Ekonom Soroti Jeritan Rakyat Kecil: Subsidi Dicabut, PBB Mencekik, Insentif Mengalir ke Orang Kaya

Budi Arista Romadhoni | Suara.com

Selasa, 26 Agustus 2025 | 14:02 WIB
Ekonom Soroti Jeritan Rakyat Kecil: Subsidi Dicabut, PBB Mencekik, Insentif Mengalir ke Orang Kaya
Ekonom Anthony Budiawan saat di Podcast Forum Keadilan TV. [YouTube]
Kesimpulan
  • Subsidi dicabut, pajak rakyat kecil makin naik.
  • Elit dapat insentif mewah, jurang makin lebar.
  • Sistem pajak regresif, rakyat rawan gejolak.

Suara.com - Kebijakan pemerintah kembali menuai sorotan tajam, kali ini datang dari ekonom Anthony Budiawan yang menuding pemerintah telah mencederai rakyat kecil dengan serangkaian kebijakan fiskal yang timpang.

Dalam analisisnya, ia mengungkap adanya 'pukulan ganda' yang diterima masyarakat menengah ke bawah.

Di satu sisi, subsidi untuk kebutuhan esensial rakyat dicabut dan pajak dinaikkan secara drastis. Di sisi lain, karpet merah berupa insentif mewah justru digelar untuk para elit dan investor besar. Kondisi ini, menurut Anthony, merupakan cerminan dari kegagalan total dalam pengelolaan keuangan negara.

"Ini adalah sebuah ketidakadilan fiskal yang sangat nyata," tegas Anthony dalam podcast Forum Keadilan TV.

Ia membeberkan bagaimana rakyat kecil ditekan dari dua arah. Pertama, melalui pencabutan subsidi yang langsung menghantam daya beli.

Anthony mencontohkan langkah pemerintah menghapus subsidi untuk BBM jenis premium dan tiket kereta api kelas ekonomi.

Dua kebijakan ini secara langsung membebani ongkos transportasi harian masyarakat pekerja.

Kedua, di saat yang sama, beban rakyat diperberat dengan kenaikan berbagai jenis pajak.

Tidak hanya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dinaikkan, kebijakan yang paling membuat rakyat menjerit adalah kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang melonjak secara tidak wajar.

Kenaikan PBB di beberapa daerah dilaporkan mencapai ratusan hingga ribuan persen, mengancam kepemilikan rumah yang telah dihuni turun-temurun.

Situasi menjadi semakin kontras ketika melihat perlakuan pemerintah terhadap kelompok berpenghasilan tinggi dan investor. Anthony menyoroti bagaimana pemerintah dengan mudahnya memberikan 'hadiah' bagi mereka.

"Ironisnya, saat rakyat dibebani pajak dan kehilangan subsidi, pemerintah justru obral insentif untuk orang kaya," ujar Anthony Budiawan dikutip dari YouTube pada Selasa (26/8/2025).

Ia menunjuk langsung pada kebijakan tax holiday atau libur pajak selama 30 tahun bagi industri nikel, yang notabene keuntungannya banyak dinikmati oleh investor asing.

Selain itu, pemerintah juga menggelontorkan insentif besar untuk pembelian mobil listrik, sebuah produk yang jelas tidak terjangkau oleh mayoritas masyarakat yang subsidinya dicabut. Jurang ketimpangan pun kian melebar.

Lebih jauh, Anthony berpendapat bahwa akar masalah ini adalah sistem perpajakan Indonesia yang telah berubah menjadi regresif sejak 2008.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nasib Subsidi Motor Listrik Belum Jelas, Konsumen dan Produsen Dibuat Menanti

Nasib Subsidi Motor Listrik Belum Jelas, Konsumen dan Produsen Dibuat Menanti

Otomotif | Selasa, 26 Agustus 2025 | 13:48 WIB

PBB Meroket 100 Persen? Kemendagri Turun Tangan Cegah 'Api Pati' Menyebar ke Daerah Lain

PBB Meroket 100 Persen? Kemendagri Turun Tangan Cegah 'Api Pati' Menyebar ke Daerah Lain

News | Selasa, 26 Agustus 2025 | 06:51 WIB

Alarm buat Penguasa! Ray Rangkuti Sebut 'Masyarakat Berisik' Oposisi Paling Nyata Saat Ini

Alarm buat Penguasa! Ray Rangkuti Sebut 'Masyarakat Berisik' Oposisi Paling Nyata Saat Ini

News | Senin, 25 Agustus 2025 | 12:39 WIB

Terkini

Rumah di Sleman 39 Kali Terbakar, Misteri Teror Api Belum Terpecahkan Meski Gegana Turun Tangan

Rumah di Sleman 39 Kali Terbakar, Misteri Teror Api Belum Terpecahkan Meski Gegana Turun Tangan

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:33 WIB

Jokowi Siap 'Turun Gunung' Lagi Demi PSI, Ini Daftar Provinsi yang Akan Segera Dikunjungi

Jokowi Siap 'Turun Gunung' Lagi Demi PSI, Ini Daftar Provinsi yang Akan Segera Dikunjungi

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:14 WIB

Waduh! AS Ancam Bom Oman, Berpotensi Ciptakan Perang Baru

Waduh! AS Ancam Bom Oman, Berpotensi Ciptakan Perang Baru

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:07 WIB

Polisi Usut Pelecehan Santriwati di Pekalongan, Korban Lain Jangan Takut Melapor

Polisi Usut Pelecehan Santriwati di Pekalongan, Korban Lain Jangan Takut Melapor

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:01 WIB

AS Serang Kota Pelabuhan Bandar Abbas Iran Dekat Selat Hormuz

AS Serang Kota Pelabuhan Bandar Abbas Iran Dekat Selat Hormuz

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 10:38 WIB

Aturan Ketat Jakarta Soal Pengelolaan Limbah Hewan Kurban di Hari Raya

Aturan Ketat Jakarta Soal Pengelolaan Limbah Hewan Kurban di Hari Raya

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 10:30 WIB

Ribuan Pil Berbahaya Disita dari Tiga Lokasi di Tanah Abang, Tiga Pengedar Diringkus

Ribuan Pil Berbahaya Disita dari Tiga Lokasi di Tanah Abang, Tiga Pengedar Diringkus

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 10:18 WIB

Jokowi Akan Keliling Indonesia, Pengamat Nilai Ada Target Politik 2029

Jokowi Akan Keliling Indonesia, Pengamat Nilai Ada Target Politik 2029

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:21 WIB

Kebakaran di Warakas Hanguskan Dua Rumah, 9 Penghuni Selamat

Kebakaran di Warakas Hanguskan Dua Rumah, 9 Penghuni Selamat

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 08:52 WIB

Indonesia Ingin Belajar Strategi China soal Pengentasan Kemiskinan

Indonesia Ingin Belajar Strategi China soal Pengentasan Kemiskinan

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 08:15 WIB