Demo Ditunggangi? Pakar Hukum UGM: Negara Jangan Cuma Tebar Isu! Kejar Pelakunya!

Muhammad Ilham Baktora, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 01 September 2025 | 15:25 WIB
Demo Ditunggangi? Pakar Hukum UGM: Negara Jangan Cuma Tebar Isu! Kejar Pelakunya!
Aliansi Jogja Memanggil kembali menggelar aksi demonstrasi di Bundaran UGM, Senin (1/9/2025). [Hiskia/Suarajogja]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo menduga adanya upaya makar dan terorisme dalam demo yang terjadi
  • Pakar UGM tak menampik setiap demo ada penunggang untuk memecah belah
  • Pemerintah diminta jangan hanya menebar isu penunggang tapi seret pelakunya

Suara.com - Di tengah hiruk pikuk tudingan 'makar' dan isu aksi demonstrasi ditunggangi, Aliansi Jogja Memanggil kembali menyuarakan keresahannya di Bundaran UGM, Senin (1/9/2025).

Namun, kali ini sorotan tajam tak hanya mengarah pada brutalitas aparat atau carut marut kebijakan.

Lebih dari itu, pertanyaan besar menggantung: mengapa negara hanya bisa menebar isu tanpa pernah berani mengungkap siapa dalang sebenarnya di balik tudingan 'penunggang' aksi?

Pernyataan Prabowo Subianto sehari sebelumnya yang mengindikasikan adanya dugaan tindakan makar seolah menjadi pelatuk.

Namun, bagi Pakar Hukum Tata Negara UGM, Zainal Arifin Mochtar atau akrab disapa Uceng, retorika semacam itu hanya pengalihan isu semata.

Ia dengan tegas menyatakan, aksi massa tidak boleh berhenti.

"Aksi ini harus tetap dilakukan, karena enggak boleh enggak. Kalau tekanan ini menurun, maka maksud perubahan yang kita dorong itu kan bisa hilang," tegas Uceng Senin.

Pemerintah Tahu, Tapi Memilih Abai?

Pakar hukum tata negara dari Universitas Gajah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar alias Uceng. (Suara.com/Novian)
Pakar hukum tata negara dari Universitas Gajah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar alias Uceng. (Suara.com/Novian)

Uceng menyoroti ironi yang terus berulang: tudingan aksi ditunggangi bukanlah hal baru, namun negara sendiri tak pernah serius mencari dan menindak oknum tersebut.

baca juga

"Kita sebenarnya tahu hampir semua demo, enggak ada yang enggak ditunggangi. Kalau soal penunggang, dan negara enggak pernah cari penunggangnya. Ujug-ujug mengatakan bahwa jangan demo karena ada yang tunggangin," ungkapnya lugas.

Pernyataan ini bukan sekadar observasi, melainkan sebuah kritik telak terhadap absennya tanggung jawab negara.

Jika memang ada "penunggang", mengapa pemerintah tidak bertindak?

Bukankah itu justru menjadi kewajiban negara untuk melindungi demokrasi dan menindak pihak-pihak yang mencoba memanfaatkannya?

Alih-alih mencari dalang, pemerintah justru seolah puas hanya dengan melarang dan menebar kecurigaan, membuat aparat semakin sensitif terhadap setiap gerakan rakyat.

Legitimasi Buruk, Pemerintahan "Abal-abal"

Lebih jauh, Uceng mengurai akar masalah yang jauh lebih dalam.

Gejala seperti buruknya kinerja aparat, lemahnya reformasi birokrasi, dan maraknya kekerasan polisi hanyalah puncak gunung es.

Menurutnya, masalah fundamental ada pada legitimasi pemerintahan yang lemah, lahir dari proses pemilu yang cacat.

"Persoalan ini kan sumber dasarnya menurut saya adalah legitimasi pemerintahan yang lemah. Karena pemilu yang buruk, pemilu yang berengsek itu melahirkan pemerintahan yang abal-abal," tegasnya.

Jika legitimasi pemerintahan rapuh, bagaimana mungkin rakyat percaya pada setiap kebijakan dan penegakan hukum?

Ini menjelaskan mengapa seruan perbaikan harus dimulai dari pucuk pimpinan: presiden, DPR, dan seluruh elemen pemerintahan.

Jangan Sekadar Tebar Isu, Tangkap Pelaku!

Presiden RI Prabowo Subianto saat menyampaikan keterangan bersama delapan pimpinan partai politik dan Ketua MPR/DPR di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (31/8/2025) (ANTARA/Andi Firdaus)
Presiden RI Prabowo Subianto saat menyampaikan keterangan bersama delapan pimpinan partai politik dan Ketua MPR/DPR di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (31/8/2025) (ANTARA/Andi Firdaus)

Maka, momentum aksi hari ini, menurut Uceng, adalah krusial.

Rakyat tak boleh diam dan membiarkan pemerintah terus-menerus menebar isu tanpa dasar yang jelas.

"Ini momentum, jadi teman-teman harus turun hari ini. Nah enggak boleh, jangan tidak," serunya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga aksi tetap damai, namun pada saat yang sama, menuntut negara untuk serius mencari aktor di balik isu penunggang.

"Kita menjaga diri pada saat yang sama negara harus cari penunggangnya dong. Jangan menebar insinuasi ada teror makar, siapa? Kalau bilang ada teror, ada makar, iya siapa pelaku teror, siapa makarnya? Kejar!" tantang Uceng.

Pemerintah tidak bisa lagi berlindung di balik isu 'penunggang' atau 'makar' tanpa tindakan konkret.

Saatnya bagi negara untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar bekerja untuk rakyat, bukan hanya menyebarkan ketakutan dan membungkam suara kritis.

Rakyat menunggu, siapa sebenarnya 'makar' dan 'penunggang' yang selama ini hanya menjadi alat pembungkam?

Atau jangan-jangan, pemerintah sendiri yang takut jika kebenaran terungkap?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Kumpulkan Tokoh Lintas Agama di Istana, Ada Apa?

Prabowo Kumpulkan Tokoh Lintas Agama di Istana, Ada Apa?

News | Senin, 01 September 2025 | 15:04 WIB

Prabowo Gagal Tangkap Aspirasi Rakyat, Kritik Pedas Koalisi Masyarakat Sipil Menggema

Prabowo Gagal Tangkap Aspirasi Rakyat, Kritik Pedas Koalisi Masyarakat Sipil Menggema

Your Say | Senin, 01 September 2025 | 14:43 WIB

Kaesang Geram! Bongkar Upaya Adu Domba Prabowo dan Jokowi

Kaesang Geram! Bongkar Upaya Adu Domba Prabowo dan Jokowi

News | Senin, 01 September 2025 | 14:42 WIB

Terkini

Ulasan Cerpen Lotre dalam Buku Lotre dan Cerita-Cerita Lainnya

Ulasan Cerpen Lotre dalam Buku Lotre dan Cerita-Cerita Lainnya

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 14:30 WIB

4 Rekomendasi HP Rp2 Jutaan RAM 8 GB, Dilengkapi Kamera 108 MP dan Layar 120 Hz

4 Rekomendasi HP Rp2 Jutaan RAM 8 GB, Dilengkapi Kamera 108 MP dan Layar 120 Hz

Tekno | Minggu, 01 November 2026 | 14:23 WIB

Perbedaan Nasib Shio Naga Kayu dan Naga Air, Siapa yang Lebih Beruntung?

Perbedaan Nasib Shio Naga Kayu dan Naga Air, Siapa yang Lebih Beruntung?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:20 WIB

5 Rekomendasi Serum Murah untuk Mengatasi Flek Hitam, Mulai Rp22 Ribuan

5 Rekomendasi Serum Murah untuk Mengatasi Flek Hitam, Mulai Rp22 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:17 WIB

Rayakan 20 Tahun The Black Parade, MCR Rilis Film Pendek Prelude to The End

Rayakan 20 Tahun The Black Parade, MCR Rilis Film Pendek Prelude to The End

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 14:15 WIB

Cara Memakai Sunscreen Powder agar Tidak Dempul dengan Bedak, Ini Tipsnya

Cara Memakai Sunscreen Powder agar Tidak Dempul dengan Bedak, Ini Tipsnya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:13 WIB

Banjir Rendam 15 Desa di Nagan Raya Aceh

Banjir Rendam 15 Desa di Nagan Raya Aceh

News | Minggu, 01 November 2026 | 14:05 WIB

Review Laut Bercerita: Ketika Luka Sejarah Menolak Tenggelam dalam Ingatan

Review Laut Bercerita: Ketika Luka Sejarah Menolak Tenggelam dalam Ingatan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 14:00 WIB

Ketua Ormas PP Siak Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Polisi Terbitkan Surat Penahanan

Ketua Ormas PP Siak Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Polisi Terbitkan Surat Penahanan

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 13:59 WIB

Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri

Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri

Jawa Tengah | Minggu, 01 November 2026 | 13:58 WIB

×