Bantah Terima Uang Korupsi, Apa Peran Bupati Pati Sudewo Hingga KPK Sita Rp 3 Miliar dari Rumahnya?

Rabu, 27 Agustus 2025 | 11:38 WIB
Bantah Terima Uang Korupsi, Apa Peran Bupati Pati Sudewo Hingga KPK Sita Rp 3 Miliar dari Rumahnya?
Bupati Pati Sudewo memenuhi panggilan KPK. (Suara.com/Dea)
Kesimpulan

Suara.com - Suara.com - Bupati Pati, Sudewo, akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait megaskandal suap di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

Tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Rabu (27/8/2025) pukul 09.43 WIB, Sudewo tampak tenang meski namanya terseret dalam pusaran korupsi proyek jalur kereta api.

Saat dicecar jurnalis mengenai kedatangannya, Sudewo hanya menjawab singkat.

“Ya memenuhi panggilan,” ujarnya. Ia juga mengaku tidak membawa berkas apa pun dalam pemeriksaan kali ini.

Ketika disinggung mengenai aksi dukungan dari masyarakat Pati yang sampai mengirim surat ke KPK, Sudewo hanya merespons dengan harapan.

"Ya, semoga baik-baik saja," katanya.

Pemeriksaan Sudewo sebagai saksi ini berfokus pada klaster proyek pembangunan jalur kereta api ganda Solo Balapan-Kadipiro-Kalioso. Namun, ini bukan kali pertama namanya muncul.

Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang pada 9 November 2023, terungkap fakta mengejutkan bahwa KPK disebut telah menyita uang tunai sekitar Rp3 miliar dari rumah Sudewo.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK bahkan menunjukkan barang bukti berupa foto tumpukan uang dalam pecahan rupiah dan mata uang asing yang disita dari kediaman sang bupati.

Baca Juga: Bakal Tersangka? Bupati Pati Sudewo saat Penuhi Panggilan KPK: Semoga Baik-baik Saja

Meski demikian, Sudewo dengan tegas membantah semua tuduhan tersebut. Ia tidak hanya menolak klaim penyitaan uang miliaran itu, tetapi juga menyangkal telah menerima uang sebesar Rp720 juta dari pegawai PT Istana Putra Agung dan Rp500 juta dari pejabat Kemenhub, Bernard Hasibuan.

Kasus korupsi DJKA sendiri merupakan salah satu skandal terbesar yang dibongkar KPK, berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) pada 11 April 2023. Hingga kini, KPK telah menetapkan 15 tersangka perorangan, termasuk ASN Kemenhub Risna Sutriyanto, dan dua tersangka korporasi.

Modus korupsi ini diduga kuat berupa pengaturan pemenang lelang proyek sejak awal, yang melibatkan berbagai proyek strategis seperti pembangunan jalur kereta di Makassar, proyek di Lampegan Cianjur, hingga perbaikan perlintasan sebidang di Jawa dan Sumatera.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI