5. Propam Polri Turun Langsung
![Perwira Brimob menyampaikan permintaan maaf kepada pengemudi ojol yang menggeruduk Markas Brimob di Kwitang, Senen, Jakarta Pusat. [Tangkapan layar video]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/28/46778-perwira-brimob-menyampaikan-permintaan-maaf-kepada-pengemudi-ojol.jpg)
Kasus ini ditangani langsung oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, yang merupakan "polisi"-nya polisi.
Kadiv Propam Irjen Polisi Abdul Karim secara pribadi memastikan bahwa proses investigasi akan berjalan sesuai prosedur.
6. Kompolnas Dilibatkan Sebagai Pengawas Eksternal
Untuk menjawab keraguan publik akan transparansi, Propam Polri menggandeng Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
Keterlibatan lembaga pengawas eksternal ini bertujuan untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan objektif dan akuntabel, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
7. Baim Wong Suarakan Kegelisahan Publik
Kasus ini mendapat perhatian luas, termasuk dari artis Baim Wong. Melalui unggahan di Instagram, ia mempertanyakan eksistensi keadilan dengan kalimat menusuk.
"Andai itu keluarga saya, saya hrs bagaimana? Diam? Menunggu keadilan? Apakah ada keadilan itu?" Suara Baim ini dianggap mewakili perasaan dan kemarahan banyak warga Indonesia.
Baca Juga: Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob: 7 Anggota Diamankan, Siapa Sopirnya?
8. Janji Investigasi "Cepat dan Transparan"
Di tengah tekanan publik yang masif, Kadiv Propam Irjen Abdul Karim mengeluarkan janji kunci "Pemeriksaan dilakukan secara cepat dan transparan."
Pernyataan ini menjadi pegangan publik yang akan terus menagih realisasinya hingga kasus ini tuntas.
9. Kendaraan Pelaku Adalah Rantis (Kendaraan Taktis)
Kendaraan yang terlibat adalah Rantis (Kendaraan Taktis) jenis Barracuda milik Korps Brimob.
Kendaraan lapis baja ini biasa digunakan untuk menembus barikade massa atau melindungi personel dalam situasi genting, menyoroti betapa berbahayanya penggunaan alat berat semacam ini di tengah kerumunan massa.