Dicap Ego 'Superman', JPPI Ungkap 5 'Dosa' Dedi Mulyadi Imbas Atur Sendiri soal Pendidikan di Jabar

Agung Sandy Lesmana, Lilis Varwati

Kamis, 24 Juli 2025 | 10:50 WIB
Dicap Ego 'Superman', JPPI Ungkap 5 'Dosa' Dedi Mulyadi Imbas Atur Sendiri soal Pendidikan di Jabar
Dicap Ego 'Superman', JPPI Catat 5 'Dosa' Dedi Mulyadi Imbas Atur Sendiri soal Pendidikan di Jabar

Suara.com - Berbagai kebijakan pendidikan yang dikeluarkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dinilai terlalu ekslusif. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mengungkap lima krisis besar dalam sistem pendidikan di Jawa Barat yang dinilai justru memperburuk kondisi.

Ia menilai, kondisi ini menandai kegagalan fundamental dalam tata kelola pendidikan di provinsi tersebut.

Temuan itudisampaikan JPPI setelah melakukan pemantauan intensif sejak Januari 2024 hingga Juli 2025.

"Fakta-fakta anomali ini bukan sekadar angka, ini adalah tragedi yang kompleks," ujar Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji dalam keterangannya, Kamis (24/7/2025).

Lima anomali kebijakan Gubernur Jabar temuan JPPI itu di antaranya:

1. Juara Nasional Anak Tidak Sekolah

Dalam laporannya, JPPI menyebut Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) terbanyak secara nasional, yakni 616.080 anak. Jumlah ini jauh melampaui Jawa Tengah (333.152) dan Jawa Timur (332.844). JPPI menilai data ini sebagai bukti kegagalan negara menjangkau dan mempertahankan anak-anak di bangku pendidikan.

2. Episentrum Kekerasan di Sekolah

Kekerasan di lingkungan pendidikan juga menjadi sorotan. Jawa Barat masuk sebagai tiga besar provinsi dengan kasus kekerasan tertinggi, meliputi kekerasan seksual (38%), perundungan (29%), dan kekerasan fisik (22%). Ubaid menyebutkan bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat aman bagi anak. Tapi sekarang justru menjadi arena rawan kekerasan.

baca juga
Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonensia (JPPI) Ubaid Matraji (kiri) menyebut revolusi mental Jokowi selama 10 tahun tidak menumbuhkan integritas guru dan murid.
Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonensia (JPPI) Ubaid Matraji (kiri) menyebut revolusi mental Jokowi selama 10 tahun tidak menumbuhkan integritas guru dan murid.

3. Sarang Tawuran Pelajar

JPPI mencatat, tawuran pelajar merajalela di 41 desa dan kelurahan di Jawa Barat. Angka ini bahkan melampaui Jakarta (25 kelurahan) dan Sumatera Utara (20 desa/kelurahan). 

“Ini bukan lagi kenakalan remaja biasa, melainkan cermin kegagalan pendidikan karakter dan intervensi sosial,” tegas Ubaid.

4. Benteng Intoleransi di Sekolah

Jawa Barat juga dinilai sebagai provinsi dengan kasus intoleransi tertinggi di dunia pendidikan. Masalah yang ditemukan meliputi kekurangan guru agama untuk kelompok minoritas, persekusi, ujaran kebencian, hingga intimidasi terhadap siswa berbeda keyakinan. 

5. Skandal Penahanan Ijazah dan Ingkar Janji Pemprov

Hingga Juli 2025, JPPI menerima 612 laporan kasus penahanan ijazah oleh sekolah di Jawa Barat, terbanyak dibandingkan daerah lain. Pemprov dinilai ingkar janji karena belum memenuhi komitmen pembayaran uang tebusan kepada sekolah swasta yang menahan ijazah siswa. JPPI menyebut kondisi ini sebagai bentuk pengingkaran hak atas pendidikan dan masa depan siswa.

Ubaid menekankan kalau kegagalan itu tidak bisa dilepaskan dari pola kebijakan Pemprov yang tertutup dan berjalan sendiri tanpa melibatkan publik. 

“Tragedi ini diperparah oleh ego 'Superman' Pemprov Jawa Barat yang berlagak bisa menyelesaikan semuanya sendirian,” ujar Ubaid.

Ia menegaskan bahwa kebijakan pendidikan bukan milik pribadi gubernur atau kepala dinas, melainkan kebijakan publik yang seharusnya partisipatif.

“Sudah saatnya Pemprov melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh kebijakan pendidikan yang telah dan sedang berjalan. Tegakkan akuntabilitas bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kegagalan ini,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seret Nama Jokowi, Mahfud MD Sebut Hakim Salah Vonis Tom Lembong 4,5 Tahun Bui: Gak Ada Mens Rea!

Seret Nama Jokowi, Mahfud MD Sebut Hakim Salah Vonis Tom Lembong 4,5 Tahun Bui: Gak Ada Mens Rea!

News | Rabu, 23 Juli 2025 | 19:10 WIB

Ngeledek sambil Ketawa, Roy Suryo Plesetkan Logo 'Gajah' PSI: Enggak Punya Ijazah!

Ngeledek sambil Ketawa, Roy Suryo Plesetkan Logo 'Gajah' PSI: Enggak Punya Ijazah!

News | Rabu, 23 Juli 2025 | 17:06 WIB

Pamer Bukti Fotokopi, Roy Suryo Ngotot Sebut Ijazah Jokowi Palsu: Kami Tanggung Jawab Dunia-Akhirat

Pamer Bukti Fotokopi, Roy Suryo Ngotot Sebut Ijazah Jokowi Palsu: Kami Tanggung Jawab Dunia-Akhirat

News | Rabu, 23 Juli 2025 | 14:53 WIB

Bongkar Taktik 'Parcok' di Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Rismon Ungkit Kasus Jessica Wongso, Mengapa?

Bongkar Taktik 'Parcok' di Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Rismon Ungkit Kasus Jessica Wongso, Mengapa?

News | Rabu, 23 Juli 2025 | 10:43 WIB

Rismon Klaim Dokter Tifa Punya Bukti Baru soal Ijazah Palsu Jokowi: Bahaya bisa Timbulkan Chaos!

Rismon Klaim Dokter Tifa Punya Bukti Baru soal Ijazah Palsu Jokowi: Bahaya bisa Timbulkan Chaos!

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 18:14 WIB

Terkini

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:31 WIB

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:30 WIB

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:23 WIB

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:18 WIB

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:13 WIB

Wacana Blokir Medsos Anak: Solusi Aman atau Bikin Anak Makin Penasaran?

Wacana Blokir Medsos Anak: Solusi Aman atau Bikin Anak Makin Penasaran?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

OJK Siapkan 8 Jurus Reformasi Pasar Modal, Free Float IPO Minimal 15%

OJK Siapkan 8 Jurus Reformasi Pasar Modal, Free Float IPO Minimal 15%

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

GPCI Siap Kawal MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

GPCI Siap Kawal MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Beda Skin Tint dan BB Tint, Mana yang Lebih Cocok untuk Makeup Harian?

Beda Skin Tint dan BB Tint, Mana yang Lebih Cocok untuk Makeup Harian?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:05 WIB

×