Dari Karnaval Desa ke TikTok Viral: 7 Alasan Sound Horeg Mendominasi

Eviera Paramita Sandi

Sabtu, 26 Juli 2025 | 11:10 WIB
Dari Karnaval Desa ke TikTok Viral: 7 Alasan Sound Horeg Mendominasi
Sound Horeg [Google AI]

Suara.com - Pernahkah Anda merasakan getaran bass yang menggelegar hingga ke dada saat melewati sebuah acara di pinggir jalan?

Atau mungkin Anda sering melihat video "jedag jedug" di media sosial dengan iringan musik yang khas?

Jika iya, selamat datang di dunia sound horeg, sebuah fenomena audio yang kini telah menjadi bagian dari budaya populer di Indonesia.

Bukan sekadar musik keras, sound horeg adalah sebuah subkultur yang memiliki daya tarik luar biasa.

Dari acara karnaval desa hingga menjadi musik latar konten viral, pesonanya sulit untuk diabaikan.

Lalu, apa sebenarnya yang membuat sound horeg begitu menarik dan digandrungi? Mari kita bedah satu per satu.

ilustrasi sound horeg (Google AI Studio)
ilustrasi sound horeg (Google AI Studio)

1. Sensasi Bass yang Menggetarkan Jiwa dan Raga

Ini adalah daya tarik utama dari sound horeg. Bukan hanya soal volume, tetapi tentang kualitas bass yang dalam, rendah, dan mampu menghasilkan getaran fisik (glerr). Sensasi ini memberikan pengalaman mendengarkan musik yang tidak hanya lewat telinga, tetapi juga dirasakan oleh seluruh tubuh. Bagi para penikmatnya, getaran inilah yang menciptakan kepuasan dan euforia tersendiri.

2. Identik dengan Konten Viral "Jedag Jedug

baca juga

Di era media sosial, sound horeg menemukan panggung barunya. Iramanya yang repetitif dengan ketukan bass yang kuat sangat cocok untuk dijadikan musik latar konten video pendek, terutama genre "jedag jedug". Inilah yang melambungkan popularitasnya ke tingkat nasional. Banyak kreator konten menggunakan audio ini untuk membuat video mereka lebih energik dan menarik perhatian.

3. Ajang Adu Gengsi dan Kreativitas Komunitas

Di balik setiap sound system horeg, ada komunitas yang solid. Mulai dari pemilik, operator (sound engineer), hingga para penggemar. Acara seperti "battle sound system" atau karnaval menjadi ajang unjuk gigi. Ini bukan hanya soal siapa yang paling keras, tetapi juga siapa yang memiliki racikan suara paling jernih, bass paling nendang, dan desain sound system paling megah. Adu gengsi ini mendorong inovasi dan kreativitas tanpa henti.

4. Akar Budaya Hiburan Rakyat yang Kuat

Jauh sebelum viral di internet, sound system dengan spesifikasi besar sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari hiburan rakyat di berbagai daerah, terutama di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Mulai dari acara hajatan, perayaan hari kemerdekaan, hingga festival lokal, sound horeg adalah penanda adanya keramaian dan pesta. Kekuatan akarnya di level komunitas inilah yang membuatnya terus hidup dan berkembang.

5. Menciptakan Atmosfer Pesta di Mana Saja

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Gadis di NTT Curhat Dihina Gurunya usai Lolos Kuliah di UI: Miskin Banyak Gaya!

Viral Gadis di NTT Curhat Dihina Gurunya usai Lolos Kuliah di UI: Miskin Banyak Gaya!

News | Sabtu, 26 Juli 2025 | 10:43 WIB

Masa Depan Horeg Ciptaan Edi Sound: Antara Larangan dan Inovasi yang Lebih 'Sopan'

Masa Depan Horeg Ciptaan Edi Sound: Antara Larangan dan Inovasi yang Lebih 'Sopan'

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 23:43 WIB

7 Sisi Gelap Sound Horeg: Teror Bising, Rusak Rumah, Hingga Ancam Jantung

7 Sisi Gelap Sound Horeg: Teror Bising, Rusak Rumah, Hingga Ancam Jantung

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 23:25 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×