Mensos Gus Ipul Bantah Pihaknya Terlambat Tangani Kasus Balita Raya yang Tubuhnya Penuh Cacing

Sumarni

Senin, 25 Agustus 2025 | 11:18 WIB
Mensos Gus Ipul Bantah Pihaknya Terlambat Tangani Kasus Balita Raya yang Tubuhnya Penuh Cacing
Saifullah Yusuf alias Gus Ipul (Instagram)

Suara.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf angkat bicara soal kasus kematian balita Raya di Sukabumi akibat tubuhnya dipenuhi cacing.

Menurutnya, kasus ini bisa jadi pembelajaran untuk benar-benar menyisir warga yang membutuhkan perlindungan.

"Jadi ini satu pembelajaran buat kita semua untuk supaya benar-benar bisa menyisir warga-warga kita yang memang memerlukan perlindungan dan jaminan sosial," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut.

Lebih lanjut, Gus Ipul pun menyebut pihaknya sudah turun tangan untuk melakukan asesmen.

"Kementerian Sosial juga sudah turun untuk melakukan asesmen, dan sekarang kakaknya atau adiknya itu ya, orang tuanya, kakaknya atau adiknya sedang dalam asesmen," sambungnya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam Sosialisasi Program Persiapan Sekolah Rakyat yang digelar secara daring, Jakarta, Minggu (27/7/2025). [Suara.com/Lilis]
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul). [Suara.com/Lilis]

Gus Ipul menerangkan, asesmen itu dilakukan agar keluarga Raya bisa dipindahkan ke sentra yang dikelola oleh Kemensos. Ia memastikan keluarga Raya akan didampingi di sana.

"Nanti akan dimasukkan ke sentra kita yang ada di Sukabumi," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, ia pun membantah Dinas Sosial Sukabumi terlambat mengatasi kasus Raya.

Sebab, identitas Raya sempat dikabarkan tidak tercatat dalam Dinas Sosial lantaran tidak memiliki data administrasi kependudukan, yang menyebabkan dirinya juga tidak mendapatkan fasilitas BPJS.

baca juga

Maka dari itu, menurut Gus Ipul, penanganan kasus Raya mengingatkan pentingnya data kependudukan bagi warga.

"Sebenarnya tidak ada keterlambatan ini adalah salah satu hal yang menjadi bagian dari strategi Presiden untuk konsolidasi data. Jadi pendataan ini menjadi sangat penting karena banyak sekali warga kita ini yang belum terdata, baik itu lewat Dukcapil maupun tentu lewat data tunggal sosial ekonomi nasional," katanya.

Tanggapan Menkes Budi soal Kasus Raya

Kasus Kematian Raya
Kasus Kematian Raya

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menyoroti kasus balita bernama Raya yang meninggal dengan banyak cacing di dalam tubuhnya.

Dalam wawancaranya, Budi mengklaim jika kematian tersebut bukan disebabkan cacingan, karena penyakit cacing dipastikan tak menyebabkan kematian.

Budi menyebut kasus kematian itu diduga kuat disebabkan karena infeksi.

"Cacingan tidak menyebabkan kematian. Jadi, yang kemarin kematiannya itu bukan karena cacingan. Kematiannya karena infeksi," papar Budi.

Budi pun menegaskan jika infeksi berat yang menyebabkan sepsis pada Raya diduga dipicu oleh penyakit yang telah diderita selama berbulan-bulan, seperti batuk berdahak berkepanjangan.

Budi pun menyebut kemungkinan diagnosis awal Raya mengarah pada meningitis atau tuberkulosis (TBC).

"Selama 3 bulan, dia (Raya) batuk berdahak tanpa henti, tubuhnya melemah, sehingga bakteri menyebar ke seluruh tubuh. Itu yang disebut sepsis," ujar Budi.

Mengambil pelajaran dari kejadian ini, Budi minta masyarakat yang mengalami sakit untuk memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis dari pemerintah. Budi tidiak ingin, kejadian serupa tak terulang.

"Untuk itu kita memastikan dicek kesehatan gratis ini, kan nanti lagi jalan nih, TBC, cacing itu nanti kita cek. Sehingga kalau ketahuan lebih dini, harusnya nggak kejadian seperti itu, ini kan sudah sangat terlambat," pesan Budi.

"Kita ingin memastikan bahwa di cek kesehatan gratis, ini Pak Prabowo ingin agar 280 juta itu cek kesehatan gratis karena infeksi. Kalau itu ketahuan lebih dini, harusnya nggak usah sampai meninggal kan," pungkasnya.

Sebelumnya, kematian Raya mendapat sorotan publik. Balita yang tinggal di Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, itu diketahui tinggal bersama ibu dengan gangguan jiwa dan ayahnya yang juga menderita TBC.

Raya ditemukan tim pegiat sosial dalam kondisi kritis dan sempat dibawa ke rumah sakit pada 13 Juli 2025. Selama perawatan, dari tubuhnya dikeluarkan cacing hidup hingga seberat 1 kilogram.

Bahkan hasil CT scan menunjukkan cacing dan telurnya sudah menyebar ke otak. Dia akhirnya meninggal pada 22 Juli 2025.

Kontributor : Anistya Yustika

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Budi Gunadi Sadikin Klaim Penyebab Kematian Raya Bukan Gegara Cacingan

Menkes Budi Gunadi Sadikin Klaim Penyebab Kematian Raya Bukan Gegara Cacingan

News | Minggu, 24 Agustus 2025 | 21:22 WIB

Definisi Anak Tunggal Kaya Raya, Aira Yudohoyono Kepergok Pakai Tas dan Jam Tangan Ratusan Juta!

Definisi Anak Tunggal Kaya Raya, Aira Yudohoyono Kepergok Pakai Tas dan Jam Tangan Ratusan Juta!

Lifestyle | Sabtu, 23 Agustus 2025 | 13:15 WIB

Raya Bocah Meninggal Penuh Cacing Viral, Rumah dan Lingkungan Disorot

Raya Bocah Meninggal Penuh Cacing Viral, Rumah dan Lingkungan Disorot

Video | Sabtu, 23 Agustus 2025 | 09:00 WIB

Menko PMK: Kematian Anak Akibat Cacing di Sukabumi Peringatan Keras! Pemerintah Ambil Tindakan

Menko PMK: Kematian Anak Akibat Cacing di Sukabumi Peringatan Keras! Pemerintah Ambil Tindakan

Video | Senin, 25 Agustus 2025 | 09:00 WIB

Viral Anak Meninggal di Sukabumi Bukan karena Cacingan! Menkes Ungkap Fakta Mengejutkan di Baliknya

Viral Anak Meninggal di Sukabumi Bukan karena Cacingan! Menkes Ungkap Fakta Mengejutkan di Baliknya

Video | Minggu, 24 Agustus 2025 | 09:00 WIB

Tragedi Cacingan Sukabumi: Menko PMK Akui SOP Lemah di Balik Kematian Balita Raya

Tragedi Cacingan Sukabumi: Menko PMK Akui SOP Lemah di Balik Kematian Balita Raya

News | Jum'at, 22 Agustus 2025 | 19:00 WIB

Terkini

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:39 WIB

Ratusan Rider Cilik Adu Cepat di JMTB Pushbike Competition 2026: Semua Bawa Pulang Trofi!

Ratusan Rider Cilik Adu Cepat di JMTB Pushbike Competition 2026: Semua Bawa Pulang Trofi!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:37 WIB

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:30 WIB

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:10 WIB

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

News | Minggu, 01 November 2026 | 08:04 WIB

Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban

Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:00 WIB

Cara Membersihkan Mesin Cuci 1 Tabung Tanpa Dibongkar, Praktis dan Mudah

Cara Membersihkan Mesin Cuci 1 Tabung Tanpa Dibongkar, Praktis dan Mudah

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 07:58 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp1,235 Triliun, Pemprov Riau Kebagian Rp30 M untuk Karhutla

Pemerintah Kucurkan Rp1,235 Triliun, Pemprov Riau Kebagian Rp30 M untuk Karhutla

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 07:43 WIB

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

News | Minggu, 01 November 2026 | 07:37 WIB

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:30 WIB

×