Jakarta Siaga Banjir, Pramono Tambah Pompa dan Perkuat Polder

Fabiola Febrinastri, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 29 Agustus 2025 | 21:02 WIB
Jakarta Siaga Banjir, Pramono Tambah Pompa dan Perkuat Polder
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau pengerukan Kali Cakung Lama, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (19/5/2025). (Dok: Pemprov DKI Jakarta)

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana membangun ekosistem penanganan banjir yang lebih solid dan terintegrasi. Mulai dari infrastruktur fisik seperti rumah pompa, sistem polder, hingga pengerukan dan optimalisasi kanal agar siap menghadapi curah hujan ekstrem dan rob di wilayah pesisir.

Belum lama ini, Pramono meresmikan Rumah Pompa Sunter C di Jakarta Utara sebagai instrumen penting bagi penanganan banjir spot lokal.

“Kita memulai cara penanganan banjir yang bersifat spot atau daerah tertentu yang memang mengalami banjir,” ujarnya usai peresmian, Senin (26/5/2025) .

Rumah pompa ini dilengkapi tiga unit pompa digital, dengan anggaran total mencapai Rp80 miliar. Pramono mengaku telah melihat tiga pompa utama tersebut sekaligus memastikan cara penanganannya benar-benar secara digital serta dapat dipantau secara langsung.

Pramono menyebut, ada rencana pembangunan 13 rumah pompa tambahan di titik rawan banjir lain di Jakarta.

“Tadi, Bu Kepala Dinas juga melaporkan akan ada kurang lebih 13 titik lagi yang akan kita tangani seperti ini," jelasnya .

Menurut data Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI, saat ini sudah terpasang 602 unit pompa stasioner di 205 lokasi dan 573 unit pompa mobile yang siap diterjunkan di wilayah rawan genangan. Selain itu, Pemprov DKI juga gencar melakukan pengerukan sungai.

Pramono mengatakan, hingga akhir Juni 2025, volume pengerukan mencapai 388.484 meter kubik di 200 titik strategis Jakarta.

"Pengerukan ini adalah langkah pencegahan jangka menengah yang terus kami lakukan secara simultan, agar kapasitas tampung sungai dan waduk tetap optimal,” ungkapnya.

Dinas SDA juga telah menerapkan sistem polder untuk kawasan pesisir yang sering terendam rob. Konsep ini melibatkan drainase, kolam penampungan, pompa, dan dinding pengendali air.

Saat ini, Jakarta juga sudah memiliki Kanal Banjir Timur (KBT) yang terhubung dengan Sungai Ciliwung. Infrastruktur ini penting untuk menurunkan potensi banjir besar di Jakarta.

Tidak hanya itu, sebanyak, 7.000 personel Pasukan Biru dikerahkan untuk berjaga di titik-titik rawan. Mereka bekerja 24 jam bersama tim pompa dan peralatan darurat. Ia pun memastikan seluruh pompa tetap beroperasi sesuai prosedur.

“Berdasarkan catatan operasional, pompa stasioner maupun pompa mobile di titik rawan genangan tetap aktif sesuai prosedur,” ucap Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI, Wibi Andrino menilai langkah modernisasi alat dan penguatan ekosistem banjir sudah tepat. Menurutnya, perencanaan berbasis data, transparansi anggaran, hingga pemeliharaan berkelanjutan harus menjadi pilar. Dengan kombinasi rumah pompa, pompa mobile, pengerukan sungai, sistem polder, dan kanal banjir, ia meyakini Jakarta sekarang memiliki ekosistem penanganan banjir yang lebih kokoh.

“Saya mendukung langkah Gubernur Pramono Anung untuk memodernisasi alat pengendali banjir di Jakarta,” ungkapnya.

Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti, Nirwono Yoga, menilai penanganan banjir Jakarta tidak bisa hanya mengandalkan proyek jangka pendek, tetapi harus berbasis ekosistem menyeluruh. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas wilayah, mulai dari daerah hulu, tengah, hingga hilir. Menurutnya, tanpa kesamaan strategi antar daerah, banjir Jakarta akan sulit diatasi.

“Semua pihak harus memiliki pemahaman dan rencana yang sama dalam menangani banjir agar memiliki kebijakan yang sama, dari hulu hingga hilir,” pungkas Nirwono. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pramono Jamin Kepemilikan KJP Siswa yang Terlibat Demo Ricuh di Gedung DPR Tidak Dicabut

Pramono Jamin Kepemilikan KJP Siswa yang Terlibat Demo Ricuh di Gedung DPR Tidak Dicabut

News | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 19:28 WIB

Demo Hingga Kericuhan Masih Berlangsung, Pramono Sebut Cuma Sebagian Sekolah Diliburkan

Demo Hingga Kericuhan Masih Berlangsung, Pramono Sebut Cuma Sebagian Sekolah Diliburkan

News | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 16:09 WIB

Affan Kurniawan Tinggal di Kontrakan 3x11 Meter, Hidupi 7 Anggota Keluarga

Affan Kurniawan Tinggal di Kontrakan 3x11 Meter, Hidupi 7 Anggota Keluarga

News | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 15:54 WIB

Aksi di Gedung DPR RI 27-28 Agustus Hasilkan 28,63 Ton Sampah

Aksi di Gedung DPR RI 27-28 Agustus Hasilkan 28,63 Ton Sampah

News | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 13:51 WIB

Pramono Anung: Jakarta Tak Bisa Maju Sendirian! Ini Rencana Ambisius untuk Jabodetabek

Pramono Anung: Jakarta Tak Bisa Maju Sendirian! Ini Rencana Ambisius untuk Jabodetabek

News | Kamis, 28 Agustus 2025 | 21:27 WIB

Industri Hotel Jakarta Terancam Kolaps? Pemprov DKI Turun Tangan dengan Insentif Pajak

Industri Hotel Jakarta Terancam Kolaps? Pemprov DKI Turun Tangan dengan Insentif Pajak

News | Selasa, 26 Agustus 2025 | 09:09 WIB

Terkini

Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja, Hadapi Pekerjaan Tergeser AI

Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja, Hadapi Pekerjaan Tergeser AI

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:45 WIB

CENTCOM: Amerika Serang Pertahanan Udara Iran, Stasiun Kendali Darat dan Radar Pengintai

CENTCOM: Amerika Serang Pertahanan Udara Iran, Stasiun Kendali Darat dan Radar Pengintai

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:45 WIB

Serangan AS ke Iran, Gelombang Ledakan Terjadi di Kota Jask dan Kouhe Mobarakeh Hingga Pulau Qeshm

Serangan AS ke Iran, Gelombang Ledakan Terjadi di Kota Jask dan Kouhe Mobarakeh Hingga Pulau Qeshm

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:30 WIB

Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut

Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:30 WIB

Vonis Kasus Andrie Yunus Digelar Hari Ini, Nasib Empat Anggota BAIS TNI Akan Ditentukan

Vonis Kasus Andrie Yunus Digelar Hari Ini, Nasib Empat Anggota BAIS TNI Akan Ditentukan

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:24 WIB

DPR: Jangan Terus Salahkan The Fed dan Perang Teluk Saat Rupiah Tertekan

DPR: Jangan Terus Salahkan The Fed dan Perang Teluk Saat Rupiah Tertekan

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:16 WIB

Perang Pecah Lagi! Amerika Serang Iran Lagi, Luncurkan Rudal ke Dekat Jalur Minyak Dunia

Perang Pecah Lagi! Amerika Serang Iran Lagi, Luncurkan Rudal ke Dekat Jalur Minyak Dunia

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:13 WIB

Pengesahan Revisi UU Polri Dikritik, Dinilai Terlalu Terburu-Buru dan Tidak Transparan

Pengesahan Revisi UU Polri Dikritik, Dinilai Terlalu Terburu-Buru dan Tidak Transparan

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:01 WIB

Hari Ini, Empat Prajurit TNI Jalani Sidang Putusan Kasus Penyiraman Andrie Yunus

Hari Ini, Empat Prajurit TNI Jalani Sidang Putusan Kasus Penyiraman Andrie Yunus

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:28 WIB

Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 22:10 WIB