Sindir Kebijakan Bansos, Anies: Itu Cuma Bikin Orang Miskin Senang Demi Elektoral

Erick Tanjung

Selasa, 26 Agustus 2025 | 20:34 WIB
Sindir Kebijakan Bansos, Anies: Itu Cuma Bikin Orang Miskin Senang Demi Elektoral
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Suara.com/Faqih)

Suara.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali melontarkan sentilan yang menyasar kebijakan pemerintah. Di hadapan para mahasiswa UGM, Anies membedah dua cara penanganan kemiskinan; pendekatan teknokratik yang benar-benar menyelesaikan masalah, versus pendekatan populis yang hanya membahagiakan orang miskin demi imbalan elektoral.

Analisis ini seolah menjadi kritik terselubung terhadap masifnya penyaluran bantuan sosial (bansos) yang menjadi andalan pemerintah.

Dalam kuliah umumnya di Fakultas Hukum UGM, Selasa (26/8/2025), Anies membedah perbedaan fundamental antara dua pendekatan tersebut. Menurutnya, meski sama-sama menyasar orang miskin, tujuannya sangat berbeda.

"Ada dua pendekatan, yang satu teknokratik, yang satu banyak politisi menggunakan ini, yang populis," kata Anies.

Pendekatan teknokratik, lanjut dia, fokus pada akar masalah untuk solusi jangka panjang. Sebaliknya, pendekatan populis hanya memberikan solusi instan yang menyenangkan.

"Yang teknokratik akan cenderung menyelesaikan masalah kemiskinan," jelasnya.

"Yang populis, cenderung membahagiakan yang miskin."

"Yang satu menyelesaikan masalah kemiskinan, yang satu membuat yang miskin bahagia. Beda ya?" tambahnya.

Anies tanpa ragu menyebut mengapa pendekatan populis menjadi favorit para politisi. Menurutnya, kebijakan seperti bantuan tunai atau bansos memiliki 'imbalan' suara yang sangat konkret dan cepat dirasakan saat pemilu.

baca juga

"Membuat yang miskin bahagia itu punya return elektoral yang konkret," ujarnya.

Ia pun memberikan contoh yang sangat lugas.

"Cash transfer, bansos, itu semua dikerjakan menyelesaikan kemiskinan? Tidak. Membahagiakan orang miskin? Iya," lanjut Anies.

Contoh Zaman Orde Baru

Sebagai perbandingan, Anies mencontohkan pendekatan teknokratik yang menurutnya pernah dilakukan di era Orde Baru. Saat itu, fokus pemerintah adalah membangun fondasi untuk mengentaskan kemiskinan, bukan memberikan bantuan sesaat.

"Bangun SD, SMP, SMA. Bangun balai latihan kerja, bangun sistem irigasi, bangun koperasi. Itu semua teknokratik, menyelesaikan masalah kemiskinan," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anies Baswedan: Jangan Bunuh Demokrasi, Tapi Upgrade Sistemnya!

Anies Baswedan: Jangan Bunuh Demokrasi, Tapi Upgrade Sistemnya!

News | Selasa, 26 Agustus 2025 | 17:54 WIB

Bela Ijazah Jokowi, Riwayat Rektor UGM Ova Emilia Dikuliti: dari Pendidikan hingga Kasus Bank Gagal

Bela Ijazah Jokowi, Riwayat Rektor UGM Ova Emilia Dikuliti: dari Pendidikan hingga Kasus Bank Gagal

Lifestyle | Selasa, 26 Agustus 2025 | 16:35 WIB

Prabowo Salahkan Pemimpin Tak Pandai Atasi Kemiskinan, Auto Dirujak Netizen: Lagi Ngaca ya, Pak?

Prabowo Salahkan Pemimpin Tak Pandai Atasi Kemiskinan, Auto Dirujak Netizen: Lagi Ngaca ya, Pak?

Your Say | Selasa, 26 Agustus 2025 | 20:30 WIB

Terkini

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

×