Libur Lebaran 2025: Siap-Siap Cari Alternatif

Video | Sabtu, 29 Maret 2025 | 14:47 WIB

Gembar-gembor Firdaus Oiwobo Kabur gegara Bosan Tak Pernah Hidup Susah: Gue Jadi Pemulung

Gembar-gembor Firdaus Oiwobo Kabur gegara Bosan Tak Pernah Hidup Susah: Gue Jadi Pemulung

Lifestyle | Selasa, 25 Februari 2025 | 20:11 WIB

Terkini

17 September 2026 Weton Kamis Pahing, Apa Keistimewaannya?

17 September 2026 Weton Kamis Pahing, Apa Keistimewaannya?

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 07:07 WIB

Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!

Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

News | Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

×