Ito Sumardi Bongkar Modus Pembunuhan Berkedok Bunuh Diri: Kesalahan Fatal Polisi Ada di TKP Awal!

Budi Arista Romadhoni

Senin, 28 Juli 2025 | 21:22 WIB
Ito Sumardi Bongkar Modus Pembunuhan Berkedok Bunuh Diri: Kesalahan Fatal Polisi Ada di TKP Awal!
Komjen. Pol. (Purn.) Drs. Ito Sumardi Djunisanyoto [YouTube/Deddy Corbuzier]

Suara.com - Di tengah misteri yang masih menyelimuti kasus kematian diplomat Arya Daru Pangayunan, sebuah peringatan keras datang dari purnawirawan jenderal polisi.

Fenomena kasus pembunuhan yang disamarkan sebagai bunuh diri kembali menjadi sorotan tajam, mengungkap potensi kelalaian dan 'jalan pintas' dalam proses investigasi.

Dalam diskusi panas bersama Deddy Corbuzier, Komjen. Pol. (Purn.) Drs. Ito Sumardi Djunisanyoto membongkar anatomi kejahatan yang sering kali luput dari jerat hukum.

Ia menyoroti titik paling krusial yang bisa menjadi dosa terbesar penyidik: penanganan Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal.

Kecenderungan Berbahaya: Terlalu Cepat Menyimpulkan Bunuh Diri

Ilustrasi bunuh diri. (Shutterstock)
Ilustrasi bunuh diri. (Shutterstock)

Sorotan ini bukan tanpa alasan. Banyak kasus kematian dengan kejanggalan berakhir dengan stempel 'bunuh diri' tanpa pendalaman yang memadai. Deddy Corbuzier secara lugas mengkritik tren ini, yang seolah menjadi jalan keluar termudah dari sebuah penyelidikan rumit.

"Banyak kasus pembunuhan yang akhirnya dianggap bunuh diri," ujar Deddy, menyentil banyaknya kasus serupa yang menguap begitu saja dikutip dari YouTube.

Kasus Arya Daru Pangayunan menjadi cermin betapa kompleksnya sebuah insiden di balik layar. Apa yang tampak di permukaan bisa jadi hanyalah puncak gunung es dari sebuah skenario besar.

"Kasus ini tidak sesederhana kelihatannya dan bisa lari ke mana-mana," tambah Deddy, mengisyaratkan bahwa kesimpulan prematur adalah musuh utama kebenaran.

baca juga

Anatomi 'Pembunuhan Sempurna' untuk Kelabui Aparat

Ilustrasi pembunuhan  (unsplash)
Ilustrasi pembunuhan (unsplash)

Bagaimana seorang pelaku bisa merekayasa pembunuhan hingga tampak seperti bunuh diri? Ito Sumardi, dengan segudang pengalamannya di Korps Bhayangkara, membeberkan kemungkinan adanya 'pembunuhan sempurna' atau perfect murder.

Menurutnya, skenario ini sangat mungkin direkayasa oleh pelaku yang cerdas dan penuh perhitungan. Tujuannya satu: menghilangkan jejak dan mengarahkan investigasi ke jalan buntu.

"Perfect murder sangat mungkin terjadi, misalnya dengan membuat korban lumpuh lalu dibunuh dan meninggalkan sidik jari korban untuk mengalihkan perhatian," jelas Ito.

Penjelasan ini membuka mata publik bahwa kecanggihan modus operandi pelaku kriminal menuntut tingkat kecermatan yang jauh lebih tinggi dari aparat. Manipulasi bukti di TKP, seperti menempatkan senjata di tangan korban, adalah salah satu taktik klasik yang masih sering digunakan.

Kunci yang Tak Pernah Berubah: Selalu Ada Motif

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kejanggalan Kematian Diplomat Arya Daru, Jenderal Polisi Sorot Blunder di TKP Awal

Kejanggalan Kematian Diplomat Arya Daru, Jenderal Polisi Sorot Blunder di TKP Awal

News | Senin, 28 Juli 2025 | 21:08 WIB

Babak Baru Kematian Diplomat Arya Daru: Dugaan Dibungkam Sindikat TPPO hingga Siasat Penjaga Kos?

Babak Baru Kematian Diplomat Arya Daru: Dugaan Dibungkam Sindikat TPPO hingga Siasat Penjaga Kos?

News | Senin, 28 Juli 2025 | 20:58 WIB

Untuk Apa Obat-obatan Dalam Tas Arya Daru Pangayunan? Ini Keterangan Polisi

Untuk Apa Obat-obatan Dalam Tas Arya Daru Pangayunan? Ini Keterangan Polisi

News | Senin, 28 Juli 2025 | 20:55 WIB

Terkini

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas

BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:20 WIB

Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi

Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:18 WIB

Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia

Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:13 WIB

TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang

TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:07 WIB

Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus

Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:04 WIB

×