Desakan agar Kapolri Mundur Mulai Terdengar: Kematian Affan Kurniawan Lebih dari Cukup!

Chandra Iswinarno, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 29 Agustus 2025 | 16:42 WIB
Desakan agar Kapolri Mundur Mulai Terdengar: Kematian Affan Kurniawan Lebih dari Cukup!
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dituntut untuk mundur dari jabatan sebagai konsekuensi terjadinya kasus ojol dilindas rantis di Kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakpus pada Kamis (28/8/200. (ANTARA/HO-div Humas Polri)
Kesimpulan
  • Kematian driver ojol Affan memicu tuntutan keadilan dan reformasi Polri.
  • Kapolri dan Kapolda Metro Jaya didesak mundur dari jabatannya.
  • Presiden Prabowo diminta turun tangan memimpin reformasi total institusi kepolisian.

Suara.com - Usai tragedi tewasnya Affan Kurniawan, seorang driver ojol, saat aksi demonstrasi pada 28 Agustus 2025, memicu desakan keras agar Kapolri dan Kapolda Metro Jaya mundur.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Indonesia, Ray Rangkuti, bahkan dengan tegas menyerukan reformasi fundamental di tubuh Polri.

Ray menguraikan kronologi memilukan, di mana tubuh Affan terlindas mobil Barracuda taktis lapis baja yang terkesan tidak peduli setelah menabraknya.

"Nyata-nyata kematiannya disebabkan oleh lindasan mobil barracuda yang seperti emoh berhenti kala tubuh kecilnya sudah tertabrak mobil taktis lapis baja itu," kata Ray saat dihubungi Suara.com, Jumat (29/8/2025).

Ia juga mengungkapkan keheranannya atas pola penanganan demonstrasi yang represif, bahkan untuk isu yang tidak terlalu sensitif seperti penolakan tunjangan rumah DPR.

"Pola penanganan yang sama, kurang lebih, terjadi pada aksi kemarin. Pola keras yang mengakibatkan tewasnya kawan Affan. Dan akibatnya, malah menambah kegeraman masyarakat, khususnya warga Ojol. Dan nama institusi kepolisian RI tambah tercoreng," tegasnya.

Insiden ini, menurut Ray, menandai Affan sebagai demonstran pertama yang tewas dalam aksi unjuk rasa di era kepemimpinan Presiden Prabowo, menjelang satu tahun masa jabatannya.

Menanggapi hal ini, LIMA Indonesia menyatakan tiga tuntutan utama.

Pertama, LIMA menuntut investigasi yang objektif dan transparan atas kematian Affan sebagai bentuk akuntabilitas penuh dari pihak berwenang.

baca juga

Kedua, Ray dengan lugas mendesak Kapolri dan Kapolda Metro Jaya untuk mundur dari jabatan masing-masing.

"Sebagai puncak struktur kepolisian yang komandois, kejadian seperti ini, lebih dari cukup untuk jadi dasar bagi Kapolri dan Kapolda meletakan jabatan," ujarnya.

Ia menyoroti kepemimpinan Kapolri saat ini yang dinilainya telah mencoreng citra polisi, menurunkan profesionalisme, dan memunculkan dugaan adanya 'polisi parcok' (polisi partai politik).

Ketiga, karena keraguan keduanya akan mundur secara sukarela, LIMA mendesak Presiden Prabowo untuk memberhentikan mereka.

"Lalu presiden menempatkan Kapolri dan Kapolda baru yang lebih dapat memajukan institusi polisi dan memimpin proses reformasi institusi polisi," harap Ray.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti. [Suara.com/Dea]
Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti. [Suara.com/Dea]

Reformasi institusi Polri disebut sebagai keharusan mutlak.

Ray menekankan pentingnya menciptakan kepolisian yang humanis, dialogis, dan transparan, yang sadar bahwa mereka adalah aparat negara, bukan aparat pemerintah.

"Rakyat tidak butuh polisi yang bisa mencetak sawah dan bagi-bagi bansos. Tapi polisi yang mengayomi, melindungi, menciptakan rasa aman dan menjaga ketertiban," pungkasnya.

Ray juga memberikan peringatan keras kepada pemerintah dan elit politik bahwa absennya oposisi formal akan memicu bangkitnya oposisi rakyat.

"Politik 'rap tama' (semua senang) Prabowo hanya dapat menjangkau elit tapi tidak rakyat umumnya," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Polisi Pembunuh!' Teriakan Mahasiswa Guncang Mapolda Metro Jaya Tuntut Keadilan Affan Kurniawan

'Polisi Pembunuh!' Teriakan Mahasiswa Guncang Mapolda Metro Jaya Tuntut Keadilan Affan Kurniawan

News | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 16:16 WIB

Keadilan untuk Affan Kurniawan: DPR Janjikan Rapat Pengawasan Pasca-Insiden Rantis Brimob

Keadilan untuk Affan Kurniawan: DPR Janjikan Rapat Pengawasan Pasca-Insiden Rantis Brimob

News | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 16:07 WIB

Detik-detik Kapolda Metro Jaya Diteriaki 'Pembunuh' oleh Ojol di TPU Karet Bivak

Detik-detik Kapolda Metro Jaya Diteriaki 'Pembunuh' oleh Ojol di TPU Karet Bivak

Video | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 16:02 WIB

Terkini

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:25 WIB

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25 WIB

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:23 WIB

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:55 WIB

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:39 WIB

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:32 WIB

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:24 WIB

Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya

Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:10 WIB

Prabowo: yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain

Prabowo: yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:35 WIB

×