DPRD PSI Geram: Jakarta Macet Parah, Ekonomi Terancam! Sindir Gubernur yang Terlena Data

Jum'at, 22 Agustus 2025 | 12:27 WIB
DPRD PSI Geram: Jakarta Macet Parah, Ekonomi Terancam! Sindir Gubernur yang Terlena Data
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Klaim Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bahwa kemacetan ibu kota membaik kini mendapat sentilan pedas dari parlemen Kebon Sirih. Anggota DPRD DKI dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau, mengaku heran mengapa masalah macet dan banjir tak kunjung tuntas, seraya menyindir Pemprov agar tidak cepat puas dengan data di atas kertas.

Menurutnya, realitas penderitaan warga di jalanan setiap hari sangat kontras dengan peringkat yang dibangga-banggakan oleh gubernur.

Bun Joi Phiau secara blak-blakan menyoroti klaim Pramono Anung soal membaiknya peringkat kemacetan Jakarta dalam Tomtom Traffic Index. Menurutnya, data tersebut tidak mencerminkan kondisi sesungguhnya.

“Jakarta sekarang berada di peringkat ke-5, atau mengalahkan Surabaya, Palembang, Medan, dan Bandung di peringkat pertama kota paling macet di Indonesia. Namun, kenyataannya kemacetan tetap terjadi dan kondisinya sangat parah di beberapa ruas seperti Jalan TB Simatupang dan Sudirman,” kata Bun kepada wartawan, Jumat (22/8/2025).

Ia pun melayangkan imbauan keras agar Pemprov tidak terlena.

"Saya mengimbau Pemprov DKI untuk tidak merasa nyaman dan cepat senang dengan pencapaian di indeks yang dikutip oleh Mas Pram itu," tambahnya.

Politisi PSI ini mengaku heran dengan ketidakmampuan Pemprov DKI dalam mengatasi masalah yang sebenarnya sudah jelas di depan mata. Menurutnya, penyebab macet sudah diketahui sejak lama, tapi tidak ada solusi yang efektif.

“Sebenarnya, kita sudah tahu apa yang menjadi penyebabnya. Antara lain, volume kendaraan tinggi, faktor hujan, sampai dengan proyek-proyek yang mengganggu," ucap Bun Joi.

"Akan tetapi, Pemprov DKI sepertinya tidak bisa menangani faktor-faktor tersebut, meskipun sudah tahu apa akar permasalahannya,” kritiknya.

Baca Juga: PSI Tolak Usulan Perubahan Badan Hukum PAM Jaya: Tak Diusulkan Komisi dan Fraksi

Bun juga mengingatkan bahwa dampak kemacetan ini jauh lebih besar dari sekadar membuat warga stres di jalan. Menurutnya, ini adalah ancaman serius bagi produktivitas dan perekonomian ibu kota.

“Macet ini dampaknya sangat besar. Salah satunya, warga Jakarta dan daerah-daerah lainnya jadi telat masuk kantor. Jika ini berlanjut, maka bukan tidak mungkin bisa menghambat ekonomi juga nantinya," ujarnya.

"Oleh karena itu, Pemprov DKI harus serius mengatasi masalah kemacetan ini,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI