Rocky Gerung Ungkap Alasan Jokowi Tak Mempan Disembuhkan Dokter Kepresidenan

Ruth Meliana

Minggu, 07 September 2025 | 12:23 WIB
Rocky Gerung Ungkap Alasan Jokowi Tak Mempan Disembuhkan Dokter Kepresidenan
Rocky Gerung, Jokowi [kolase]
Baca 10 detik
  • Rocky Gerung mengomentari kesehatan terkini Presiden RI ke-7 Jokowi.
  • Menurutnya, Jokowi sedang mengalami tekanan psikologis yang tidak stabil.
  • Rocky Gerung juga menyebut Jokowi sedang terkena psikosomatik

Suara.com - Pengamat politik Rocky Gerung kembali menjadi sorotan publik dengan analisisnya yang blak-blakan. Kali ini, dia mengomentari kondisi terkini Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi), yang dinilai tengah mengalami tekanan psikologis serius.

Menurut Rocky, stres yang dialami Jokowi begitu dalam hingga tak bisa disembuhkan oleh dokter kepresidenan. Bagaimana selengkapnya? Simak penjelasan berikut ini.

Rocky Gerung: Isu Ijazah Palsu Jadi Titik Terlemah Jokowi

Rocky Gerung [YouTube/Hendri Satrio Official]
Rocky Gerung [YouTube/Hendri Satrio Official]

Rocky Gerung secara blak-blakan menyebut Jokowi mengalami kondisi psikologis yang sedang tidak stabil. Alasan utamanya karena isu ijazah palsu yang hingga kini masih jadi kontroversi.

"Jokowi ada di dalam kondisi psikologis yang tidak stabil. Isu tentang ijazah itu sudah menyentuh saraF paling peka di dalam kehidupan pribadi beliau yaitu menyembunyikan kebohongan," ucap Rocky Gerung di kanal YouTube Hendri Satrio Official yang tayang pada 5 September 2025.

Rocky Gerung berargumen bahwa masalah ini menjadi semakin rumit karena sudah ada pihak yang dihukum terkait isu tersebut. Baginya, jika isu ini sudah dibuka dari awal mungkin tidak akan ada orang yang dihukum.

"Tentu masih ada proses hukum, tetapi makin rumit karena Presiden Jokowi bertahun-tahun menyembunyikan rahasia itu dan orang akan anggap kalau dari awal diberitahu bahwa saya asli tentu enggak akan ada orang yang dihukum. Sekarang sudah ada Gus Nur sama Bambang Tri yang dihukum," sambung Rocky.

Selain itu Rocky juga memaparkan bahwa Jokowi akan merasa aman jika ada yang bisa menjaminnya. Namun dia berpendapat bahwa tidak ada pihak yang dapat sepenuhnya memberikan jaminan tersebut.

"Siapa yang jamin? Pak Prabowo. Tidak mungkin Pak Prabowo jamin sepenuhnya," ungkap Rocky.

baca juga

Rocky juga menambahkan bahwa partai-partai lain seperti PDI-P dan Golkar juga memiliki sifat pragmatis serta tidak bisa diandalkan.

"Jadi, Pak Jokowi akan cari siapa yang akan menjamin dia karena terus-menerus dia dipersoalkan dinastinya lah apa namanya mungkin eh money laundry ada juga di situ tuh," sambungnya. 

Rocky Gerung: Gibran Awalnya Tameng Kini Beban Ganda Jokowi

Wapres Gibran Rakabuming Raka. [ANTARA]
Wapres Gibran Rakabuming Raka. [ANTARA]

Dalam pandangan Rocky Gerung, satu-satunya orang yang paling mungkin menjamin Jokowi adalah sang anak, Gibran Rakabuming Raka. Karena alasan itulah Gibran dianggap sebagai "taruhan final" bagi Jokowi.

Namun ironisnya, Gibran kini juga menjadi sorotan tajam terutama dari kalangan jenderal. Menurut Rocky, situasi inilah yang kemudian mengubah Gibran dari tameng pertama bagi Jokowi menjadi sebuah beban.

"Gibran disorot sekarang oleh kalangan jenderal. Jadi tameng pertama dari Pak Jokowi juga menjadi beban pada dia," ujarnya.

Keadaan ini menyebabkan Jokowi mengalami krisis psikologis ganda, yang kemudian bermanifestasi menjadi gejala psikosomatik dan stres.

"Itu menyebabkan dalam analisis saya secara faktual aja atau deskriptif, Pak Jokowi mengalami psikosomatik lalu dia stres," jelas Rocky.

Stres Jokowi Tak Bisa Disembuhkan Dokter Biasa?

Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi. [Tangkapan Layar]
Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi. [Tangkapan Layar]

Saat ditanya oleh Hendri Satrio apakah dokter kepresidenan tidak bisa menyembuhkan stres yang dialami Jokowi, Rocky memberikan jawaban mengejutkan.

Rocky Gerung menjelaskan bahwa stres yang dialami Jokowi berada di level yang tidak bisa ditangani oleh obat penenang.

"Kalau dia stres kan disembuhkan secara psikologi bisa minum obat penenang. Tapi itu mungkin sudah enggak mempan," kata Rocky Gerung.

Menuru Rocky, pengobatan psikologis biasa tidak akan efektif karena masalahnya terletak pada keteduhan moral.

Dia menganalisis bahwa Jokowi mungkin akan merasa aman jika putranya berhasil menjadi presiden di 2029, namun Gibran sendiri kini juga menghadapi berbagai masalah.

Oleh karenanya, hal tersebut membuat Presiden Jokowi mengalami krisis psikologis berlipat ganda. "Ternyata putranya juga bermasalah. Jadi dua kali dia mengalami krisis psikologi itu," tutup Rocky Gerung.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rocky Gerung Bahas 2 Nama Calon Wapres Pengganti Gibran, Siapa?

Rocky Gerung Bahas 2 Nama Calon Wapres Pengganti Gibran, Siapa?

News | Minggu, 07 September 2025 | 12:02 WIB

Mengenang Arif Budimanta: Ekonom dan Stafsus Jokowi yang Telah Tiada

Mengenang Arif Budimanta: Ekonom dan Stafsus Jokowi yang Telah Tiada

Your Say | Sabtu, 06 September 2025 | 09:43 WIB

Eks Stafsus Jokowi Wafat: Ini Sepak Terjang hingga Karier Politik Arif Budimanta

Eks Stafsus Jokowi Wafat: Ini Sepak Terjang hingga Karier Politik Arif Budimanta

News | Sabtu, 06 September 2025 | 09:30 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×