Isu Ijazah Jokowi: Pengamat Sentil 'Tokoh Besar' di Baliknya, Bagaimana SBY dan Prabowo?

Budi Arista Romadhoni

Jum'at, 01 Agustus 2025 | 07:37 WIB
Isu Ijazah Jokowi: Pengamat Sentil 'Tokoh Besar' di Baliknya, Bagaimana SBY dan Prabowo?
Ilustrasi Ijazah Jokowi [Tangkap Layar]

Suara.com - Polemik lawas seputar dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali membara dan menjadi bola panas yang menggelinding liar.

Analis politik dan militer dari Universitas Nasional, Selamat Ginting, secara tajam menguliti isu ini bukan sekadar dendam politik, melainkan sebuah pertarungan fundamental yang menyangkut integritas bangsa dan konstitusi.

Dalam analisisnya di podcast Forum Keadilan TV, Ginting menyebut isu ini telah berevolusi menjadi sebuah perjuangan moral. Ia bahkan menyoroti manuver Istana yang justru memantik spekulasi lebih dalam.

Menurutnya, pihak yang pertama kali menggulirkan narasi adanya "tokoh besar" di balik polemik ini adalah Jokowi sendiri, yang kemudian diamplifikasi oleh para pendukungnya. Bagi Ginting, ini adalah taktik usang untuk mengalihkan perhatian publik dari substansi persoalan.

"Perlawanan terhadap Jokowi dalam dugaan ijazah palsu ini adalah perjuangan moral yang harus didukung seluruh elemen bangsa," tegas Ginting.

Saking seriusnya ia memandang masalah ini, Ginting menyarankan langkah-langkah drastis untuk membuktikan kebenaran. "Jika perlu, gunakan lie detector untuk Jokowi dan periksa kejiwaannya," cetusnya, menggarisbawahi potensi kebohongan publik yang dapat meruntuhkan sendi-sendi negara.

Potensi Efek Domino dan Kepanikan Istana

Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam acara puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke27 PKB di Jakarta, Rabu (23/7/2025). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.
Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam acara puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke27 PKB di Jakarta, Rabu (23/7/2025). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

Lebih jauh, Selamat Ginting memprediksi adanya efek domino politik yang dahsyat jika tuduhan ijazah palsu ini terbukti kebenarannya. Menurutnya, dampaknya tidak akan berhenti pada Jokowi seorang, melainkan akan merembet ke seluruh gerbong kekuasaannya.

"Jika ijazah terbukti palsu, ini akan berdampak pada gerbong Jokowi, termasuk pemakzulan Gibran dan posisi orang-orangnya di kementerian dan komisaris," prediksi Ginting.

baca juga

Pernyataan ini mengindikasikan potensi guncangan hebat dalam struktur kekuasaan yang telah dibangun selama satu dekade terakhir. Ginting juga melihat adanya tanda-tanda kepanikan dari pihak Jokowi.

Ia mengkritik keras penggunaan almamater, Universitas Gadjah Mada (UGM), sebagai tameng politik. Reuni yang terkesan dadakan dinilainya sebagai upaya membentengi diri dari masalah personal. "Jokowi menggunakan institusi kampus (UGM) untuk membentengi dirinya terkait masalah pribadi dengan mengadakan reuni," ujarnya.

"Jokowi terlihat panik dengan menuding pihak lain dan menyatukan isu ijazah palsu dengan pemakzulan Gibran," tambah Ginting.

SBY Kena Sentil: Dituding Lakukan Pembiaran Sejak 2005

Presiden Ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Gubernur Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Selasa (29/7/2025). ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Presiden Ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Gubernur Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Selasa (29/7/2025). ANTARA/Lia Wanadriani Santosa

Salah satu sorotan paling tajam dari Ginting ditujukan kepada Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ginting menantang Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu untuk tidak lagi bungkam, terutama setelah kubu Jokowi seolah menuding adanya keterlibatan tokoh dari era pemerintahannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gebrakan Prabowo! Mahfud MD Puji Amnesti Hasto dan Abolisi Tom Lembong: Setop Sandera Politik!

Gebrakan Prabowo! Mahfud MD Puji Amnesti Hasto dan Abolisi Tom Lembong: Setop Sandera Politik!

News | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 07:24 WIB

Usai Hasto Dapat Pengampunan dari Prabowo, Megawati dan Keluarga Senyum Bareng Elite Gerindra

Usai Hasto Dapat Pengampunan dari Prabowo, Megawati dan Keluarga Senyum Bareng Elite Gerindra

News | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 06:39 WIB

Manuver Mengejutkan Prabowo Bikin Kejagung Kaget, Kapuspenkum: Saya Baru Tahu dari Anda!

Manuver Mengejutkan Prabowo Bikin Kejagung Kaget, Kapuspenkum: Saya Baru Tahu dari Anda!

News | Kamis, 31 Juli 2025 | 23:16 WIB

Terkini

Rokan Hulu Kembali Perpanjang Sistem Belajar dari Rumah Imbas Kabut Asap

Rokan Hulu Kembali Perpanjang Sistem Belajar dari Rumah Imbas Kabut Asap

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 09:48 WIB

Babak Baru Kasus TPPU: Tepis Aset Rp846 Miliar, Febrie Adriansyah Siap 'Tarung' di Pengadilan

Babak Baru Kasus TPPU: Tepis Aset Rp846 Miliar, Febrie Adriansyah Siap 'Tarung' di Pengadilan

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:48 WIB

Organisasi Kurator Kelima Diakui Pemerintah, Siap Perkuat Profesi dan Kolaborasi Hukum

Organisasi Kurator Kelima Diakui Pemerintah, Siap Perkuat Profesi dan Kolaborasi Hukum

Bekaci | Rabu, 16 September 2026 | 09:47 WIB

Mengapa Kapal Selam Bisa Tenggelam, Melayang, dan Mengapung di Laut Menurut Hukum Archimedes?

Mengapa Kapal Selam Bisa Tenggelam, Melayang, dan Mengapung di Laut Menurut Hukum Archimedes?

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 09:43 WIB

OJK Hentikan 27 Gadai Ilegal hingga Agustus 2026

OJK Hentikan 27 Gadai Ilegal hingga Agustus 2026

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:41 WIB

Harga Bitcoin Cs Jatuh, Indeks CFX10 Ambruk 2,66%

Harga Bitcoin Cs Jatuh, Indeks CFX10 Ambruk 2,66%

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:38 WIB

Gerebek Kamar Kos, Polisi Ciduk Dua Pemuda dan Belasan Butir Ekstasi di Bandar Lampung

Gerebek Kamar Kos, Polisi Ciduk Dua Pemuda dan Belasan Butir Ekstasi di Bandar Lampung

Lampung | Rabu, 16 September 2026 | 09:35 WIB

Budi Karya Absen Sidang Banding DJKA karena Sakit, Sidang Tetap Jalan

Budi Karya Absen Sidang Banding DJKA karena Sakit, Sidang Tetap Jalan

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:33 WIB

Gantikan Purbaya, Menkeu Suahasil Diingatkan Target Ekonomi 6% hingga Tekanan Harga Minyak

Gantikan Purbaya, Menkeu Suahasil Diingatkan Target Ekonomi 6% hingga Tekanan Harga Minyak

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:32 WIB

Hari ke-9 Cari 5 Jurnalis, Tim SAR Ubah Strategi Sisir 8 Sektor Selat Sunda hingga Dekat Pesisir

Hari ke-9 Cari 5 Jurnalis, Tim SAR Ubah Strategi Sisir 8 Sektor Selat Sunda hingga Dekat Pesisir

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:30 WIB

×