Ogah Terjebak Label Sufi, Sabrang Letto Singgung Kepemimpinan Cak Nun: Bukan untuk Meninggikan Diri

Budi Arista Romadhoni | Suara.com

Selasa, 29 Juli 2025 | 11:14 WIB
Ogah Terjebak Label Sufi, Sabrang Letto Singgung Kepemimpinan Cak Nun: Bukan untuk Meninggikan Diri
Sabrang Mowo Damar Panuluh alias Noe Letto. (tangkapan layar/Youtube)

Suara.com - Musisi sekaligus budayawan Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang akrab disapa Sabrang Letto, memberikan respons cerdas saat disematkan label 'Sufi' oleh publik.

Tak hanya menerima dengan lapang dada, ia justru menggunakan momen tersebut untuk menyentil fenomena yang lebih besar: esensi kepemimpinan dan bahaya kultus individu yang kerap menjebak tokoh publik.

Dalam sebuah diskusi mendalam di podcast Hendri Satrio Official, putra sulung mendiang Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) ini menanggapi label 'Sufi' yang sering dialamatkan kepadanya karena pemikirannya yang dinilai dalam dan menenangkan.

Alih-alih menolak mentah-mentah atau justru mengiyakan demi citra, Sabrang memilih jalur pragmatis yang sarat makna. Ia melihat label dari kacamata fungsionalnya bagi masyarakat.

"Saya tidak keberatan disebut sufi, karena jika orang mendengar hal baik dari saya, itu bagus," ungkap Sabrang, menunjukkan fokusnya pada dampak positif sebuah pesan, bukan pada kemasan atau gelar si pembawa pesan.

Namun, ia juga sadar betul realitas dua sisi mata uang persepsi publik. "ada juga yang menganggapnya tukang dongeng atau hanya bisa bicara tanpa berbuat," lanjutnya.

Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Sabrang Letto dalam sebuah perbincangan di kanal YouTube Hendri Satrio Official.
Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Sabrang Letto dalam sebuah perbincangan di kanal YouTube Hendri Satrio Official.

Kesadaran ini menunjukkan kedewasaan dalam memandang popularitas, bahwa pujian dan kritik adalah paket yang tak terpisahkan.

Puncak dari argumentasinya adalah ketika Sabrang menarik sebuah pelajaran fundamental dari sang ayah, Cak Nun.

Ia mengilustrasikan sebuah prinsip kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan, bukan pada pemujaan diri. Prinsip ini relevan untuk menyorot para pejabat atau tokoh yang haus akan penghormatan.

"Ia mencontohkan ayahnya yang memperbolehkan tangannya dicium orang karena orang tersebut yang membutuhkan, bukan ayahnya yang menawarkan diri," jelas Sabrang.

Kisah ini menjadi tamparan halus bagi fenomena kultus individu, di mana seorang tokoh sering kali diposisikan begitu tinggi hingga tak tersentuh.

Noe Letto [Instagram/@sinausabrangmdp]
Noe Letto [Instagram/@sinausabrangmdp]

Menurut Sabrang, tindakan Cak Nun tersebut bukanlah untuk meninggikan derajatnya, melainkan untuk memenuhi kebutuhan spiritual atau emosional orang lain. Kekuasaan atau pengaruh, dalam pandangan ini, adalah alat untuk melayani, bukan untuk dilayani.

Sikap ini mengakar pada keyakinan dasarnya bahwa identitas sejati tidak ditentukan oleh persepsi eksternal.

"Baginya, label tersebut tidak mengubah dirinya," tegas Sabrang. Pernyataan ini menjadi kritik tajam di tengah era media sosial yang kerap mengedepankan citra dan gelar ketimbang substansi dan integritas.

Pandangan vokalis band Letto ini menjadi cermin bagi dunia politik dan pemerintahan, di mana gelar, jabatan, dan citra sering kali menjadi tujuan utama, mengalahkan esensi pengabdian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ramalan Mengerikan Sabrang Letto Jadi Nyata: Indonesia 'Turun' Akibat Sistem Ordal Busuk!

Ramalan Mengerikan Sabrang Letto Jadi Nyata: Indonesia 'Turun' Akibat Sistem Ordal Busuk!

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 10:51 WIB

Sabrang Letto: Indonesia Jadi Negara Skizofrenik, Elite Asyik Main Drama dan Rakyat Cuma Jadi Korban

Sabrang Letto: Indonesia Jadi Negara Skizofrenik, Elite Asyik Main Drama dan Rakyat Cuma Jadi Korban

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 10:14 WIB

Diam-diam Memperhatikan: Sabrang Letto Akhirnya Bicara Soal Wajah 'Bengep' Jokowi

Diam-diam Memperhatikan: Sabrang Letto Akhirnya Bicara Soal Wajah 'Bengep' Jokowi

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 07:37 WIB

Terkini

Tangis Keluarga Pecah Saat 10 Jenazah Korban Kecelakaan KRL Dipulangkan dari RS Polri

Tangis Keluarga Pecah Saat 10 Jenazah Korban Kecelakaan KRL Dipulangkan dari RS Polri

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:37 WIB

Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, BPOM: Bukti Penting Penyempurnaan Kebijakan Pangan Sehat

Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, BPOM: Bukti Penting Penyempurnaan Kebijakan Pangan Sehat

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:31 WIB

Temui Menko Zulhas, Asosiasi Pelaku Usaha Dorong Perbaikan Tata Kelola hingga Rantai Pasok MBG

Temui Menko Zulhas, Asosiasi Pelaku Usaha Dorong Perbaikan Tata Kelola hingga Rantai Pasok MBG

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:31 WIB

Wamendagri Wiyagus Tekankan Pemerintah Berikan Perhatian Serius Tangani Masalah Kesehatan Papua

Wamendagri Wiyagus Tekankan Pemerintah Berikan Perhatian Serius Tangani Masalah Kesehatan Papua

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:15 WIB

Arab Saudi Tekankan Pentingnya Keamanan Selat Hormuz

Arab Saudi Tekankan Pentingnya Keamanan Selat Hormuz

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:13 WIB

Terungkap! Ini Isi Proposal Damai Iran yang Bikin Donald Trump Meradang

Terungkap! Ini Isi Proposal Damai Iran yang Bikin Donald Trump Meradang

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:13 WIB

KPK Dalami Uang USD 1 Juta di Kasus Dugaan Suap Pansus Haji DPR RI

KPK Dalami Uang USD 1 Juta di Kasus Dugaan Suap Pansus Haji DPR RI

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:08 WIB

Bima Arya Tekankan Efisiensi dan Sinergi sebagai Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Bima Arya Tekankan Efisiensi dan Sinergi sebagai Motor Penggerak Ekonomi Daerah

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:05 WIB

Gus Ipul Usul Perluasan Bansos untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Gus Ipul Usul Perluasan Bansos untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:57 WIB

Ketum TP PKK Tekankan Peran Strategis PKK dan Posyandu di Papua Selatan

Ketum TP PKK Tekankan Peran Strategis PKK dan Posyandu di Papua Selatan

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:57 WIB