Ray Rangkuti Sindir Pansus 'Fufufafa', Isu Gibran Bisa Jadi Drama Politik Tak Berujung

Denada S Putri

Senin, 25 Agustus 2025 | 15:39 WIB
Ray Rangkuti Sindir Pansus 'Fufufafa', Isu Gibran Bisa Jadi Drama Politik Tak Berujung
Kolase foto Gibran dan Fufufafa. (tangkapan layar/ist)

Suara.com - Pesta demokrasi usai, namun peta politik nasional kembali bergolak.

Bukan lagi soal rivalitas Pilpres, melainkan wacana pemakzulan terhadap Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka yang mulai menyeruak ke permukaan.

Pengamat politik Ray Rangkuti menilai, isu ini tak bisa dipandang sekadar polemik hukum.

Lebih dari itu, ia menyebut pemakzulan bisa menjadi “kartu politik” untuk menekan pengaruh dinasti Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam lingkar kekuasaan baru.

"Isu pemakzulan Gibran bisa menjadi 'kartu' yang dimainkan untuk menekan kekuatan politik keluarga Jokowi," ujar Ray dalam podcast Forum Keadilan TV, dikutip dari YouTube, Senin, 25 Agustus 2025.

Menurut Ray, posisi Gibran ibarat titik rawan yang bisa dimanfaatkan sebagai alat tawar dalam percaturan elite.

Namun menariknya, justru Partai Gerindra—partai utama pengusung Prabowo—tampak memilih bersikap pasif.

Diamnya Gerindra membuat publik berspekulasi adanya strategi politik tersembunyi.

Ray menduga sikap ambigu ini bukan tanpa alasan.

baca juga

Ada kemungkinan isu pemakzulan sengaja dibiarkan bergulir agar bisa menjadi bargaining tool di internal koalisi, khususnya untuk menyeimbangkan besarnya pengaruh keluarga Jokowi.

Bahkan, Ray mengingatkan bahwa drama politik ini berpotensi sengaja diperpanjang, serupa dengan polemik Bank Century yang tak kunjung selesai.

"Isu ini bisa saja dibuat berlarut-larut seperti kasus Bank Century, misalnya dengan membentuk Pansus 'Fufufafa'," katanya dengan nada satir.

Sementara Gerindra memilih diam, Partai Golkar justru tampil jelas menolak wacana pemakzulan.

Kontrasnya sikap antarpartai pendukung Prabowo-Gibran ini memperlihatkan adanya perbedaan kepentingan di tubuh koalisi.

Dinamika tersebut menegaskan bahwa pemerintahan baru belum sepenuhnya solid.

Isu pemakzulan Gibran kini menjelma menjadi bidak catur yang diperebutkan elite untuk mengamankan posisi dan dominasi di era kekuasaan berikutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pendukung 02, Bang Madun Kini Tagih Janji Prabowo dan Gibran: Lihat ke Bawah Pak!

Pendukung 02, Bang Madun Kini Tagih Janji Prabowo dan Gibran: Lihat ke Bawah Pak!

Entertainment | Senin, 25 Agustus 2025 | 15:18 WIB

Gerindra Diam, Golkar Pasang Badan: Isu Pemakzulan Gibran 'Kartu' Prabowo Redam Pengaruh Jokowi?

Gerindra Diam, Golkar Pasang Badan: Isu Pemakzulan Gibran 'Kartu' Prabowo Redam Pengaruh Jokowi?

News | Senin, 25 Agustus 2025 | 15:16 WIB

Tak Setuju Ada Gerbong Merokok, Wapres Gibran Usulkan Ruang Laktasi di Kereta

Tak Setuju Ada Gerbong Merokok, Wapres Gibran Usulkan Ruang Laktasi di Kereta

News | Senin, 25 Agustus 2025 | 12:00 WIB

Terkini

Biaya Perang AS-Iran Telan Rp583 Triliun dalam 6 Bulan, Bikin AS di Ambang Krisis?

Biaya Perang AS-Iran Telan Rp583 Triliun dalam 6 Bulan, Bikin AS di Ambang Krisis?

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:37 WIB

Ditahan Kelompok Bersenjata di Papua, Aris Sanda Ditemukan Tewas Bersama Mobil Terbakar

Ditahan Kelompok Bersenjata di Papua, Aris Sanda Ditemukan Tewas Bersama Mobil Terbakar

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:36 WIB

Ribuan Warga di Kepri Terjangkit ISPA, Madrasah Belajar dari Rumah Akibat Kabut Asap

Ribuan Warga di Kepri Terjangkit ISPA, Madrasah Belajar dari Rumah Akibat Kabut Asap

Batam | Rabu, 16 September 2026 | 13:35 WIB

Mengapa Bogor Tak Lagi Sedingin Dulu? Pakar IPB Ungkap Alasannya

Mengapa Bogor Tak Lagi Sedingin Dulu? Pakar IPB Ungkap Alasannya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 13:35 WIB

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:26 WIB

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

7 Cara Menata Area Teras dan Foyer Rumah sebagai Mulut Chi Penarik Keberuntungan

7 Cara Menata Area Teras dan Foyer Rumah sebagai Mulut Chi Penarik Keberuntungan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

Menilik Sisi Rapuh Stray Kids Lewat Lagu Sorry, I Love You, Bikin Nyesek!

Menilik Sisi Rapuh Stray Kids Lewat Lagu Sorry, I Love You, Bikin Nyesek!

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 13:24 WIB

Datang Jadi Saksi, Pulang Masuk Bui: Pak Dur Ditahan Usai Cekcok dengan Anggota DPRD Malang

Datang Jadi Saksi, Pulang Masuk Bui: Pak Dur Ditahan Usai Cekcok dengan Anggota DPRD Malang

Malang | Rabu, 16 September 2026 | 13:22 WIB

×