Heboh Mahasiswa Unri Diteror Orang Misterius Jelang Aksi: Saya Tandai Kamu!

Eko Faizin Suara.Com
Minggu, 31 Agustus 2025 | 23:58 WIB
Heboh Mahasiswa Unri Diteror Orang Misterius Jelang Aksi: Saya Tandai Kamu!
Ilustrasi - Heboh Mahasiswa Unri Diteror Orang Misterius Jelang Aksi: Saya Tandai Kamu![Pixabay/Iqbalstock]

Suara.com - Mahasiswa Universitas Riau (Unri) yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) direncanakan akan menggelar unjuk rasa di kantor DPRD Riau, Senin (1/9/2025) pagi.

Namun menjelang demonstrasi itu, tersebar diduga teror dari orang yang tak dikenal terhadap mahasiswa pada Minggu (31/8/2025) malam.

Berdasarkan data yang didapat, mahasiswa-mahasiswi ini mendapat pesan dari seseorang di akun media sosial (medsos), aplikasi percakapan hingga telepon mereka.

Bahkan dari sumber yang Suara.com terima, teror tersebut menyerang mahasiswa-mahasiswa baru. Diduga untuk menebar ketakutan.

Dalam rekaman telepon, seorang mahasiswa diduga mendapat dari pria yang tak dikenal.

"Kamu main-main sama saya?" kata pria tersebut.

Namun kata-kata tersebut dibalas tegas sang mahasiswa.

Beda lagi dengan mahasiswi lain yang memperolah Dirrect Message (DM) di Instagram oleh seserang.

"Kamu (sebut nama lengkap) yang punya akun Instagram (nama akun)? Saya lihat semua postingan stori kamu di Instagram, saya sudah dapat informasi dimana kamu sedang studi dan tempat yang biasa kamu datangi," tulis sosok misterius dalam DM.

"Saya tau kamu salah satu mahasiswa Unri saya sangat ingin berjumpa sama kamu. Kamu seperti provokator di situasi sekarang. Saya tandai kamu!" sambungnya.

Sementara ada mahasiswa lain juga yang mendapat pesan di WhatsApp dengan di-profiling dan menyebut aktivitasnya semua dipantau.

Kejadian yang sama, mahasiswa mendapat pesan menanyakan alamat tempat tinggal.

Tak hanya itu, mereka mendapatkan pesan berantai tentang adanya penembak misterius di Pekanbaru dan sudah memakan korban jiwa.

Diketahui, mahasiswa akan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Riau Jalan Sudirman Pekanbaru, Senin (1/9/2025) pagi.

Aksi massa ini akan mendapatkan pengamanan 1.500 personel gabungan dari yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?