Taman Puring Ludes, 5 Fakta Kebakaran yang Bikin 500 Kios Hangus

Muhammad Ilham Baktora

Selasa, 29 Juli 2025 | 15:07 WIB
Taman Puring Ludes, 5 Fakta Kebakaran yang Bikin 500 Kios Hangus
Foto udara kebakaran di Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (28/7/2025). [ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/nz]

Suara.com - Kebakaran hebat melanda pusat perbelanjaan legendaris, Pasar Taman Puring, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin (28/7/2025) malam.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB ini sontak menarik perhatian publik, terutama karena besarnya skala kebakaran dan status ikonik pasar tersebut sebagai surga barang murah bagi warga Ibu Kota.

Api dengan cepat melahap ratusan kios semipermanen yang didominasi pedagang sepatu, pakaian, dan barang-barang lainnya.

Sedikitnya 500 kios dilaporkan ludes terbakar dalam insiden ini.

Proses pemadaman berlangsung dramatis dan memakan waktu hingga tujuh jam, dengan operasi yang baru dinyatakan selesai pada Selasa dini hari.

Di tengah simpang siur informasi, sejumlah fakta mulai terungkap dari penyelidikan awal pihak berwenang.

Namun, di sisi lain, spekulasi liar turut berkembang di kalangan netizen di media sosial. Berikut adalah rangkuman fakta dan temuan seputar kebakaran Pasar Taman Puring.

Fakta-Fakta Kebakaran Pasar Taman Puring

1. Titik Api dari Kios Tertutup

baca juga
Pedagang menyelamatkan barang dagangan pada kebakaran di Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (28/7/2025). [ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/nz]
Pedagang menyelamatkan barang dagangan pada kebakaran di Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (28/7/2025). [ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/nz]

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, menyatakan bahwa sumber api berasal dari salah satu kios yang sudah dalam kondisi tutup.

"Untuk titik api dari informasi yang kami dapatkan dari salah satu pemilik kios yang berdekatan dengan sumber api, itu berasal dari salah satu toko yang sudah ditutup," ungkap Nicolas kepada wartawan dikutip Selas (29/7/2025).

Saksi mata dari kalangan pedagang juga menyebut melihat asap pertama kali keluar dari sebuah kios di bagian tengah pasar.

2. Dugaan Kuat Korsleting Listrik

Pihak Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan menduga kuat penyebab kebakaran adalah korsleting listrik.

Dugaan ini menjadi fokus utama penyelidikan, meskipun penyebab pastinya masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.

3. Sebanyak 500 Kios Ludes Terbakar

Skala kebakaran ini terbilang masif. Data awal menyebutkan sekitar 500 unit kios hangus dilalap si jago merah.

Para pedagang harus merelakan barang dagangan mereka yang nilainya ditaksir mencapai miliaran rupiah.

4. Api Berkobar Selama 7 Jam

Kebakaran di Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Suara.com/M. Yasir)
Kebakaran di Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Suara.com/M. Yasir)

Petugas pemadam kebakaran mengerahkan puluhan unit mobil damkar untuk menjinakkan api. Namun, material kios yang mudah terbakar membuat proses pemadaman memakan waktu panjang.

Operasi pemadaman dinyatakan selesai sekitar pukul 01.30 WIB dini hari, atau sekitar tujuh jam setelah api pertama kali dilaporkan.

5. Dugaan Sabotase Viral di Media Sosial

Seiring beredarnya video amatir yang menunjukkan dahsyatnya kobaran api, muncul spekulasi di media sosial yang mengarah pada dugaan sabotase.

Berbeda dengan keterangan resmi pihak berwenang, sebagian netizen merasa ada kejanggalan dalam peristiwa ini.

Salah satu komentar di platform TikTok menjadi sorotan,

"Ini mah sabotase kalo kebakaran gede kaya begini, kalo ke bakaran dari salah satu toko yang tutup kan taman puring itu walaupun toko sebagian sudah tutup magrib masih ada yang buka dan juga ada yang jaga, dan juga kantor polisi sebelah. Aneh!" ujar salah satu netizen.

Dugaan ini didasari pada argumen bahwa pasar biasanya masih memiliki aktivitas dan penjagaan meski sebagian kios sudah tutup.

Lokasi Polsek Kebayoran Baru yang bersebelahan dengan pasar juga dinilai seharusnya bisa mendeteksi api lebih awal jika bukan karena kesengajaan.

Namun, hingga kini, tudingan tersebut masih sebatas spekulasi publik dan belum didukung oleh bukti dari investigasi resmi.

Sekilas Sejarah Taman Puring: Dari Lapak Liar Jadi Surga Sepatu

Pasar Taman Puring memiliki sejarah panjang yang mengakar di Jakarta.

Kawasan ini mulai hidup pada era 1960-an, awalnya sebagai pangkalan oplet dan tempat para pedagang kaki lima liar yang menjual aneka barang bekas.

Seiring waktu, lokasinya menjadi semakin ramai dan strategis.

Pada tahun 1983, Gubernur DKI Jakarta saat itu meresmikan sebagian area untuk melegalkan aktivitas para pedagang.

Memasuki era 1990-an hingga pasca-krisis moneter 1998, Taman Puring berevolusi menjadi pusat penjualan barang-barang dengan harga miring, termasuk produk tiruan (KW) dari merek-merek terkenal seperti Adidas, Nike, dan Converse, yang membuatnya dijuluki 'surga sepatu' Jakarta.

Tak hanya sepatu, pasar ini juga menjadi destinasi untuk mencari pakaian militer bekas, aksesori kendaraan, hingga onderdil antik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Janji Manis Gubernur DKI, Nasib Pedagang Pasar Puring Mengambang: Nanti Ditangani!

Janji Manis Gubernur DKI, Nasib Pedagang Pasar Puring Mengambang: Nanti Ditangani!

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 14:14 WIB

Pasrah Lapak Ludes Terbakar, Pedagang Pasar Taman Puring Curhat Rugi Puluhan Juta: Udah Jalannya!

Pasrah Lapak Ludes Terbakar, Pedagang Pasar Taman Puring Curhat Rugi Puluhan Juta: Udah Jalannya!

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 13:54 WIB

Pasar Taman Puring Ludes, DPRD Desak Audit Total Kelistrikan: Ini Pukulan Berat Bagi Ekonomi

Pasar Taman Puring Ludes, DPRD Desak Audit Total Kelistrikan: Ini Pukulan Berat Bagi Ekonomi

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 13:12 WIB

Terkini

Tekan Curat dan Curas, Puluhan Polisi Kepung Kawasan Cibinong Raya Saat Razia Stasioner

Tekan Curat dan Curas, Puluhan Polisi Kepung Kawasan Cibinong Raya Saat Razia Stasioner

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:33 WIB

Gegara Kereta Cepat, Laba Bersih KAI Anjlok 73,9% Jadi Rp305,3 M di Semester I-2026

Gegara Kereta Cepat, Laba Bersih KAI Anjlok 73,9% Jadi Rp305,3 M di Semester I-2026

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:31 WIB

ShopeeFood Angkat Kisah Mie Sapi Gajahan dan Nasi Telur Bahagia, Dua Kuliner Lokal Yogyakarta

ShopeeFood Angkat Kisah Mie Sapi Gajahan dan Nasi Telur Bahagia, Dua Kuliner Lokal Yogyakarta

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:30 WIB

Meta AI Muse Spark 1.1 Kini Bisa Eksekusi Tugas Nyata, Bukan Sekadar Jawab Prompt

Meta AI Muse Spark 1.1 Kini Bisa Eksekusi Tugas Nyata, Bukan Sekadar Jawab Prompt

Tekno | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:28 WIB

Transformasi Industri Butuh SDM Siap Pakai, Sharp Perluas Program Sharp Class

Transformasi Industri Butuh SDM Siap Pakai, Sharp Perluas Program Sharp Class

Tekno | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:18 WIB

Rupiah Semakin Terpuruk Hari Ini, Betah di Level Rp18.111

Rupiah Semakin Terpuruk Hari Ini, Betah di Level Rp18.111

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:18 WIB

Jelang Hadapi Timnas Indonesia, Pelatih Vietnam Putar Otak Matikan Pergerakan Mitchell Baker

Jelang Hadapi Timnas Indonesia, Pelatih Vietnam Putar Otak Matikan Pergerakan Mitchell Baker

Bola | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:14 WIB

Jatim Media Summit 2026: Masa Depan Media Ada di Kolaborasi, Bukan Sekadar Pemberitaan

Jatim Media Summit 2026: Masa Depan Media Ada di Kolaborasi, Bukan Sekadar Pemberitaan

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:14 WIB

GIIAS 2026 Dinilai Jadi Gambaran Industri Otomotif Indonesia

GIIAS 2026 Dinilai Jadi Gambaran Industri Otomotif Indonesia

Otomotif | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:10 WIB

Termasuk Kajari Kota Bekasi, Ini Daftar 90 Kajari Kena Mutasi Kejagung

Termasuk Kajari Kota Bekasi, Ini Daftar 90 Kajari Kena Mutasi Kejagung

Bekaci | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:03 WIB

×