IMM Bongkar 'Skenario Busuk' di Balik Ricuh Demo DPR: Ada Upaya Cuci Tangan?

Erick Tanjung, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 29 Agustus 2025 | 20:33 WIB
IMM Bongkar 'Skenario Busuk' di Balik Ricuh Demo DPR: Ada Upaya Cuci Tangan?
Aparat polisi bentrok dengan pengunjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (28/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Riyan Betra Delza, mencium adanya 'skenario busuk' di balik kericuhan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI. Ia menuding ada upaya sistematis untuk menggeser kemarahan publik dari DPR, yang menjadi biang keladi masalah, ke arah aparat kepolisian.

Riyan menyebut bahwa setelah tragedi tewasnya pengemudi ojol, narasi publik sengaja digiring untuk fokus pada kebrutalan aparat. Padahal, akar masalah dari aksi tersebut adalah kebijakan DPR yang anti-rakyat.

“Isunya jelas menghilangkan tunjangan dan dana pensiun DPR, dan itu sangat positif. Namun, pasca tragedi semalam seolah-olah menjadikan polisi jadi sasaran. Akhirnya DPR seperti cuci tangan, seperti mereka lupa bahwa hal ini terjadi karena ulah mereka,” kata Riyan kepada wartawan, Jumat (29/8/2025).

Menurutnya, pola pengalihan isu ini sangat berbahaya karena menjebak masyarakat dalam skenario adu domba yang sengaja diciptakan.

“Akhirnya terlihat rakyat dibenturkan dengan polisi,” tegasnya.

Minta Kapolri Tegas, tapi Jangan Lupakan Akar Masalah

Meskipun mengkritik pengalihan isu, Riyan tetap menuntut pertanggungjawaban atas kekerasan yang terjadi. Ia menegaskan bahwa baik anarkisme dari massa maupun tindakan represif dari aparat sama-sama tidak dapat dibenarkan.

IMM pun menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa, baik dari pihak warga sipil maupun kepolisian.

“Tentu kita berduka atas meninggalnya saudara kita, dan kita minta Kapolri menindak secara tegas dan terbuka. Kita paham bahwa Polisi juga tidak ingin ada korban, sama seperti kita yang inginnya baik-baik saja dan kondusif,” jelas Riyan.

baca juga

Namun, ia kembali mengingatkan bahwa keadilan bagi korban kekerasan tidak boleh mengaburkan tuntutan utama gerakan.

Riyan menyerukan agar seluruh elemen masyarakat tidak terjebak dalam 'permainan' ini. Ia khawatir jika fokus gerakan terpecah, maka tujuan awal untuk mengawal kebijakan DPR akan gagal total, dan ini hanya akan menguntungkan para politisi di Senayan.

Ia mengingatkan agar publik tetap solid dan waspada terhadap upaya adu domba.

“Saatnya kita kembali ke tuntutan awal, fokus ke DPR RI. Jangan sampai kita dijadikan alat untuk pecah belah, dibentur-benturkan dengan skenario yang sengaja dibangun,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Hujan Deras Hingga Reda, Tak Surutkan Massa untuk Duduki Gedung DPR Malam Ini

Dari Hujan Deras Hingga Reda, Tak Surutkan Massa untuk Duduki Gedung DPR Malam Ini

News | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 20:14 WIB

Pramono Jamin Kepemilikan KJP Siswa yang Terlibat Demo Ricuh di Gedung DPR Tidak Dicabut

Pramono Jamin Kepemilikan KJP Siswa yang Terlibat Demo Ricuh di Gedung DPR Tidak Dicabut

News | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 19:28 WIB

Suara Perlawanan Iga Massardi: Pembunuhan Itu Terjadi di Depan Mata Kita Semua

Suara Perlawanan Iga Massardi: Pembunuhan Itu Terjadi di Depan Mata Kita Semua

Entertainment | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 19:30 WIB

Terkini

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

×