Lebih Parah dari Pati dan Cirebon, Balikpapan Naikkan PBB hingga 3.000 Persen

Ferry Noviandi, Ismail

Kamis, 21 Agustus 2025 | 19:38 WIB
Lebih Parah dari Pati dan Cirebon, Balikpapan Naikkan PBB hingga 3.000 Persen
 Tagihan PBB di Balikpapan naik hingga 300 persen (Ist)

Suara.com - Gelombang protes akibat lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang sebelumnya menerjang Pati dan Cirebon, kini menemukan puncaknya di Balikpapan.

Jika di daerah lain kenaikan sudah dianggap mencekik, apa yang terjadi di Kota Minyak ini bisa disebut sebagai tsunami tagihan.

Warga dibuat terperangah setelah menerima surat tagihan PBB dengan kenaikan fantastis yang mencapai 3.000 persen, sebuah angka yang melampaui nalar dan daya bayar masyarakat.

Kisah Arif, seorang warga Balikpapan menjadi cerminan betapa brutalnya lonjakan pajak ini.

Selama bertahun-tahun, ia adalah wajib pajak yang patuh, rutin membayar tagihan PBB untuk tanah seluas kurang lebih satu hektare miliknya.

Tahun lalu, pada 2024, ia masih membayar di angka yang wajar, sekitar Rp306 ribu.

Namun, kepatuhannya seolah dibalas dengan kejutan pahit tahun ini. Saat hendak kembali menunaikan kewajibannya, ia mendapati angka yang tertera di tagihan PBB-P2 miliknya meroket menjadi Rp9,5 juta.

"Saya shock. Benar-benar tidak menyangka," ujar Arif.

"Memang sudah ada info dari Pak RT akan ada kenaikan, tapi saya pikir paling naik jadi Rp500 ribu atau Rp1 juta. Ini logis. Tapi kalau dari Rp300 ribu menjadi Rp9,5 juta, ini dasar perhitungannya dari mana?" katanya mengeluh.

baca juga

Apa yang membuat kasus Balikpapan terasa lebih menyesakkan adalah minimnya transparansi dari pemerintah kota.

Jika di Pati dan Cirebon polemik kenaikan PBB sempat diwarnai dialog dan penjelasan meski tetap menuai protes di Balikpapan, warga merasa seperti dihantam tanpa peringatan.

ilustrasi PBB (Freepik)
 Tagihan PBB di Balikpapan naik hingga 300 persen (Ilustrasi PBB /Freepik)

"Di daerah lain ada penjelasan. Tapi kalau di Balikpapan ini justru tidak ada. Sosialisasi pun tidak ada, tahu-tahu pajak naik drastis," imbuh Arif, menyuarakan kebingungan ribuan warga lainnya.

Beban ini terasa semakin berat mengingat kondisi lahan milik Arif yang ia sebut sebagai lahan tidur, tidak menghasilkan pendapatan aktif.

Baginya dan banyak warga lain, membayar tagihan ratusan ribu rupiah adalah sebuah kewajiban yang masih bisa dipenuhi demi kontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Namun, lonjakan gila-gilaan hingga jutaan rupiah jelas berada di luar kapasitas ekonomi mereka.

"Kalau cuma Rp300 ribu masih bisa kami bayar. Tapi Rp9,5 juta jelas berat bagi kami," ucapnya.

Fenomena di Balikpapan ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Kenaikan pajak untuk menggenjot PAD adalah sebuah keniscayaan, namun tanpa sosialisasi yang memadai, dasar perhitungan yang transparan, dan pertimbangan kemampuan ekonomi masyarakat.

Kebijakan tersebut bukan lagi menjadi instrumen pembangunan, melainkan sebuah bentuk pembebanan yang dapat memicu gejolak sosial.

Warga Balikpapan kini hanya bisa bertanya-tanya, atas dasar apa mereka harus menanggung beban pajak yang meroket tanpa penjelasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tragis! Perempuan Brebes Duel Maut dengan Kobra Jelang Salat Isya: Ular Mati, Sumyati Meninggal

Tragis! Perempuan Brebes Duel Maut dengan Kobra Jelang Salat Isya: Ular Mati, Sumyati Meninggal

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 18:32 WIB

Sosok Husein Pati: Garang, Melempem, Dicurigai Disumpal Amplop, Kini Teler di Karaoke

Sosok Husein Pati: Garang, Melempem, Dicurigai Disumpal Amplop, Kini Teler di Karaoke

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 16:56 WIB

Gaji Rp300 Ribu Cuma Cukup Buat Seminggu, Guru Honorer: Sisanya Mengandalkan Tuhan Maha Kaya

Gaji Rp300 Ribu Cuma Cukup Buat Seminggu, Guru Honorer: Sisanya Mengandalkan Tuhan Maha Kaya

Lifestyle | Kamis, 21 Agustus 2025 | 16:01 WIB

Ibu Peluk 3 Anak Saat Gempa, Suami Santai Tak Percaya: Rekaman CCTV Ini Bikin Warganet Emosi

Ibu Peluk 3 Anak Saat Gempa, Suami Santai Tak Percaya: Rekaman CCTV Ini Bikin Warganet Emosi

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 15:45 WIB

5 Mobil Bekas dengan Pajak Murah, Biaya Mulai Rp900 Ribu per Tahun

5 Mobil Bekas dengan Pajak Murah, Biaya Mulai Rp900 Ribu per Tahun

Otomotif | Kamis, 21 Agustus 2025 | 15:51 WIB

Masinis Kereta Api Surabaya Pasarturi-Sidoarjo Mencoba Rem Darurat, karena Rem Blong!

Masinis Kereta Api Surabaya Pasarturi-Sidoarjo Mencoba Rem Darurat, karena Rem Blong!

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 15:00 WIB

Terkini

7 Pilihan HP Warna Pink di Bawah Rp5 Juta, Performa Stabil dan Desain Stylish

7 Pilihan HP Warna Pink di Bawah Rp5 Juta, Performa Stabil dan Desain Stylish

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 11:22 WIB

Arab Saudi Luncurkan 50 Serangan Gempur Yaman Usai Houthi Bom Pangkalan Udara Sharurah

Arab Saudi Luncurkan 50 Serangan Gempur Yaman Usai Houthi Bom Pangkalan Udara Sharurah

News | Senin, 14 September 2026 | 11:21 WIB

Kualitas Udara Pekanbaru Masih Buruk, Siswa Pulang Lebih Awal

Kualitas Udara Pekanbaru Masih Buruk, Siswa Pulang Lebih Awal

Riau | Senin, 14 September 2026 | 11:20 WIB

Meditasi dan Mindfulness Apakah Sama? Begini Penjelasan Lengkapnya

Meditasi dan Mindfulness Apakah Sama? Begini Penjelasan Lengkapnya

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:19 WIB

Tak Hanya Soal Asap, Vape Sekali Pakai Jadi Ancaman Baru bagi Lingkungan: Kenapa?

Tak Hanya Soal Asap, Vape Sekali Pakai Jadi Ancaman Baru bagi Lingkungan: Kenapa?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:17 WIB

5 Jurnalis Masih Hilang di Selat Sunda, Pencarian Hari Ketujuh Memasuki Penentuan

5 Jurnalis Masih Hilang di Selat Sunda, Pencarian Hari Ketujuh Memasuki Penentuan

News | Senin, 14 September 2026 | 11:17 WIB

Gus Ipul Tegaskan Jadi Agen Perlinsos Gratis, Waspada Modus Minta Uang

Gus Ipul Tegaskan Jadi Agen Perlinsos Gratis, Waspada Modus Minta Uang

News | Senin, 14 September 2026 | 11:16 WIB

Mensos Gus Ipul Tegaskan Pendaftaran Agen Perlinsos Bukan Lowongan Kerja: Ini Relawan

Mensos Gus Ipul Tegaskan Pendaftaran Agen Perlinsos Bukan Lowongan Kerja: Ini Relawan

News | Senin, 14 September 2026 | 11:15 WIB

Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator

Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator

News | Senin, 14 September 2026 | 11:14 WIB

Gubernur Khofifah Terima Audiensi PT Wiraraja Madura Internasional dan Delegasi Investor Kawasan

Gubernur Khofifah Terima Audiensi PT Wiraraja Madura Internasional dan Delegasi Investor Kawasan

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 11:14 WIB

×