Ryaas Rasyid Yakini Jokowi Tak Miliki Ijazah: Kalau Ada Pasti Palsu

Eviera Paramita Sandi | Suara.com

Jum'at, 08 Agustus 2025 | 16:33 WIB
Ryaas Rasyid Yakini Jokowi Tak Miliki Ijazah: Kalau Ada Pasti Palsu
Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi [Istimewa]

Suara.com - Pakar ilmu Politik dan Pemerintahan, Prof. Ryaas Rasyid berkomentar soal kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke – 7 RI, Joko Widodo (Jokowi) yang tak kunjung menemui titik terang.

Dengan lantang Ryaas menyimpulkan bahwa Jokowi sebenarnya tidak memiliki ijazah, sehingga ia terus berbelit-belit.

“Saya punya kesimpulan sederhana, dia itu nggak punya ijazah,” ucap Ryaas, dikutip dari youtube Abraham Samad, Jumat (8/8/25).

Ryaas menilai bahwa Jokowi tidak menunjukkan dirinya sebagai seorang sarjana. Salah satu contohnya yaitu tidak berbicara secara sistematik.

“Indikasinya banyak, tapi yang paling nampak adalah memang dia tidak punya kapasitas sebagai seorang sarjana, sarjana apapun,” ungkapnya.

“Sebab seorang sarjana itu punya struktur berpikir yang clear. Berbicara secara sistematik, ini kalau lulusan sekolah tinggi ya (universitas) dia bertutur kata yang teratur, dan fokus. Dia (Jokowi) tidak punya sama sekali kemampuan itu,” tambahnya.

Menurut Ryaas menjadi pertanyaan besar bahwa sesuatu yang dianggap asli seperti ijazahnya itu justru disembunyikan.

“Ada apa sesuatu yang asli disembunyikan?,” ucap Ryaas.

“Kalau dia mengatakan dia punya ijazah asli, kenapa dia sembunyikan. Jadi kalau menurut saya, yang selalu disembunyikan itu adalah sesuatu yang bermasalah,” sebutnya lagi.

Ryaas mengatakan bahwa dengan menyembunyikan ijazahnya yang diklaim asli itu justru menandakan bahwa ada yang bermasalah.

“Secara tidak sadar dia soalnya mengakui bahwa ijazahnya itu bermasalah. Sehingga tidak bisa sembarangan untuk ditunjukkan. Takut ketahuan kan,” ujarnya.

Soal isu penunjukkan ijazah kepada pengadilan hingga polisi menurut Ryaas hanyalah sebuah persoalan yang sulit dicerna secara logika.

Pasalnya, dua Lembaga tersebut tidak mengiyakan bahwa pihaknya menerima dokumen asli dari Jokowi.

“Hebatnya itu dia menyebutkan dia akan menunjukkan kepada pengadilan. Tapi pengadilan di Solo juga tidak ada ijazah yang muncul. Dia mengatakan dia tunjukkan kepada polisi, polisi mengaku cuma terima fotocopy,” ujarnya.

“Jadi ini satu persoalan yang sulit sekali dicerna secara logika,” tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Maman Abdurahman: Pak Prabowo Bagian dari Jokowi!

Maman Abdurahman: Pak Prabowo Bagian dari Jokowi!

News | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 15:38 WIB

Eks Intelijen Sebut AdaRapat Gelap Kepada Prabowo, Mulai Pekanbaru, Bali Hingga Ambon

Eks Intelijen Sebut AdaRapat Gelap Kepada Prabowo, Mulai Pekanbaru, Bali Hingga Ambon

News | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 15:06 WIB

Isu Pengaruh Jokowi di Pemerintahan Prabowo, Maman Abdurahman: Bandul Politik Harus di Istana Negara

Isu Pengaruh Jokowi di Pemerintahan Prabowo, Maman Abdurahman: Bandul Politik Harus di Istana Negara

News | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 15:03 WIB

Terkini

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:57 WIB

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:49 WIB

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:47 WIB

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:40 WIB

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:24 WIB