Ironi Wamenaker Bela Buruh, Kini Terjerat Korupsi Sertifikasi K3: Pengkhianatan Kaum Pekerja?

Chandra Iswinarno, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 22 Agustus 2025 | 23:35 WIB
Ironi Wamenaker Bela Buruh, Kini Terjerat Korupsi Sertifikasi K3: Pengkhianatan Kaum Pekerja?
Wamenaker Immanuel Ebenezer (kedua kanan) bersama tersangka lainnya saat dihadirkan pada konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (22/8/2025). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc]

Suara.com - Kabar terjeratnya Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer dalam kasus dugaan korupsi pemerasan memicu sentimen ironi dan kekecewaan mendalam, terutama dari kalangan yang selama ini ia klaim bela, kaum buruh.

Koordinator Dewan Buruh Nasional Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Nining Elitos, menyuarakan keprihatinan tersebut. 

Menurutnya, figur Noel yang selama ini dikenal berani bersuara atas ketidakadilan yang dialami buruh, kini justru tersandung kasus yang menusuk jantung perlindungan pekerja.

Kekecewaan Nining semakin dalam saat mengetahui dugaan pemerasan itu berkaitan langsung dengan pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sebuah aspek fundamental bagi perlindungan nyawa buruh di tempat kerja.

"Ini merupakan keprihatinan dan sangat disayangkan yang mendalam di mana seharusnya melakukan peran dan fungsinya dengan baik agar bisa membawa perbaikan atas kondisi perburuhan yang masih buruk dan lemah," kata Nining saat dihubungi Suara.com, Jumat (22/8/2025).

Menurutnya, tindakan Noel sangat kontradiktif dengan citra yang selama ini dibangun dan kebutuhan mendesak di dunia perburuhan.

Korupsi di Sektor Krusial yang Terabaikan

Nining menyoroti bahwa kasus ini terjadi di sektor yang ironisnya masih menjadi titik lemah dalam sistem ketenagakerjaan di Indonesia. 

Persoalan K3, menurutnya, belum menjadi prioritas utama pemerintah maupun perusahaan.

"Termasuk masih minimnya ruang aman bagi kaum buruh perempuan serta kesehatan, keselamatan kerja yang belum menjadi prioritas utama," kata Nining.

Fakta bahwa dugaan pemerasan terjadi pada pos anggaran yang bertujuan melindungi buruh dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, menunjukkan adanya celah sistemik yang dieksploitasi oleh pejabat publik.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto telah mengonfirmasi penangkapan terhadap Wamenaker Immanuel Ebenezer. 

Kasus ini membongkar dugaan praktik kotor dalam penerbitan sertifikasi K3, yang merupakan serangkaian standar dan kegiatan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi seluruh pekerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Mulai 'Sapu Bersih': Noel Jadi yang Pertama, Siapa Target Selanjutnya?

Prabowo Mulai 'Sapu Bersih': Noel Jadi yang Pertama, Siapa Target Selanjutnya?

News | Jum'at, 22 Agustus 2025 | 23:16 WIB

Noel Catat Rekor: Tersangka Korupsi Pertama Kabinet Prabowo, Akankah Ada Episode Lanjutan?

Noel Catat Rekor: Tersangka Korupsi Pertama Kabinet Prabowo, Akankah Ada Episode Lanjutan?

News | Jum'at, 22 Agustus 2025 | 23:06 WIB

Berderai Air Mata Berharap Amnesti Prabowo, Tangisan Noel Dibalas Surat Pemecatan

Berderai Air Mata Berharap Amnesti Prabowo, Tangisan Noel Dibalas Surat Pemecatan

News | Jum'at, 22 Agustus 2025 | 22:37 WIB

Terkini

Misteri Tas Hitam di Pinang Ranti: Isinya Bikin Ibu-ibu Gemetar, Siapa Pemiliknya?

Misteri Tas Hitam di Pinang Ranti: Isinya Bikin Ibu-ibu Gemetar, Siapa Pemiliknya?

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:44 WIB

Cara Turis Indonesia Dapat Fasilitas Bebas Visa Korea Selatan, Berlaku Sampai Desember 2026

Cara Turis Indonesia Dapat Fasilitas Bebas Visa Korea Selatan, Berlaku Sampai Desember 2026

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:42 WIB

Studi: Laju Dekarbonisasi Bangunan Global Belum Sejalan dengan Target Iklim, Apa Dampaknya?

Studi: Laju Dekarbonisasi Bangunan Global Belum Sejalan dengan Target Iklim, Apa Dampaknya?

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:35 WIB

Pengelolaan Air Berkelanjutan Dinilai Mendesak di Tengah Tekanan Industri dan Iklim

Pengelolaan Air Berkelanjutan Dinilai Mendesak di Tengah Tekanan Industri dan Iklim

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:19 WIB

Perjanjian Ibrahim Cara Trump Paksa Negara Arab 'Bermesraan' dengan Israel

Perjanjian Ibrahim Cara Trump Paksa Negara Arab 'Bermesraan' dengan Israel

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:14 WIB

Miris! Korban Luka Berat di Otak, Pelaku Anak di Singkawang Malah Pamer Respons Tanpa Empati

Miris! Korban Luka Berat di Otak, Pelaku Anak di Singkawang Malah Pamer Respons Tanpa Empati

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:13 WIB

Bukan karena Disembelih, 2 Kerbau Kurban di Kudus Tumbang Didor Polisi

Bukan karena Disembelih, 2 Kerbau Kurban di Kudus Tumbang Didor Polisi

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:13 WIB

Rp 1,3 Triliun Digelontorkan untuk Pembangunan Jalan di Sumut

Rp 1,3 Triliun Digelontorkan untuk Pembangunan Jalan di Sumut

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:04 WIB

Perang AS vs Iran Kembali Meledak! Kuwait Langsung Aktifkan Pertahanan Udara

Perang AS vs Iran Kembali Meledak! Kuwait Langsung Aktifkan Pertahanan Udara

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:03 WIB

Gerakan Pilah Sampah Jakarta Masih Berproses, Dampaknya Belum Terlihat

Gerakan Pilah Sampah Jakarta Masih Berproses, Dampaknya Belum Terlihat

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:59 WIB