Duit Seret, Ray Rangkuti Beberkan Fakta NGO Demokrasi Bertahan Hidup: Bukan Lagi Antek Asing!

Budi Arista Romadhoni

Kamis, 24 Juli 2025 | 11:02 WIB
Duit Seret, Ray Rangkuti Beberkan Fakta NGO Demokrasi Bertahan Hidup: Bukan Lagi Antek Asing!
Ilustrasi demonstrasi dari NGO atau LSM yang sering disebut antek Asing. (Unsplash/Maventra Design)

Suara.com - Tuduhan "antek asing" yang kerap dialamatkan kepada organisasi masyarakat sipil (OMS) atau civil society pro-demokrasi di Indonesia kini terpatahkan oleh fakta yang mengejutkan.

Pengamat politik terkemuka, Ray Rangkuti, membongkar realita pahit sekaligus membanggakan di balik perjuangan mereka: keran dana dari luar negeri sudah mengering hampir satu dekade.

Dalam diskusi panas di Podcast Forum Keadilan TV, Ray Rangkuti secara gamblang mengungkap bagaimana para pejuang demokrasi kini harus berjibaku secara mandiri untuk menjaga nalar kritis bangsa di tengah tantangan pendanaan yang serius.

Donor Internasional Angkat Kaki, Anggap Demokrasi RI Sudah Matang

Pengamat politik Ray Rangkuti di Podcast Forum Keadilan TV. [YouTube]
Pengamat politik Ray Rangkuti di Podcast Forum Keadilan TV. [YouTube]

Menurut analisis Ray Rangkuti, ada dua alasan utama mengapa sokongan dana internasional bagi lembaga pro-demokrasi di Indonesia menjadi sangat sulit diperoleh. Pergeseran peta politik global dan persepsi dunia internasional menjadi biang keladinya.

"Lembaga-lembaga pro-demokrasi semakin sulit mendapatkan pendanaan dari luar negeri, terutama setelah era Trump dan karena Indonesia dianggap sudah mencapai kematangan demokrasi," ungkap Ray Rangkuti dalam podcast tersebut.

Faktor "dianggap matang" ini membuat para donor internasional mengalihkan fokus mereka. Bantuan finansial kini lebih banyak digelontorkan ke negara-negara yang demokrasinya masih baru tumbuh atau berada dalam kondisi yang lebih genting. "Donor internasional beralih ke negara-negara dengan demokrasi baru," imbuhnya.

Kondisi ini ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi, ini adalah pengakuan atas kemajuan demokrasi Indonesia. Namun di sisi lain, hal ini berdampak langsung pada pelemahan civil society yang selama ini menjadi garda terdepan pengawasan kekuasaan.

"Melemahnya civil society terjadi karena kesulitan pendanaan dan kurangnya dukungan dari pemerintah maupun masyarakat," tegas Ray.

baca juga

Fakta Menohok: 10 Tahun Tanpa Dana Asing, Stigma 'Antek Asing' Runtuh

Ilustrasi dana asing. (Elements Envato)
Ilustrasi dana asing. (Elements Envato)

Di tengah narasi negatif yang sering menuduh pegiat demokrasi sebagai perpanjangan tangan kepentingan asing, Ray Rangkuti menyajikan fakta yang menohok.

Ia menegaskan bahwa tudingan tersebut sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini.

"Menegaskan bahwa NGO yang bergerak di isu demokrasi sudah sekitar 10 tahun terakhir tidak lagi menerima pendanaan asing secara signifikan," jelasnya.

Fakta ini secara telak meruntuhkan stigma "antek asing" yang sengaja dihembuskan untuk mendelegitimasi kritik terhadap pemerintah. Sebaliknya, kondisi ini justru memunculkan fenomena baru yang patut diapresiasi: gelombang kemandirian dan semangat volunterisme.

Banyak gerakan masyarakat sipil, menurut Ray, kini berjalan atas dasar kesadaran kolektif, didanai secara swadaya, dan digerakkan oleh para sukarelawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Senjata Elit Bungkam Gerakan Kritis, Ray Rangkuti: Hukum Tajam ke Rakyat, Tumpul ke Pejabat

Senjata Elit Bungkam Gerakan Kritis, Ray Rangkuti: Hukum Tajam ke Rakyat, Tumpul ke Pejabat

News | Kamis, 24 Juli 2025 | 07:34 WIB

Pengamat: Jokowi dan Keluarga Panik Ditinggalkan Kawan dan Kena Kasus Bertubi-tubi

Pengamat: Jokowi dan Keluarga Panik Ditinggalkan Kawan dan Kena Kasus Bertubi-tubi

News | Jum'at, 18 Juli 2025 | 13:48 WIB

Apa Alasan Abu Janda Tuduh Felix Siauw Antek Barat dan Agen Israel?

Apa Alasan Abu Janda Tuduh Felix Siauw Antek Barat dan Agen Israel?

Entertainment | Rabu, 25 Juni 2025 | 15:22 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×