Kapolri Harus Tanggung Jawab, Denny Indrayana: Polisi Bukan Lagi Pelindung tapi Pelindas Masyarakat!

Agung Sandy Lesmana

Selasa, 02 September 2025 | 13:25 WIB
Kapolri Harus Tanggung Jawab, Denny Indrayana: Polisi Bukan Lagi Pelindung tapi Pelindas Masyarakat!
Kapolri Harus Tanggung Jawab, Denny Indrayana: Polisi Bukan Lagi Pelindung tapi Pelindas Masyarakat! (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (WamenkumHAM), Denny Indrayana turut angkat bicara terkait tewasnya, sopir ojol, Affan Kurniawan yang dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob Polri saat terjadi bentrokan massa dan aparat di Pejompongan, Jakarta Pusat, 28 Agustus 2025 lalu.

Menurut Denny Indrayana, kasus tewasnya Affan ini harusnya tidak hanya berhenti dengan proses hukum terhadap tujuh anggota Brimob Polri. Denny menganggap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang harusnya ikut bertanggung jawab terkait insiden tewasnya sopir ojol yang dilindas rantis Brimob itu.

Dipantau pada Selasa (2/9/2025), dalam siniar yang tayang di akun Youtube @CALS-Indonesia, Denny Indrayana menganggap aksi brutalitas itu terjadi karena kepolisian sudah lama memegang kuasa penuh tanpa kontrol.

Denny Indrayana ikut menanggapi adanya desakan agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mundur imbas tewasnya Affan. Mencuatnya, kasus tewasnya ojol menandakan Polri masih mengedepankan tindakan kekerasan, jauh dengan slogan sebagai pengayom masyarakat.

"Polisi kita sudah terlalu lama masuk ke wilayah-wilayah yang bukan tugas-tugasnya dan kemudian merambah justru bukan lagi pelindung tapi pelindas masyarakat. Penyelesaiannya tidak cukup hanya di tataran pelaku lapangan, tetapi juga pimpinan-pimpinan yang harus mengambil alur tanggung jawab termasuk adanya tuntutan mundur, misalnya kepada Kapolri (Listyo Sigit) dari beberapa rekan civil society," ujarnya.

Denny Indrayana. (Suara.com/Ria Rizki)
Denny Indrayana. (Suara.com/Ria Rizki)

Selain itu, Pakar Hukum Tata Negara ini juga mendorong adanya reformasi Polri agar segera dilakukan. Sebab menurutnya, kasus brutalitas aparat ini mesti ditindaklanjuti secara menyeluruh agar tidak terulang lagi kasus kekerasan yang telah merenggut Affan.

"Nah, tuntutan yang muncul karenanya salah satunya misalnya reformasi Polri secara menyeluruh, tidak hanya terkait dengan insiden tragedi (tewasnya Affan) yang memang menyayat hati kita. Tidak cukup hanya dengan pemberhentian atau bahkan pemidanaan apa para pelaku yang mengendarai mobil rantis yang menggugurkan Affan Kurniawan," bebernya.

Reaksi Kapolri soal Isu Pencopotan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya buka suara terkait desakan pencopotan imbas tewasnya sopir ojol, Affan Kurniawan yang dilindas rantis Brimob Polri. Menanggapi desakan itu, Listyo mengaku pasrah menyerahkan nasibnya kepada Presiden Prabowo Subianto.

Dalihnya, karena jabatan yang kini dipegangnya itu merupakan hak prerogatif Presiden.

Dia mengaku siap menerima konsekuensi apapun keputusan dari kepala negara.

“Terkait dengan isu yang menyangkut dengan Kapolri, itu hak prerogatif Presiden. Kita prajurit, kapan saja siap,” ujar Listyo dikutip dari Antara, Sabtu (30/8/2025).

Diketahui, imbas dari tragedi tewasnya Affan, tujuh anggota Brimob itu akhirnya terungkap. Mereka adalah
Kompol Cosmas Kagae, Bripka Rohmat, Aipda M Rohyani, Briptu Danang, Bripda Mardin, Baraka Jana Edi dan Baraka Yohanes David.

Terungkapnya kasus itu, Bripka Rohmat diketahui yang menyetir rantis pelindas Affan. Sementara, Kompol Cosmas Kagae merupakan komandan tim terkait polisi-polisi yang menumpang di rantis tersebut. Selama penyidikan kasus ini, ketujuh anggota polisi itu ditahan oleh Propam Polri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kompolnas Pelototi Gelar Perkara Propam: 7 Anggota Brimob Kasus Lindas Ojol Disanksi Pidana Apa?

Kompolnas Pelototi Gelar Perkara Propam: 7 Anggota Brimob Kasus Lindas Ojol Disanksi Pidana Apa?

News | Selasa, 02 September 2025 | 12:04 WIB

Dalih Diserang Kelompok Anarko, Polisi Salahkan Angin soal Tembakan Gas Air Mata ke Kampus Unisba

Dalih Diserang Kelompok Anarko, Polisi Salahkan Angin soal Tembakan Gas Air Mata ke Kampus Unisba

News | Selasa, 02 September 2025 | 11:53 WIB

Viral Suara Polisi Larang Posko Bantuan LBH Bandung di Polda Jabar: Kalau Pimpinan Lewat Gimana?

Viral Suara Polisi Larang Posko Bantuan LBH Bandung di Polda Jabar: Kalau Pimpinan Lewat Gimana?

News | Selasa, 02 September 2025 | 10:48 WIB

Sebar Ulang Poster Kucing hingga Bantuan Nyaleg: Eko Patrio-Uya Kuya Kini Cari Simpati Publik?

Sebar Ulang Poster Kucing hingga Bantuan Nyaleg: Eko Patrio-Uya Kuya Kini Cari Simpati Publik?

Entertainment | Selasa, 02 September 2025 | 10:02 WIB

Terkini

Nadiem Makarim: Jadi Menteri Umur 35 Tanpa Pengalaman, Banyak yang Tersinggung

Nadiem Makarim: Jadi Menteri Umur 35 Tanpa Pengalaman, Banyak yang Tersinggung

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:48 WIB

Balita Meninggal Usai Tindakan Sedasi di RSUD Prambanan, Keluarga Laporkan Dugaan Malapraktik

Balita Meninggal Usai Tindakan Sedasi di RSUD Prambanan, Keluarga Laporkan Dugaan Malapraktik

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:48 WIB

Viral 'Pulau Sampah' di Muara Angke: Bagaimana Berakhir di Sana dan Apa Bahaya Tersembunyinya?

Viral 'Pulau Sampah' di Muara Angke: Bagaimana Berakhir di Sana dan Apa Bahaya Tersembunyinya?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:48 WIB

Pledoi Nadiem Makarim: Di Swasta Jujur Dihargai, di Pemerintah Kelugasan Dianggap Sombong

Pledoi Nadiem Makarim: Di Swasta Jujur Dihargai, di Pemerintah Kelugasan Dianggap Sombong

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:46 WIB

Detak Jantung Matahari Tak Lagi Normal, Ilmuwan Khawatir Efeknya Membahayakan Bumi

Detak Jantung Matahari Tak Lagi Normal, Ilmuwan Khawatir Efeknya Membahayakan Bumi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:40 WIB

Sorot Transparansi Biaya Lawatan Prabowo, CELIOS Ingatkan Risiko Penggunaan Kocek Pribadi

Sorot Transparansi Biaya Lawatan Prabowo, CELIOS Ingatkan Risiko Penggunaan Kocek Pribadi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:38 WIB

Florida Gugat Sam Altman dan OpenAI, ChatGPT Dituding Membahayakan Anak-anak

Florida Gugat Sam Altman dan OpenAI, ChatGPT Dituding Membahayakan Anak-anak

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:37 WIB

Hasto Kristiyanto: Pancasila Merupakan Gugatan terhadap Imperialisme dan Kolonialisme

Hasto Kristiyanto: Pancasila Merupakan Gugatan terhadap Imperialisme dan Kolonialisme

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:34 WIB

Kiamat, Langit Siang Mendadak Gelap! Kesaksian Warga Saat Badai Pasir Raksasa Menerjang

Kiamat, Langit Siang Mendadak Gelap! Kesaksian Warga Saat Badai Pasir Raksasa Menerjang

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:30 WIB

Analis: Presiden Prabowo Kini Terhimpit di Antara PDIP dan Jokowi

Analis: Presiden Prabowo Kini Terhimpit di Antara PDIP dan Jokowi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:28 WIB