Wacana Gerbong Khusus Merokok Picu Kontroversi, Pakar Kesehatan: Kebijakan Harus Lindungi Warga

Chandra Iswinarno, Lilis Varwati

Kamis, 21 Agustus 2025 | 21:31 WIB
Wacana Gerbong Khusus Merokok Picu Kontroversi, Pakar Kesehatan: Kebijakan Harus Lindungi Warga
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof Tjandra Yoga Aditama. [Dok: Istimewa]

Suara.com - Wacana untuk menyediakan satu gerbong khusus merokok di rangkaian kereta api jarak jauh yang diusulkan oleh anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan, memicu kontroversi dan kritik keras dari komunitas medis. 

Usulan tersebut, yang dilontarkan dengan alasan kenyamanan penumpang perokok dalam perjalanan panjang, dinilai sebagai sebuah langkah mundur dalam kebijakan kesehatan publik.

Menanggapi hal ini, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof Tjandra Yoga Aditama, menegaskan bahwa kebijakan transportasi publik seharusnya berfokus pada perlindungan kesehatan seluruh warga negara, bukan memfasilitasi perilaku berisiko yang telah terbukti merugikan.

“Merokok jelas terbukti merugikan kesehatan. Pemerintah dan legislatif punya kewajiban menjaga dan meningkatkan kesehatan seluruh anak bangsa. Karena itu akan bagus kalau budaya tidak merokok itu terus diperluas, termasuk kebijakan kereta api yang bebas asap rokok,” kata Tjandra kepada Suara.com, Kamis (21/8/2025).

Sebagai pakar kesehatan paru, Prof Tjandra menganalogikan kebijakan ini dengan standar keselamatan di industri penerbangan internasional, di mana larangan merokok bersifat mutlak tanpa kompromi, bahkan dalam penerbangan lintas benua yang berdurasi belasan jam.

“Siapapun perokoknya kalau terbang ke Eropa atau Amerika toh bisa tidak merokok. Kalau aturan maskapai kita ikuti, maka kebijakan tidak merokok dalam sekian jam perjalanan kereta api juga perlu ditaati,” tegasnya.

Menurutnya, aturan larangan merokok yang berlaku saat ini bukan sekadar soal kenyamanan penumpang non-perokok, tetapi juga memiliki dampak positif sebagai medium edukasi dan momentum bagi perokok aktif untuk mengurangi ketergantungan.

"Ketika perokok menahan keinginan merokoknya, kalau bisa malah jadi pemicu untuk berhenti sepenuhnya,” ucap Tjandra.

Ia juga membantah argumen teknis bahwa penyediaan ventilasi khusus pada gerbong merokok dapat menjadi solusi efektif. 

baca juga

Risiko paparan asap rokok bekas terhadap penumpang lain dan petugas kereta api dinilai tetap sangat tinggi dan tidak dapat dieliminasi sepenuhnya.

“Bagaimanapun tentu buruk kalau seseorang mengganggu kesehatan orang lain dengan asap rokoknya. Ventilasi tidak dapat menjamin, belum lagi orang atau petugas yang lewat,” ujar dia.

Sebelumnya, anggota DPR RI Fraksi PKB, Nasim Khan, mengusulkan agar PT Kereta Api Indonesia (KAI) mempertimbangkan penyediaan gerbong khusus merokok untuk mengakomodasi penumpang dalam perjalanan jarak jauh yang bisa mencapai lebih dari delapan jam.

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nasim Khan meminta PT KAI menyediakan gerbong merokok rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin di Gedung DPR RI, Senayan, pada Rabu (20/8/2025).  [Suara.com/Bagaskara]
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nasim Khan meminta PT KAI menyediakan gerbong merokok rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin di Gedung DPR RI, Senayan, pada Rabu (20/8/2025). [Suara.com/Bagaskara]

Namun, Kementerian Perhubungan telah secara tegas menyatakan bahwa seluruh moda angkutan umum, termasuk kereta api, merupakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sesuai dengan regulasi yang berlaku. 

Landasan hukumnya jelas, mengacu pada Undang-Undang Kesehatan, Peraturan Pemerintah (PP) 109/2012, serta diperkuat oleh Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 29/2014 yang melarang aktivitas merokok di semua sarana transportasi publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Geleng-Geleng Kepala, Anggota DPR Usul Gerbong Rokok di Kereta: Pada Adu Bobrok!

Bikin Geleng-Geleng Kepala, Anggota DPR Usul Gerbong Rokok di Kereta: Pada Adu Bobrok!

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 11:39 WIB

Siapa Nasim Khan? Anggota DPR yang Viral Usai Usulkan Gerbong Khusus Merokok di Kereta Api

Siapa Nasim Khan? Anggota DPR yang Viral Usai Usulkan Gerbong Khusus Merokok di Kereta Api

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 10:15 WIB

Anggota DPR Minta KAI Sediakan Gerbong Khusus Merokok: Di Bus Saja Ada Tempatnya

Anggota DPR Minta KAI Sediakan Gerbong Khusus Merokok: Di Bus Saja Ada Tempatnya

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 19:43 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×