Siapa Ahmad Sahroni? Politisi NasDem yang Murka Sebut Seruan Bubarkan DPR Ide 'Orang Tolol Sedunia'

Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Sabtu, 23 Agustus 2025 | 13:55 WIB
Siapa Ahmad Sahroni? Politisi NasDem yang Murka Sebut Seruan Bubarkan DPR Ide 'Orang Tolol Sedunia'
Siapa Ahmad Sahroni? Politisi NasDem yang Murka Sebut Seruan Bubarkan DPR Ide 'Orang Tolol Sedunia' (Instagram/@ahmadsahroni88)

Suara.com - Jagat politik Indonesia kembali dihangatkan oleh pernyataan pedas politisi Partai NasDem, Ahmad Sahroni. Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini meledak saat menanggapi seruan pembubaran DPR yang ramai di media sosial, dengan menyebutnya sebagai gagasan "orang tolol sedunia".

Ucapan keras ini sontak menjadi sorotan dan menambah panjang daftar kontroversi pria yang dijuluki 'Crazy Rich Tanjung Priok' itu.

"Orang yang menyuarakan pembubaran DPR itu mentalnya tolol sedunia. Catat, ya," hardik Sahroni saat kunjungan kerja ke Mapolda Sumatera Utara, Jumat (22/8/2025).

Menurutnya, wacana tersebut akan merusak tatanan negara karena DPR memiliki fungsi vital dalam legislasi, pengawasan, dan representasi rakyat.

"Kalau dihapus, negara ini bisa lumpuh," tambahnya.

Pernyataan ini menjadi puncak dari serangkaian respons defensif Sahroni terhadap kritik publik yang deras menghantam parlemen. Sebelumnya, ia menjadi bemper atas sorotan kenaikan gaji dan tunjangan dewan hingga protesnya terhadap metode Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Lantas, siapakah sebenarnya Ahmad Sahroni? Bagaimana rekam jejak karier politik dan sederet kontroversi yang melingkupinya? Berikut ulasan mendalam Suara.com.

Dari Tukang Semir Sepatu Menjadi 'Sultan Tanjung Priok'

Lahir di Jakarta pada 8 Agustus 1977, kehidupan Ahmad Sahroni adalah antitesis dari kemewahan yang kini melekat padanya.

Dibesarkan dalam kondisi ekonomi yang pas-pasan di kawasan pelabuhan Tanjung Priok, ibunya merupakan seorang penjual nasi padang.

Untuk membantu keluarga dan membiayai sekolah, Sahroni kecil tak segan melakoni berbagai pekerjaan serabutan, mulai dari tukang semir sepatu, ojek payung, hingga tukang es campur.

Selepas SMA, nasib membawanya menjadi sopir 'tembak' untuk seorang bos perusahaan yang bergerak di bidang bahan bakar minyak khusus kapal.

Ahmad Sahroni (instagram)
Ahmad Sahroni (instagram)

Dari sinilah, ia mulai merajut jejaring dan pengalamannya di dunia bisnis maritim. Sempat menjadi awak kapal pesiar yang berlayar hingga ke Amerika Serikat, Sahroni kembali ke Indonesia dan meniti karier dari bawah di perusahaan tempat ia pernah menjadi sopir.

Berkat kegigihannya, kariernya meroket hingga posisi direktur.

Puncak kesuksesan bisnisnya adalah ketika ia mendirikan perusahaan sendiri di bidang pengangkutan bahan bakar kapal dan penyewaan kapal.

Bisnis inilah yang mengantarkannya pada pundi-pundi kekayaan hingga membuatnya dijuluki 'Crazy Rich Tanjung Priok'. Julukan ini semakin melekat dengan hobinya mengoleksi mobil-mobil mewah dan perannya sebagai ketua komunitas Ferrari Indonesia.[5] Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 2020, kekayaannya tercatat lebih dari Rp227 miliar.

Terjun ke Politik dan Melenggang ke Senayan

Berbekal kesuksesan di dunia usaha, Sahroni memutuskan untuk terjun ke panggung politik dengan bergabung bersama Partai NasDem.

Kariernya di partai besutan Surya Paloh itu terbilang moncer. Ia pernah menjabat sebagai Bendahara DPW NasDem DKI Jakarta (2013-2014) sebelum akhirnya didapuk menjadi Bendahara Umum DPP Partai NasDem sejak 2019 hingga sekarang.

Pada Pemilu 2014, ia berhasil melenggang ke Senayan sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta III yang meliputi Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu.

Puncaknya, pada periode kedua masa jabatannya (2019-2024), Sahroni dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan.

Sederet Kontroversi Crazy Rich Sahroni

Di balik kisah suksesnya yang inspiratif, perjalanan Sahroni sebagai pejabat negara kerap diwarnai berbagai pernyataan dan sikap kontroversial yang memicu perdebatan publik.

1. Membela Kenaikan Gaji dan Tunjangan DPR

Belum lama ini, saat publik ramai mengkritik kenaikan pendapatan anggota DPR yang dinilai fantastis, Sahroni tampil sebagai salah satu pembela utama. Ia berargumen bahwa uang yang diterima para legislator pada akhirnya akan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program kerja dan bantuan di daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

"Kita anggota DPR ini sangat menyadari bahwa kita merupakan pejabat publik yang digaji oleh masyarakat, dan pada akhirnya uang tersebut akan kembali ke masyarakat," kata Sahroni dalam keterangannya, Rabu (20/8/2025).

Ia mengklaim banyak anggota dewan yang tidak mempublikasikan kegiatan sosial mereka, namun masyarakat di dapil tetap merasakan manfaatnya.

2. Protes Keras Metode OTT KPK

Sikap kontroversial lainnya ditunjukkan Sahroni saat Rapat Kerja Komisi III DPR dengan pimpinan KPK. Ia melancarkan protes keras terhadap metode OTT yang menyasar kader NasDem, Bupati Kolaka Timur Abdul Azis, yang ditangkap usai mengikuti Rakernas partainya.

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc)
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc)

Sahroni mempersoalkan definisi OTT jika penangkapan dilakukan di waktu dan tempat yang berbeda dari saat transaksi terjadi.

Secara mengejutkan, ia bahkan meminta KPK untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan pimpinan partai politik sebelum menangkap kader yang terjerat korupsi.

"Kenapa akhirnya Ketua Umum (Surya Paloh) saya memerintahkan saya untuk menyampaikan ini secara langsung? Kita semua di sini delapan partai, jangan sampai lembaga parpol yang ada di bumi ini kita enggak dihargai, Pak," tegasnya.

Pernyataan ini menuai kritik tajam karena dianggap sebagai bentuk intervensi terhadap proses penegakan hukum.

Murka Sebut Seruan Bubarkan DPR 'Tolol Sedunia'

Terbaru, ucapan kasarnya yang menyebut penyeru pembubaran DPR sebagai "orang tolol sedunia" menjadi puncak kegeraman Sahroni atas kritik publik.

Pernyataan ini dilontarkan sebagai respons atas derasnya tagar dan seruan pembubaran DPR di media sosial, yang dipicu oleh kekecewaan publik terhadap kinerja dan pendapatan dewan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kuliti Modus Noel dkk Cekik Buruh, Eks Penyidik KPK Geleng-geleng: Matematika Korupsinya Dahsyat!

Kuliti Modus Noel dkk Cekik Buruh, Eks Penyidik KPK Geleng-geleng: Matematika Korupsinya Dahsyat!

News | Sabtu, 23 Agustus 2025 | 13:09 WIB

Hasil Palak Noel Ebenezer Bak 'Showroom' Kendaraan Mewah, Rocky Gerung: Festival Keserakahan!

Hasil Palak Noel Ebenezer Bak 'Showroom' Kendaraan Mewah, Rocky Gerung: Festival Keserakahan!

News | Sabtu, 23 Agustus 2025 | 11:52 WIB

Juluki Irvian Bobby 'Sultan' Kemenaker, Modus Noel Ebenezer Palak Rp3 Miliar buat Renovasi Rumah!

Juluki Irvian Bobby 'Sultan' Kemenaker, Modus Noel Ebenezer Palak Rp3 Miliar buat Renovasi Rumah!

News | Sabtu, 23 Agustus 2025 | 11:44 WIB

DPR Tunjangan Naik, Crazy Rich Sahroni Balas Nyinyiran Publik: Gak Senang Lihat Orang Senang!

DPR Tunjangan Naik, Crazy Rich Sahroni Balas Nyinyiran Publik: Gak Senang Lihat Orang Senang!

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 09:45 WIB

Ngaku Diperintah Surya Paloh, Sahroni Blak-blakan Protes OTT KPK: Republik Ini Gak Ada yang Bersih!

Ngaku Diperintah Surya Paloh, Sahroni Blak-blakan Protes OTT KPK: Republik Ini Gak Ada yang Bersih!

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 16:55 WIB

Terkini

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:42 WIB

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:28 WIB

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:24 WIB

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:21 WIB

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:53 WIB

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:47 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:15 WIB

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:29 WIB