Dari Atas Mimbar Jumat Masjid UGM, Prof Suryono Beberkan Fakta Ijazah Jokowi

Wakos Reza Gautama

Selasa, 12 Agustus 2025 | 20:38 WIB
Dari Atas Mimbar Jumat Masjid UGM, Prof Suryono Beberkan Fakta Ijazah Jokowi
Dekan Fakultas Kedokteran Gigi UGM Prof Suryono menyampaikan fakta tentang ijazah Jokowi saat khotbah Jumat di Masjid Kampus UGM. [Youtube Masjid Kampus UGM]

Suara.com - Dari atas mimbar suci Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM), sebuah kesaksian langka dan tegas dilontarkan oleh seorang pimpinan universitas.

Merasa gerah dan tak tahan nama besar almamaternya terus-menerus direndahkan dalam pusaran polemik ijazah Joko Widodo (Jokowi), Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM, Prof. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D., akhirnya turun gunung.

Dalam khotbah Jumatnya pada 1 Agustus 2025, ia tidak hanya mengutuk masifnya disinformasi, tetapi juga mengungkapkan bahwa dirinya secara pribadi telah melakukan investigasi atau tabayyun untuk membuktikan kebenaran yang sesungguhnya. Hasilnya, ia mengaku telah melihat sendiri bukti lengkap yang tak terbantahkan.

Prof. Suryono mengawali khotbahnya dengan menyoroti fenomena berbahaya di era digital, di mana narasi bohong yang terstruktur rapi mampu mengalahkan fakta objektif.

"Jadi, kalau kita berbicara soal masalah kebenaran baru sekarang itu bisa mengalahkan yang namanya kebenaran objektif," ujarnya dikutip dari Youtube Masjid Kampus UGM.

"Bahkan bisa jadi kesalahan yang terorganisir secara bagus, disebarluaskan secara masif, secara kontinu terus-menerus akan menjadikan persepsi di masyarakat itu sebagai suatu kebenaran," lanjut dia.

Suryono secara spesifik menunjuk perseteruan antara dua alumni UGM, Jokowi dan Roy Suryo, sebagai sumber dampak negatif yang luar biasa bagi institusinya.

"Mungkin para jemaah juga sering mendengar dampak dari perseteruan dua alumni kita yaitu yang pertama adalah Pak Joko Widodo versus Pak Roy Suryo yang memberikan dampak negatif terhadap institusi kita nama besar Universitas Gajah Mada," ungkapnya prihatin.

'Operasi Tabayyun' Pribadi Sang Dekan

baca juga

Didorong oleh rasa tanggung jawab sebagai akademisi dan perintah agama untuk melakukan klarifikasi (tabayyun) sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Hujurat ayat 6, Prof. Suryono mengambil inisiatif pribadi.

Ia merasa tak bisa lagi diam ketika pertanyaan yang merendahkan martabat UGM selalu menyambutnya di berbagai forum.

"Makanya saya sebagai orang yang beriman mengambil inisiatif untuk bertabayun, mengklarifikasi, mengkonfirmasi terkait dengan kebenaran itu," tegasnya.

"Saya tertarik untuk melakukan klarifikasi karena setiap kali saya memberikan ceramah ke mana-mana selalu yang pertama kali ditanya adalah terkait dengan itu yang mana kalau saya simpulkan merendahkan martabat Universitas Gajah Mada," ujar Suryono.

Ia kemudian menceritakan pertemuannya dengan Dekan Fakultas Kehutanan UGM pada 19 Juli 2025. Apa yang ia temukan di sana membuatnya terperangah.

Menurut Suryono, Dekan Fakultas Kehutanan UGM menunjukkan dokumen lengkap terkait Jokowi yang kuliah di UGM. 

"Terkait dokumennya yang disajikan Dekan Fakultas Kehutanan sangat luar biasa sejak beliau (Jokowi) mendaftar, membayar SPP, KRS dan seterusnya sampai dengan ijazah," bebernya.

Tidak hanya dokumen,  pelaku-pelaku yang terjadi saat itu ada yang satu angkatan dengan Jokowi atau alumninya juga hadir memberikan kesaksian. Ada juga yang mengambil foto saat  Jokowi wisuda.

Memang dia mengakui ijazah Jokowi yang disajikan Dekan Fakultas Kehutanan UGM berupa salinan atau fotokopi bukan ijazah asli.

"Yang namanya ijazah asli itu ada di institusi atau ada pada diri kita? Tentu ada pada diri kita, bukan pada institusi. Yang ada hanyalah sekedar apa? Jadi salinan ataupun fotokopi," ujarnya.

Pengalaman melihat langsung seluruh bukti dan bertemu dengan para saksi sejarah itu telah meningkatkan keyakinannya ke level tertinggi.

"Dan saya telah menyaksikan sendiri dokumennya. Jadi lengkap. Begitu juga terkait dengan kesaksian orang-orang yang mengalami peristiwa sejarah itu. Sehingga yang tadinya saya ilmul yakin naik pada dataran yang lebih tinggi menjadi ainul yakin karena melihat sendiri terkait apa jadi dokumen itu," tegasnya.

Ia menutup dengan sebuah panggilan moral yang kuat, mendesak seluruh sivitas akademika dan masyarakat untuk berani menyuarakan kebenaran.

Karena jika kebenaran didiamkan, kebohongan yang didukung oleh teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) akan menang. Ia khawatir, jika ini dibiarkan, citra UGM akan hancur lebur di mata publik.

"Ya, nanti bisa jadi timbul kesimpulan UGM jual beli ijazah. Ini yang terjadi di masyarakat ya. UGM tanpa kuliah pun bisa apa? Jadi meluluskan," pungkasnya dengan nada penuh kekhawatiran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Refly Harun Sebut Gibran Hanya Nyaman Bersama Relawan Jokowi, Kalah Telak Banding AHY

Refly Harun Sebut Gibran Hanya Nyaman Bersama Relawan Jokowi, Kalah Telak Banding AHY

News | Selasa, 12 Agustus 2025 | 17:32 WIB

Sampai Nangis Kejer, Emak-emak Tak Rela Jokowi Dituduh Ijazah Palsu: Orang Baik Kok Digituin!

Sampai Nangis Kejer, Emak-emak Tak Rela Jokowi Dituduh Ijazah Palsu: Orang Baik Kok Digituin!

News | Selasa, 12 Agustus 2025 | 15:49 WIB

WSKT Mulai Garap Proyek Gedung UGM Senilai Rp113 Miliar

WSKT Mulai Garap Proyek Gedung UGM Senilai Rp113 Miliar

Bisnis | Selasa, 12 Agustus 2025 | 11:43 WIB

Waketum Pro Jokowi, Ungkap Alasan Silfester Layak Dapat Amnesti dari Prabowo

Waketum Pro Jokowi, Ungkap Alasan Silfester Layak Dapat Amnesti dari Prabowo

News | Selasa, 12 Agustus 2025 | 11:43 WIB

Silfester Diminta Diberi Amnesti, Kubu Roy Suryo CS: Lancang, Ambil Kewenangan Presiden!

Silfester Diminta Diberi Amnesti, Kubu Roy Suryo CS: Lancang, Ambil Kewenangan Presiden!

News | Selasa, 12 Agustus 2025 | 11:33 WIB

Terkini

Lewat Sinergi BRI Group, Jutaan Perempuan Indonesia Sukses Mandiri Secara Finansial

Lewat Sinergi BRI Group, Jutaan Perempuan Indonesia Sukses Mandiri Secara Finansial

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:10 WIB

KPK Telusuri Siapa Pemberi Perintah Kasus Suap ATR/BPN

KPK Telusuri Siapa Pemberi Perintah Kasus Suap ATR/BPN

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 22:08 WIB

Zulhas Sampai Ucap 'Hoaks' Tiga Kali! Bantah Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas RUU Pemilu

Zulhas Sampai Ucap 'Hoaks' Tiga Kali! Bantah Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas RUU Pemilu

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:05 WIB

Sekarang Beli Tiket Pesawat & Whoosh Bisa Langsung dari BRImo dengan Diskon!

Sekarang Beli Tiket Pesawat & Whoosh Bisa Langsung dari BRImo dengan Diskon!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:00 WIB

Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras

Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:57 WIB

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 21:53 WIB

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:49 WIB

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:46 WIB

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 21:36 WIB

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:35 WIB

×