Tak Setuju Ada Gerbong Merokok, Wapres Gibran Usulkan Ruang Laktasi di Kereta

Sumarni, Tiara Rosana

Senin, 25 Agustus 2025 | 12:00 WIB
Tak Setuju Ada Gerbong Merokok, Wapres Gibran Usulkan Ruang Laktasi di Kereta
Wapres Gibran Rakabuming Raka. [ANTARA]

Suara.com - Wacana munculnya gerbong khusus perokok di kereta api sempat jadi sorotan publik.

Ide tersebut pertama kali disampaikan anggota DPR Fraksi PKB, Nasim Khan, yang menilai banyak penumpang kereta merupakan perokok aktif sehingga sebaiknya diberi ruang tersendiri.

Namun, usulan itu langsung menuai pro-kontra. Salah satu yang menolak tegas adalah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

Menurutnya, gerbong merokok tidak sejalan dengan program prioritas pemerintah, terutama di bidang kesehatan.

"Ini kan program di sektor kesehatan sudah jelas program-programnya. Ada cek kesehatan gratis, ada pemberantasan stunting, di Kemenkes juga ada pembangunan rumah sakit-rumah sakit baru," kata Gibran dalam keterangannya belum lama ini.

Gibran Rakabuming Raka (Ist)
Gibran Rakabuming Raka (Ist)

Selain tidak sinkron dengan visi Presiden Jokowi, Gibran mengingatkan bahwa transportasi umum memang masuk kategori kawasan bebas rokok.

Aturan tersebut tercantum dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, hingga Surat Edaran Nomor 29 Tahun 2014 tentang larangan merokok di sarana angkutan umum.

"Sekali lagi, untuk bapak, ibu anggota DPR yang terhormat, saya mohon maaf, ini masukannya kurang sinkron dengan program dari Bapak Presiden," tegas anak sulung Presiden Jokowi tersebut. 

Meski begitu, Gibran menekankan semua masukan tetap akan ditampung PT KAI untuk peningkatan pelayanan ke depan. Hanya saja, dia menyebut ada skala prioritas yang lebih penting.

baca juga

Alih-alih gerbong merokok, Gibran justru menyarankan adanya fasilitas tambahan untuk kelompok rentan, seperti ibu hamil, balita, lansia, hingga penyandang disabilitas.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Rakabuming saat kunjungan kerja ke Poso. (YouTube Wapres RI)
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Rakabuming saat kunjungan kerja ke Poso. (YouTube Wapres RI)

"Jika ada ruang fiskal, ya kalau pendapat saya pribadi, lebih baik diprioritaskan untuk misalnya ibu hamil, ibu menyusui, balita, lansia, kaum difabel," tuturnya.

Gibran bahkan mengusulkan agar KAI mempertimbangkan ruang laktasi di dalam kereta. Menurutnya, fasilitas tersebut akan jauh lebih bermanfaat ketimbang gerbong khusus perokok.

"Jadi misalnya ada ruang laktasi di gerbongnya, mungkin toiletnya, kamar mandinya bisa dilebarkan sehingga ibu-ibu bisa mengganti popok bayi dengan lebih nyaman. Saya kira itu lebih prioritas," ucap Gibran.

"Ini nanti tergantung dengan kekuatan fiskal yang ada di internal KAI," tambahnya.

Sebagaimana diketahui, usulan dibuat satu gerbong khusus perokok di kereta api disampaikan Nasim Khan dalam rapat Komisi VI DPR bersama PT KAI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 20 Agustus 2025 lalu.

Menurutnya, gerbong khusus tersebut bisa menambah keuntungan perusahaan sekaligus mengakomodasi penumpang yang ingin merokok.

"Nah paling tidak, ini ada masukan juga, gerbong yang selama ini.. Dulu ada, tapi setelah itu dihilangkan, ada lah sisakan satu gerbong untuk kafe, untuk ngopi, paling tidak di situ untuk smoking area. Karena banyak kereta ini tidak ada smoking area, Pak Bobby," kata Nasim Khan dengan ekspresi yakin.

Nasim Khan dengan percaya diri mengemukakan idenya. Menurutnya, smoking area gerbong kereta sangat dibutuhkan lantaran kereta api merupakan moda transportasi jarak jauh.

"Satu (gerbong) saja, untuk kafe dan smoking, karena delapan jam, perjalanan jauh, pak. Saya yakin itu pasti bermanfaat dan menguntungkan buat kereta api, pasti banyak itu (peminatnya)," tutur Nasim.

Selain Wapres Gibran, usulan Nasim Khan juga telah ditolak oleh PT KAI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wapres Gibran Komentari Usul DPR Soal Gerbong Kereta Khusus Perokok: Gak Sinkron!

Wapres Gibran Komentari Usul DPR Soal Gerbong Kereta Khusus Perokok: Gak Sinkron!

News | Senin, 25 Agustus 2025 | 08:17 WIB

Ditekan Tretan Muslim Soal Tunjangan DPR, Gibran: Muka Saya Memang Kayak Gitu

Ditekan Tretan Muslim Soal Tunjangan DPR, Gibran: Muka Saya Memang Kayak Gitu

News | Minggu, 24 Agustus 2025 | 17:26 WIB

Gibran Balas DPR yang Minta Gerbong Perokok di Kereta: Tak Sinkron dengan Program Kesehatan Prabowo

Gibran Balas DPR yang Minta Gerbong Perokok di Kereta: Tak Sinkron dengan Program Kesehatan Prabowo

News | Minggu, 24 Agustus 2025 | 16:50 WIB

Wapres Gibran Bungkam soal Tunjangan DPR, Pilih Lempar Bola Panas

Wapres Gibran Bungkam soal Tunjangan DPR, Pilih Lempar Bola Panas

News | Minggu, 24 Agustus 2025 | 16:44 WIB

Gibran Buka Suara Soal OTT Wamenaker: Pemerintah Tidak Akan Intervensi KPK!

Gibran Buka Suara Soal OTT Wamenaker: Pemerintah Tidak Akan Intervensi KPK!

Video | Minggu, 24 Agustus 2025 | 16:01 WIB

Gibran Skakmat Usul Gerbong Perokok Oleh Anggota DPR: Mending Bikin Ruang Ganti Popok

Gibran Skakmat Usul Gerbong Perokok Oleh Anggota DPR: Mending Bikin Ruang Ganti Popok

News | Minggu, 24 Agustus 2025 | 15:58 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×