Glodok Sepi, Trauma Kerusuhan 1998 Hantui Warga Tionghoa di Jakbar

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 04 September 2025 | 18:13 WIB
Glodok Sepi, Trauma Kerusuhan 1998 Hantui Warga Tionghoa di Jakbar
Aktivitas perekonomian di Glodok, Jakarta Barat masih sepi setelah demonstrasi ricuh pada akhir Agustus 2025. Banyak warga dan pedagang masih trauma dengan kerusuhan 1998. [Suara.com/Fakhri Fuadi]
Baca 10 detik
  • Aktivitas ekonomi di Glodok sepi ketika demonstrasi rusuh berkecamuk pada akhir Agustus.
  • Banyak warga Tionghoa di Jakarta Barat itu masih trauma dengan kerusuhan 1998.
  • Berharap kondisi segera pulih.

Suara.com - Unjuk rasa berujung rusuh yang terjadi sejak 25 Agustus memberikan ekonomi dan psikologi besar di kawasan Pecinan Glodok, Jalan Pancoran, Taman Sari, Jakarta Barat.

Situasi mencekam membuat pengunjung yang kebanyakan merupakan etnis Tionghoa berpikir dua kali sebelum mendatangi berbagai kios dan toko di Glodok.

Di pusat kuliner Petak Enam misalnya, salah satu pedagang makanan berinisial L mengakui pendapatannya merosot hingga 90 persen saat situasi Jakarta lagi panas-panasnya.

"Iya parah kemarin sepi banget. Dari pas rusuh-rusuh itu. Paling kita pendapatan cuma 10 persen dari hari biasa," ujar pedagang itu kepada Suara.com, Kamis (4/9/2025).

Pengalaman yang sama juga dirasakan Anang, karyawan toko kelontong di Glodok. Ia bercerita, sejumlah kios tutup di hari nahas itu demi keselamatan.

"Di sini ada beberapa tutup. Di depan (jalan utama Jalan Pancoran) paling yang banyak tutup," ujar Anang kepada Suara.com, Kamis (4/9/2025).

Untuk toko tempatnya bekerja sendiri sebenarnya masih tetap buka walaupun beberapa kali ditutup lebih cepat dari jadwal biasa.

"Kalau di sini tetap buka. Cuma pernah emang kita setengah hari bukanya," ungkapnya.

Sementara A, pedagang manisan di Glodok memilih menutup tokonya selama dua hari pada 29 dan 30 Agustus. Saat itu, situasi Jakarta sedang panas-panasnya setelah adanya kejadian mobil rantis Brimob melindas ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan hingga meninggal dunia.

baca juga

Publik yang awalnya memprotes DPR RI langsung marah besar pada instansi Polri.

"Pas habis ada ojol meninggal itu besoknya kita tutup. Takut makin rusuh," jelasnya.

Aktivitas perekonomian di Glodok, Jakarta Barat masih sepi setelah demonstrasi ricuh pada akhir Agustus 2025. Banyak warga dan pedagang masih trauma dengan kerusuhan 1998. [Suara.com/Fakhri Fuadi]
Aktivitas perekonomian di Glodok, Jakarta Barat masih sepi setelah demonstrasi ricuh pada akhir Agustus 2025. Banyak warga dan pedagang masih trauma dengan kerusuhan 1998. [Suara.com/Fakhri Fuadi]

Petugas keamanan Gedung Chandra bahkan mengakui pertokoan emas banyak memilih untuk tutup sementara ketika kerusuhan pecah di berbagai lokasi.

"Kalau gedung ini enggak tutup, tapi banyak toko emas yang tutup. Pada takut kan pasti," kata dia.

Trauma Kerusuhan 1998

Menurut L, para pengunjung yang kebanyakan beretnis Tionghoa takut berkunjung lantaran adanya narasi penjarahan yang ingin menyasar kelompok minoritas, seperti yang terjadi pada 1998 silam.

"Kan kebanyakan Cina (etnis Tionghoa) ya, pada takut jadinya. Apalagi ada penjarahan, halte-halte dibakar," ungkapnya.

L menerangkan biasanya setiap sore menjelang malam hari diadakan pemutaran musik dan para pengunjung yang kebanyakan lanjut usia (lansia) di tengah Petak Enam. L menyebut acara itu tetap diadakan meski hanya sedikit yang berpartisipasi.

"Kalau musik joget-joget sih tetap ada. Tapi sepi banget enggak kayak biasanya. Kan biasanya ramai apalagi kalau weekend," ucapnya.

Sementara Anang mengakui adanya narasi penjarahan yang sudah mengarah kepada etnis Tionghoa selaku mayoritas penduduk Glodok, membuat warga sekitar khawatir.

"Iya takut pastinya. Kan 1998 parah banget. Kalau itu baru kita tutup semua pada takut dijarah," ungkapnya 

Tak hanya dirinya, bosnya yang juga merupakan etnis Tionghoa juga khawatir kerusuhan dan penjarahan sampai ke kawasan Glodok. 

Aktivitas perekonomian di Glodok, Jakarta Barat masih sepi setelah demonstrasi ricuh pada akhir Agustus 2025. Banyak warga dan pedagang masih trauma dengan kerusuhan 1998. [Suara.com/Fakhri Fuadi]
Aktivitas perekonomian di Glodok, Jakarta Barat masih sepi setelah demonstrasi ricuh pada akhir Agustus 2025. Banyak warga dan pedagang masih trauma dengan kerusuhan 1998. [Suara.com/Fakhri Fuadi]

"Kalau sampai sini udah gawat banget. Apalagi sampai halte-halte kan dibakar ya," lanjutnya.

Kekinian, situasi Jakarta sudah mulai kondusif setelah rangkaian kericuhan sudah tak terjadi sejak Senin kemarin. Pantauan Suara.com, toko-toko di jalan utama Jalan Pancoran sudah buka seluruhnya. Pengunjung juga ramai hilir mudik di sekitar pertokoan.

Adapun L menyebut jumlah pengunjung yang datang ke Petak Enam juga kembali normal.

"Sekarang udah mulai ramai lagi. Mudah-mudahan enggak ada kerusuhan lagi," harap L.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Menyelamatkan Diri dari Serangan Bom Molotov di Tengah Aksi Massa

Cara Menyelamatkan Diri dari Serangan Bom Molotov di Tengah Aksi Massa

Lifestyle | Kamis, 04 September 2025 | 17:38 WIB

Mencekam saat Kerusuhan di Jakarta, Warga Glodok Takut Kejadian 98 Terulang

Mencekam saat Kerusuhan di Jakarta, Warga Glodok Takut Kejadian 98 Terulang

News | Kamis, 04 September 2025 | 16:46 WIB

Percakapan Dalam Rantis yang Melindas Affan, Kompol Cosmas Sebut Hanya Jalankan Perintah

Percakapan Dalam Rantis yang Melindas Affan, Kompol Cosmas Sebut Hanya Jalankan Perintah

News | Kamis, 04 September 2025 | 15:39 WIB

Kompolnas Selidiki Dorongan Maut Ojol Affan: CCTV Jadi Kunci?

Kompolnas Selidiki Dorongan Maut Ojol Affan: CCTV Jadi Kunci?

News | Kamis, 04 September 2025 | 14:45 WIB

Daftar Negara yang Keluarkan Travel Warning ke Indonesia, Apa Dampaknya?

Daftar Negara yang Keluarkan Travel Warning ke Indonesia, Apa Dampaknya?

Lifestyle | Kamis, 04 September 2025 | 14:42 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×