Tunjangan Rumah Rp 3 Miliar per Anggota DPR Bisa Gaji Ribuan Guru yang Mayoritas Masih Susah

Liberty Jemadu | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Kamis, 21 Agustus 2025 | 23:27 WIB
Tunjangan Rumah Rp 3 Miliar per Anggota DPR Bisa Gaji Ribuan Guru yang Mayoritas Masih Susah
Tunjangan rumah anggota DPR yang mencapai Rp 3 miliar per orang selama 5 tahun cukup untuk menggaji ribuan guru di Indonesia. [Antara]

Suara.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) mengatakan tunjangan rumah anggota DPR, yang senilai Rp 3 miliar per orang selama 5 tahun - atau setara dengan Rp 1,74 triliun secara total - cukup untuk menggaji ribuan guru di Indonesia secara layak.

ICW mengatakan tunjangan mewah DPR itu sebuah ironi di tengah masyarakat Indonesia yang sedang susah akibat ekonomi yang lesu. Belum lagi kenaikan tunjangan itu terjadi di tengah efisiensi anggaran sektor kesehatan dan pendidikan - yang berdampak terhadap kualitas layanan publik. 

"Pemberian tambahan tunjangan rumah dinas sebesar Rp 50 juta patut dikaji ulang. Sebab nominalnya sangat besar. Kurang lebih biaya yang dibutuhkan sebesar Rp1,74 triliun untuk memberikan tunjangan rumah dinas ke 580 anggota DPR selama 5 tahun," kata Seira saat dihubungi Suara.com, Kamis (21/8/2025). 

Dengan perkiraan anggaran yang dibutuhkan setidaknya bisa memberikan gaji yang layak bagi ribu guru, khususnya yang masih berstatus honores. 

"Dan Rp 1,74 triliun tadi bahkan bisa digunakan untuk menggaji 3.600-an guru/dosen dengan asumsi gaji Rp 4 juta per bulan selama satu tahun," ujar Seira. 

Hal itu dinilai Seira lebih bermanfaaat dibanding hanya dialokasinya untuk tunjangan rumah anggota DPR, yang menurut Seira sudah hidup dalam kemewahan. 

"Ini patut diduga sebagai upaya untuk menambah uang yang masuk ke kantong anggota dewan berkedok tunjangan rumah dinas," tegasnya. 

Rawan Disalahgunakan

Lebih lanjut Seira bilang tunjangan rumah anggota DPR, yang bertujuan untuk memperlancar mobilitas para legislator, rawan disalahgunakan. 

"Tapi kalau tunjangan tersebut  tidak digunakan sebagaimana mestinya, tidak akan ada dampak terhadap peningkatan kinerja," kata Seira.

"Artinya ini sangat merugikan dengan biaya sangat besar yang dikeluarkan dan tidak ada manfaat langsung bagi masyarakat," imbuhnya. 

Seira pun mengkritik pernyataan Wakil Ketua DPR, Adies Kadir yang menyebut kenaikan tunjangan rumah itu menyesuaikan harga kos-kosan yang berada di sekitar Senayan, Jakarta. 

"Problemnya, jika mengutamakan fungsi, bahkan setengah dari biaya yang dianggarkan saja sudah sangat lebih dari cukup," kritik Seira. 

Dia pun mempertanyakan pengawasan dari penggunaan tunjangan itu. 

"Lalu bagaimana jika nominal tersebut tidak digunakan untuk keperluan rumah dinas? Ini sangat mungkin terjadi karena tidak ada yang mengawasi juga," ujarnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Kena Skakmat! Viral Logika Pria Ini Pertanyakan Tunjangan Rp 50 Juta: Kenapa Dikali 26?

DPR Kena Skakmat! Viral Logika Pria Ini Pertanyakan Tunjangan Rp 50 Juta: Kenapa Dikali 26?

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 22:27 WIB

Babak Baru Transparansi: ICW Desak DPR Ungkap Seluruh Pendapatan Anggota Dewan

Babak Baru Transparansi: ICW Desak DPR Ungkap Seluruh Pendapatan Anggota Dewan

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 20:18 WIB

Fathian Pujakesuma: Gaji DPR Besar, Tapi Modal Nyaleg Belum Tentu Balik

Fathian Pujakesuma: Gaji DPR Besar, Tapi Modal Nyaleg Belum Tentu Balik

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 18:19 WIB

Protes Ledakan Gaji DPR, Veronica Koman: Harusnya Gaji Mereka Diperkecil jika Niatnya Layani Rakyat!

Protes Ledakan Gaji DPR, Veronica Koman: Harusnya Gaji Mereka Diperkecil jika Niatnya Layani Rakyat!

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 16:56 WIB

Heboh Tunjangan Rumah DPR Tembus Rp50 Juta, Istana Ogah Ikut Campur: Tanyakan ke Bu Menkeu

Heboh Tunjangan Rumah DPR Tembus Rp50 Juta, Istana Ogah Ikut Campur: Tanyakan ke Bu Menkeu

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 16:41 WIB

Terkini

Polisi Sebut WFH ASN Bikin Jalanan Jakarta Lebih Lengang Hari Ini

Polisi Sebut WFH ASN Bikin Jalanan Jakarta Lebih Lengang Hari Ini

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:39 WIB

Geledah Rumah PNS dan Pihak Swasta, KPK Amankan Bukti Kasus Pemerasan dan Gratifikasi di Madiun

Geledah Rumah PNS dan Pihak Swasta, KPK Amankan Bukti Kasus Pemerasan dan Gratifikasi di Madiun

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:33 WIB

Ogah Santai Saat WFH Jumat, Pramono Anung Pantau Pengerukan Kanal Banjir Barat

Ogah Santai Saat WFH Jumat, Pramono Anung Pantau Pengerukan Kanal Banjir Barat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:31 WIB

Ngaku Bisa Atur Kasus Korupsi, 4 Petugas KPK Gadungan Ditangkap

Ngaku Bisa Atur Kasus Korupsi, 4 Petugas KPK Gadungan Ditangkap

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:28 WIB

WFH Jumat Perdana, Sebagian Kursi ASN Jakarta di Balai Kota Tak Terisi

WFH Jumat Perdana, Sebagian Kursi ASN Jakarta di Balai Kota Tak Terisi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:24 WIB

Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?

Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:44 WIB

Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng

Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:38 WIB

BRIN Kembangkan Teknologi Plasma, Mungkinkah Produksi Pupuk Lebih Ramah Lingkungan?

BRIN Kembangkan Teknologi Plasma, Mungkinkah Produksi Pupuk Lebih Ramah Lingkungan?

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:35 WIB

Gencatan Senjata Terancam Batal, Iran Bersumpah Bakal Hanguskan Seluruh Aset AS di Timur Tengah

Gencatan Senjata Terancam Batal, Iran Bersumpah Bakal Hanguskan Seluruh Aset AS di Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:32 WIB

Netanyahu Siap Negosiasi Langsung dengan Lebanon Usai Serangan Maut

Netanyahu Siap Negosiasi Langsung dengan Lebanon Usai Serangan Maut

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:16 WIB