Beredar Rekaman Video dari Dalam Mobil Rantis Brimob, Terdengar Perintah Tabrak Pendemo?

Jum'at, 29 Agustus 2025 | 12:48 WIB
Beredar Rekaman Video dari Dalam Mobil Rantis Brimob, Terdengar Perintah Tabrak Pendemo?
Ilustrasi Rantis Brimob, Rimueng vs Barracuda (Gemini AI)

Suara.com - Beredar rekaman video diduga dari dalam kendaraan taktis (rantis) Brimob, setelah tragedi seorang driver ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan tewas terlindas rantis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Video dari dalam mobil rantis yang diduga menabrak driver ojol tersebut diunggah oleh akun Instagram @dhaniccc_26, yang kemudian diunggah ulang oleh akun X @pkkmb2026.

Video tersebut memperlihatkan aksi unjuk rasa yang berujung bentrok dan terlihat sejumlah massa demo berlarian.

Kemudian, terdengar suara orang-orang di dalam mobil rantis Brimob tersebut sedang berdiskusi langkah yang akan mereka ambil untuk mengatasi situasi tersebut.

Pada video itu terdengar jelas suara seseorang yang menyuruh mereka untuk menabrak massa demo.

"Tabrak aja," ujar seseorang yang menyuruh petugas menabrak massa demo dilansir dari TikTok @heymilktea

"Oke boleh?" tanya petugas lainnya.

"Gak papa," sahut orang yang menyuruh mereka menabrak.

Sayangnya, tak ada video lanjutan setelah mereka diperintah untuk menabrak massa yang melakukan unjuk rasa.

Baca Juga: Mendadak Banyak Dicari, Ini Link Akun Selebgram Seksi yang Ngaku di-DM Pratama Arhan Usai Jadi Duda

Video tersebut pun semakin memantik amarah publik yang heran petugas kepolisia tersebut memilih menabrak massa demo daripada berdiam diri di dalam mobil rantis yang anti peluru dan anti granat.

Ada pula netizen yang menyimpulkan langkah brimob menabrak driver ojol tersebut, karena mengikuti perintah atasan.

Namun, ada pula yang beranggapan rekaman video tersebut bukan berasal dari mobil rantis yang digunakan untuk menabrak driver ojol ketika unjuk rasa berunjung ricuh.

Sebab, mereka melihat ada water cannon yang disemprotkan dari arah mobil tersebut.

"Harusnya pas udah nabrak sempat diam yaudah diam aja di dalam. Kalau emang takut diamuk kenapa malah lanjut pergi," kata @ayriz**.

"Kok bisa ada rekamannya? Apa mungkin polisi yang di dalam juga merassa ini salah tapi karena harus ikutin perintah atasan, makanya mereka nge-videoin untuk bukti juga," kata @mingo**.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?