Di Balik Keheningan Polisi dalam Kasus Diplomat Tewas Terlakban, Hadapi Dilema Motif?

Wakos Reza Gautama

Kamis, 24 Juli 2025 | 11:11 WIB
Di Balik Keheningan Polisi dalam Kasus Diplomat Tewas Terlakban, Hadapi Dilema Motif?
Penyebab polisi tidak juga mengumumkan hasil penyelidikan kasus kematian diplomat Arya Daru Pangayunan. [istimewa]

Suara.com - Penyelidikan kasus kematian misterius diplomat Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan (39), yang ditemukan tewas dengan kepala terlilit lakban di kamar kosnya di Menteng, Jakarta Pusat, telah berjalan lebih dari tiga minggu.

Namun, hingga kini, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) belum juga mengumumkan titik terang, baik mengenai penyebab maupun motif kematian. Lambatnya pengungkapan kasus ini memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat yang menantikan jawaban.

Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI), Adrianus Meliala, memberikan analisis tajam mengenai kemungkinan alasan di balik keheningan Polri.

Menurutnya, ada dua skenario utama yang bisa menjelaskan mengapa rilis resmi hasil penyelidikan tak kunjung tiba.

Skenario pertama, menurut Adrianus, adalah pendekatan idealis dari pihak kepolisian. Polri mungkin berupaya untuk tidak sekadar merilis informasi sepotong-sepotong. Mereka ingin menyajikan sebuah narasi yang utuh dan komprehensif kepada publik.

"Pertama, enggak mau karena memang polisi ingin menjelaskan kasus pembunuhan ini secara komplit. Jadi bukan hanya menjelaskan tentang sebab mati, tapi juga motif mati dan hal-hal yang terkait dengan motif mati," ujar Adrianus dikutip dari Youtube Intens Investigasi.

Ia mencontohkan, polisi tidak hanya akan berhenti pada penyebab fisik kematian, tetapi juga mendalami faktor-faktor pemicu.

"Misalnya apakah ada orang yang menyebabkan si korban ini lalu kemudian mengambil keputusan untuk mati atau ada kondisi-kondisi tertentu misalnya saja katakanlah dia mengalami kerugian akibat judi online misalnya sehingga lalu menjadikan dia terpicu atau terpacu untuk membunuh diri misalnya begitu gitu ya," jelasnya.

Dengan kata lain, Polri memilih untuk menahan informasi hingga semua kepingan puzzle tersusun rapi dan terbukti.

baca juga

"Dengan kata lain, selama belum dibuktikan hal itu ya polisi belum belum bicara tuh ya. Jadi menunggu sampai semuanya itu lengkap dulu gitu ya," tambah Adrianus.

Namun, di sisi lain, Adrianus Meliala juga menyoroti kemungkinan kedua yang lebih problematis. Ia menduga Polri sebenarnya sudah mengetahui penyebab kematian Arya Daru.

Akan tetapi, mereka menghadapi sebuah dilema besar ketika harus melangkah lebih jauh untuk menentukan motif di baliknya.

"Yang kedua adalah bahwa sebetulnya Polri sudah tahu sebab mati tersebut. Tapi untuk kemudian berangkat kepada penjelasan tentang sebab motif mati, maka nampaknya di sini polisi mengalami semacam dilema ya," ungkapnya.

Dilema ini, menurut Adrianus, muncul karena fakta-fakta yang berhasil dikumpulkan penyidik di lapangan ternyata tidak cukup kuat untuk mendukung satu motif tunggal secara meyakinkan.

Berbagai kemungkinan, mulai dari pembunuhan, bunuh diri, hingga aktivitas seksual berisiko (fetishism), semuanya memiliki kelemahan dalam pembuktian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kelemahan Teori Fetish dalam Kasus Kematian Arya Daru Menurut Pakar

Kelemahan Teori Fetish dalam Kasus Kematian Arya Daru Menurut Pakar

News | Rabu, 23 Juli 2025 | 22:07 WIB

Kriminolog Adrianus Meliala Runtuhkan Teori Bunuh Diri Diplomat Arya dengan Satu Pertanyaan Kunci

Kriminolog Adrianus Meliala Runtuhkan Teori Bunuh Diri Diplomat Arya dengan Satu Pertanyaan Kunci

News | Rabu, 23 Juli 2025 | 21:20 WIB

Kriminolog UI: Kondisi TKP Patahkan Teori Pembunuhan Diplomat Arya Daru

Kriminolog UI: Kondisi TKP Patahkan Teori Pembunuhan Diplomat Arya Daru

News | Rabu, 23 Juli 2025 | 20:43 WIB

Bobby, Polisi, dan Kucing yang Lebih Berharga dari Warga Negara?

Bobby, Polisi, dan Kucing yang Lebih Berharga dari Warga Negara?

Your Say | Rabu, 23 Juli 2025 | 20:10 WIB

Review Drama Good Boy: Ketika Mantan Atlet 'Babak Belur' Ungkap Kejahatan

Review Drama Good Boy: Ketika Mantan Atlet 'Babak Belur' Ungkap Kejahatan

Your Say | Rabu, 23 Juli 2025 | 17:24 WIB

Terkini

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

×