Politik Indonesia Jadi Arena Judi Kekuasaan? Goenawan Mohamad Angkat Bicara!

Senin, 01 September 2025 | 18:27 WIB
Politik Indonesia Jadi Arena Judi Kekuasaan? Goenawan Mohamad Angkat Bicara!
Massa berunjuk rasa di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (29/8/2025). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hma/rwa]
Baca 10 detik
  • Goenawan Mohamad kritik politik jadi ajang transaksi kekuasaan, rakyat terpinggirkan.
  • Pemerintah dinilai boros, pajak tinggi, menteri dan legislator abai rakyat.
  • Gelombang protes dianggap ekspresi kemarahan rakyat menuntut keadilan.

Suara.com - Gelombang aksi protes yang marak selama pekan lalu dinilai sebagai tanda kekecewaan rakyat yang kian dalam terhadap pemerintah. 

Budayawan Goenawan Mohamad menyebut bahwa situasi politik Indonesia hari ini tak ubahnya arena jual-beli dukungan dan perjudian kekuasaan, sementara rakyat semakin terpinggirkan.

"Hari-hari ini sudah sepantasnya kita tak cuma diam," kata Goenawan dalam pernyataannya yang diterima Suara.com, Senin (1/9/2025).

Ia menilai bahwa rakyat hanya disuguhi pidato-pidato melambung dari Presiden, sementara kinerja para menteri justru semakin tak jelas meski jumlah kabinet terus membengkak.

"Para legislator tak menghiraukan keluh-kesah rakyat yang makin terabaikan. Politisi hanya memikirkan kepentingan sendiri," kritik Goenawan.

Goenawan juga menyoroti lembaga peradilan yang disebutnya nyaris tak tahu malu karena sering mengeluarkan keputusan sewenang-wenang. 

Tak hanya itu, aparat negara pun dianggap kehilangan wibawa lantaran mudah disuap dan makin tampak sebagai alat penindasan.

Sementara di bidang ekonomi, ia menilai beban rakyat makin berat. 

Goenawan Mohamad saat menerima penghargaan dari Japan Foundation. (Istimewa)
Budayawan Goenawan Mohamad. (Istimewa)

Pemerintah dinilai tak segan memungut pajak tinggi tanpa konsultasi, disertai program-program yang boros dengan tujuan yang membingungkan.

Baca Juga: Geger Puisi 'AMUK' UAS, Kritik Keras Pemerintah: Orang Lapar, Jangan Disuruh Sabar!

Goenawan menyebut gelombang kemarahan rakyat yang muncul di banyak tempat bukanlah hal yang bisa dipandang remeh. 

Menurutnya, itu adalah ekspresi tuntutan akan keadilan.

"Jika sekarang kita lihat dari bawah rakyat di pelbagai tempat menampakkan kemarahan, itu adalah kemarahan untuk keadilan—yang tak bisa dihentikan, meskipun bisa diredam," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI