BPOM Soroti Ulat dalam Makanan dan Kasus Keracunan di Proyek Makan Bergizi Gratis

Liberty Jemadu | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 22 Agustus 2025 | 20:27 WIB
BPOM Soroti Ulat dalam Makanan dan Kasus Keracunan di Proyek Makan Bergizi Gratis
Kondisi di Puskesmas Mlati II saat siswa diduga keracunan MBG berdatangan, Rabu (13/8/2025). [Hiskia/Suarajogja]

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan sederet persoalan serius dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG). Sepanjang program ini berjalan, tercatat 31 kejadian luar biasa (KLB) keracunan massal menimpa penerima manfaat, sebagian besar terjadi di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Tak berhenti di situ, BPOM juga mengungkap temuan lainnya, yakni 15 kasus makanan yang disajikan dalam program ini kedapatan sudah ada ulat.

"Berdasarkan data rekap kami, ada 31 kejadian luar biasa yang telah terjadi selama program ini berjalan. Memang tersebar di beberapa wilayah, yang paling banyak itu di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, itu cukup besar. Selain itu juga ada temuan lain selain KLB, misalkan kayak ada nih ditemukan makanan yang mengandung ulat, itu ada 15 kejadian," ungkap PFM Ahli Madya dari Direktorat Pengawasan Peredaran Pangan Olahan, Fitrianna Cahyaningrum dalam webinar BPOM, Kamis (21/8/2025).

Fitrianna menjelaskan, sesuai regulasi Peraturan Pemerintah No. 89 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan, masyarakat berhak melaporkan jika ada dugaan keracunan pangan. Laporan bisa masuk lewat puskesmas, klinik, atau pemerintah daerah setempat.

Setelah menerima laporan, BPOM bersama Dinas Kesehatan akan melakukan klarifikasi apakah memang terjadi KLB keracunan pangan (KLBKP). Prosesnya meliputi penyelidikan epidemiologi hingga pengujian laboratorium terhadap contoh makanan, bahkan spesimen dari korban seperti muntahan.

Langkah ini penting untuk memastikan penyebab keracunan, apakah akibat bakteri tertentu, sanitasi yang buruk, atau kontaminasi silang peralatan.

"Artinya, ada aspek-aspek yang perlu diperbaiki. Apakah pengolah pangannya, apakah misalkan hygien sanitasinya, atau dari cross kontaminasi peralatan. Konfirmasi perlu dilakukan lewat uji sampel pangan maupun sisa makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan,” jelas Fitrianna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPOM Ungkap 31 Kasus Keracunan Massal MBG, BGN Langsung Pasang Badan Targetkan Nol Kasus

BPOM Ungkap 31 Kasus Keracunan Massal MBG, BGN Langsung Pasang Badan Targetkan Nol Kasus

News | Jum'at, 22 Agustus 2025 | 15:13 WIB

Rahasia di Balik Makan Bergizi Gratis: Efek Ekonomi Dahsyat yang Tak Terduga

Rahasia di Balik Makan Bergizi Gratis: Efek Ekonomi Dahsyat yang Tak Terduga

Video | Selasa, 19 Agustus 2025 | 17:20 WIB

44 Persen Anggaran Pendidikan Buat MBG? Guru Besar UIN Sebut Prabowo Langgar Konstitusi!

44 Persen Anggaran Pendidikan Buat MBG? Guru Besar UIN Sebut Prabowo Langgar Konstitusi!

News | Senin, 18 Agustus 2025 | 14:36 WIB

Skandal Anggaran Pendidikan 2026: P2G Bongkar Hampir Setengah Dana Pendidikan Dialokasikan Buat MBG

Skandal Anggaran Pendidikan 2026: P2G Bongkar Hampir Setengah Dana Pendidikan Dialokasikan Buat MBG

News | Senin, 18 Agustus 2025 | 12:43 WIB

Atraksi Drone dan Kembang Api Hiasi Puncak Perayaan HUT RI ke-80

Atraksi Drone dan Kembang Api Hiasi Puncak Perayaan HUT RI ke-80

Foto | Senin, 18 Agustus 2025 | 09:00 WIB

Terkini

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:42 WIB

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:28 WIB

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:24 WIB

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:21 WIB

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:53 WIB

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:47 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:15 WIB

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:29 WIB