Banyak yang merasa haru sekaligus bangga melihat sikap para pelajar yang masih menjunjung tinggi adab sopan santun di tengah gelombang aksi protes.
“Gue yakin polisi yang ‘bener’ mah juga pasti mendukung demo ini, cuma mereka gak bisa ikut bergerak karena tugas mereka untuk mengamankan,” kata akun @rani***.
“Bapak polisi itu juga punya anak sebesar kamu nak,” komentar akun @diah***.
“Tuh lihat, manis-manis kan kelakuan rakyatmu pak,” imbuh akun @felly***.
“Mereka yang ikut demo pada gak terima gurunya disebut beban negara,” tulis akun @ndayy***.
“Adab murid lebih tinggi ketimbang oknum wakil rakyat,” ujar akun @winn***.
Aksi demonstrasi yang marak belakangan ini melibatkan berbagai kalangan, mulai dari pelajar STM hingga mahasiswa.
Mereka turun ke jalan dengan satu suara: menuntut pemerintah untuk membubarkan DPR yang dinilai tidak lagi mewakili aspirasi rakyat.
Di tengah keramaian aksi tersebut, muncul momen yang mencuri perhatian publik, yakni pernyataan seorang siswa STM yang mengungkapkan alasannya ikut serta dalam demonstrasi.
Baca Juga: Ojol Tewas Dilindas Mobil Barracuda, dr. Tirta: Sopir Brimobnya Waras Gak Sih?
Ia merasa terpanggil karena tidak bisa menerima ketika guru, sosok yang selama ini mendidik dan membimbing, disebut sebagai beban negara.
Ucapan guru beban negara sebelumnya viral usai disebut oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Namun belakangan Sri Mulyani mengatakan bahwa video tersebut adalah hasil rekayasa AI deepfake.
Kontributor : Rizka Utami