Sebelum Ditangkap, Delpedro Marhaen Ungkit 'Parcok' di 2024: Polisi Sedang Memanen Dosa-dosanya!

Agung Sandy Lesmana

Selasa, 02 September 2025 | 14:35 WIB
Sebelum Ditangkap, Delpedro Marhaen Ungkit 'Parcok' di 2024: Polisi Sedang Memanen Dosa-dosanya!
Direktur Lokataru Foundation Delpedro Marhaen dalam siniar yang tayang di akun Haris Azhar. (tangkapan layar/Youtube)

Suara.com - Adanya penangkapan terhadap Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen mengundang tanda tanya publik. Pasalnya, sebelum dijemput paksa oleh aparat Polda Metro Jaya, Delpedro Marhaen sempat meluapkan kekecewaan soal pertemuan Presiden Prabowo dengan sejumlah ketua partai politik karena hanya menghasilkan rekomendasi terkait penonaktifan sejumlah anggota DPR yang bermasalah.

Diketahui, penangkapan itu terjadi setelah beredar pernyataan Delpedro di media sosial. Video itu turut dibagikan oleh akun Instagram @Lokataru Foundation pada Senin (1/8/2025) kemarin.

"Diskusi Prabowo dengan sejumlah ketua partai menunjukkan hasil yang cukup mengecewakan. Kenapa demikian? Karena hasil pertemuan tersebut hanya menghasilkan rekomendasi atau tindakan soal penonaktifan sejumlah anggota DPR yang dinilai bermasalah," ujar Delpedro dilihat pada Selasa (2/9/2025).

Dalam video itu, Delpedro mempertanyakan mengapa partai politik tidak memecat para kadernya terkait setelah aksi kontroversialnya mematik amarah publik. Diketahui, sejumlah partai politik menonaktifkan kadernya yang menjadi anggota DPR RI. Mereka di antaranya, Ahmad Sahroni, Nafa Urbach, Eko Patrio, Adies Karding dan Uya Kuya.

Direktur Lokataru Foundation Delpedro Marhaen dalam siniar yang tayang di akun Haris Azhar. (tangkapan layar/Youtube)
Direktur Lokataru Foundation Delpedro Marhaen dalam siniar yang tayang di akun Haris Azhar. (tangkapan layar/Youtube)

Penonaktifan itu setelah gegara ulah para kader sejumlah parpol itu memantik kemarahan publik hingga meletus aksi demonstrasi besar-besaran di Gedung DPR RI. Salah satunya adalah Sahroni yang menyebut seruan pembubaran DPR adalah ide orang tolol sedunia. Dalam video itu, Delpedro menyebut jika penonaktifan kader parpol di DPR itu tidak menyentuh akar masalah

"Pertanyaan lebih besarnya, makna penonaktifan ini mengandung tafsir yang begitu luas dan sangat tidak menyentuh akar persoalan," ujarnya.

Bahkan, dia menyebut jika penonaktifan itu sebagai bentuk ketidaktegasan partai politik memberikan sanksi kepada kader-kader yang bermasalah.

"Kenapa tidak langsung dipecat sebagai anggota partai politik dan juga sebagai anggota DPR? Kenapa hanya dinonaktifkan? Ini jelas tidak menunjukkan sikap jelas kepada publik," ungkapnya.

Selain itu, Delpedro juga sempat mengkritik Polri secara telak imbas meledanya aksi massa yang sempat meluas imbas di Tanah Air.

baca juga

Pernyataan itu disampaikan oleh Delpedro dalam sebuah siniar di akun Youtube, Haris Azhar yang juga dibagikan oleh akun IG, @Lokataru Foundation.

Saat berbincang dengan Haris Azhar, Delpedro juga menyinggung soal dugaan ketidaknetralan Polri dalam Pemilu 2024 lalu yang akhirnya memunculkan isu adanya keterlibatan "Parcok" alias "Partai Cokelat." Bahkan, Delpedro menyinggung nama Kapolri Jenderal Listyo Sigit. 

"Polisi sedang memanen buah hasil dosa-dosanya. Sekalipun Listyo Sigit ini minta maaf, bahkan mencium kaki-kaki korban, 600 pelajar ini tidak menggugurkan dosa-dosa sebelumnya, karena ini akumulasi kemarahan terhadap kepolisian dan seterusnya," ujar Delpedro.

Resmi Tersangka usai Dijemput Paksa Polisi

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi sebelumnya membeberkan alasan polisi menangkap Delpedro Marhaen. Setelah ditangkap, polisi juga telah menetapkan Delpedro sebagai tersangka.

Terkait penetapan statusnya itu, Delpedro diduga kuat menjadi provokator dalam unjuk rasa dengan melibatkan kalangan pelajar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapolri Harus Tanggung Jawab, Denny Indrayana: Polisi Bukan Lagi Pelindung tapi Pelindas Masyarakat!

Kapolri Harus Tanggung Jawab, Denny Indrayana: Polisi Bukan Lagi Pelindung tapi Pelindas Masyarakat!

News | Selasa, 02 September 2025 | 13:25 WIB

Kompolnas Pelototi Gelar Perkara Propam: 7 Anggota Brimob Kasus Lindas Ojol Disanksi Pidana Apa?

Kompolnas Pelototi Gelar Perkara Propam: 7 Anggota Brimob Kasus Lindas Ojol Disanksi Pidana Apa?

News | Selasa, 02 September 2025 | 12:04 WIB

Dalih Diserang Kelompok Anarko, Polisi Salahkan Angin soal Tembakan Gas Air Mata ke Kampus Unisba

Dalih Diserang Kelompok Anarko, Polisi Salahkan Angin soal Tembakan Gas Air Mata ke Kampus Unisba

News | Selasa, 02 September 2025 | 11:53 WIB

Viral Suara Polisi Larang Posko Bantuan LBH Bandung di Polda Jabar: Kalau Pimpinan Lewat Gimana?

Viral Suara Polisi Larang Posko Bantuan LBH Bandung di Polda Jabar: Kalau Pimpinan Lewat Gimana?

News | Selasa, 02 September 2025 | 10:48 WIB

Terkini

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:10 WIB

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

News | Minggu, 01 November 2026 | 08:04 WIB

Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban

Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:00 WIB

Cara Membersihkan Mesin Cuci 1 Tabung Tanpa Dibongkar, Praktis dan Mudah

Cara Membersihkan Mesin Cuci 1 Tabung Tanpa Dibongkar, Praktis dan Mudah

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 07:58 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp1,235 Triliun, Pemprov Riau Kebagian Rp30 M untuk Karhutla

Pemerintah Kucurkan Rp1,235 Triliun, Pemprov Riau Kebagian Rp30 M untuk Karhutla

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 07:43 WIB

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

News | Minggu, 01 November 2026 | 07:37 WIB

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:30 WIB

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Batam | Minggu, 01 November 2026 | 07:07 WIB

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:00 WIB

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 06:51 WIB

×