Populasi Harimau Sumatera Meningkat di Bengkulu, Tapi Masih Ada Ancaman Membayangi

Bimo Aria Fundrika

Senin, 04 Agustus 2025 | 13:22 WIB
Populasi Harimau Sumatera Meningkat di Bengkulu, Tapi Masih Ada Ancaman Membayangi
Ilustrasi harimau Sumatera . [Gembiraloka zoo]

Suara.com - Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), satu-satunya subspesies harimau yang tersisa di Indonesia, masih berada dalam bayang-bayang kepunahan.

Meski statusnya kritis menurut The International Union for Conservation of Nature (IUCN), harimau ini terus kehilangan habitat akibat ekspansi perkebunan, pembukaan tambang, dan pembangunan infrastruktur yang menembus jantung hutan Sumatra.

Alih fungsi lahan tidak hanya mempersempit ruang jelajah harimau, tapi juga meningkatkan potensi konflik dengan manusia karena satwa ini terdorong masuk ke wilayah pemukiman atau ladang masyarakat.

Di Bengkulu, kondisi ini terasa nyata. Kawasan Seblat yang menjadi salah satu kantong habitat harimau Sumatra di provinsi ini terus mengalami tekanan dari berbagai arah.

Potret Inyiak Balang atau Harimau Sumatera. [Dok. Andri Mardiansyah]
Potret Inyiak Balang atau Harimau Sumatera. [Dok. Andri Mardiansyah]

Aktivitas manusia di sekitar hutan, termasuk perburuan liar dan pemasangan jerat, menjadi ancaman harian.

Dalam beberapa tahun terakhir, laporan tentang harimau yang masuk desa dan bahkan ditembak warga menunjukkan bahwa batas antara ruang hidup manusia dan satwa semakin kabur.

Masalah tak berhenti di situ. Penegakan hukum terhadap pelaku perburuan masih lemah, sementara perdagangan bagian tubuh harimau di pasar gelap terus berlangsung.

Meski kampanye perlindungan harimau sudah berjalan bertahun-tahun, masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya menjaga spesies kunci ini bagi ekosistem hutan.

Namun di tengah ancaman tersebut, ada secercah harapan. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung bersama sejumlah mitra mencatat peningkatan populasi harimau Sumatra di wilayah ini.

baca juga

Data monitoring terbaru menunjukkan keberadaan 42 individu di bentang alam Bengkulu, terutama di kawasan Seblat.

Kenaikan jumlah ini menjadi sinyal penting. Tapi tanpa upaya konservasi yang konsisten dan melibatkan banyak pihak, peningkatan itu bisa cepat tergerus.

Sebab menjaga populasi harimau bukan hanya soal menyelamatkan satu spesies, tapi juga menjaga keseimbangan ekosistem dan hutan yang menopang kehidupan manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Fakta Mengerikan Kasus Remaja Bunuh Ibu Kandung Saat Salat di Bengkulu

5 Fakta Mengerikan Kasus Remaja Bunuh Ibu Kandung Saat Salat di Bengkulu

News | Minggu, 03 Agustus 2025 | 23:25 WIB

Detik-Detik Sajadah Bermandikan Darah, Kisah Pilu Ibu Tewas Saat Salat di Tangan Anaknya

Detik-Detik Sajadah Bermandikan Darah, Kisah Pilu Ibu Tewas Saat Salat di Tangan Anaknya

News | Minggu, 03 Agustus 2025 | 23:12 WIB

Tragedi Maut di Bengkulu: Ibu Dibunuh Anak Saat Shalat Dzuhur, Pelaku Baru 3 Hari Keluar RSJ

Tragedi Maut di Bengkulu: Ibu Dibunuh Anak Saat Shalat Dzuhur, Pelaku Baru 3 Hari Keluar RSJ

News | Minggu, 03 Agustus 2025 | 19:05 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×