"Curhat' Mahfud MD soal Nadiem Sebenarnya Bongkar Borok Istana?

Tasmalinda | Suara.com

Kamis, 11 September 2025 | 12:57 WIB
"Curhat' Mahfud MD soal Nadiem Sebenarnya Bongkar Borok Istana?
Nadiem Makarim (instagram)
Baca 10 detik
  • Mahfud MD mengaku kesulitan berkoordinasi dengan Nadiem Makarim yang disebut sering "ngantor di hotel".
  • Kesaksian Mahfud membuka persoalan lama dalam birokrasi: ego sektoral.
  • Kasus Nadiem dipandang hanya sebagai gejala dari masalah sistemik yang lebih besar, yaitu lemahnya koordinasi antar kementerian.

Suara.com - Di tengah guncangan publik atas status tersangka Nadiem Makarim, sebuah "curhat" dari mantan Menko Polhukam Mahfud MD seolah membuka informasi yang jauh lebih besar.

Kesaksiannya tentang betapa sulitnya ia berkoordinasi dengan Nadiem yang disebutnya sering "ngantor di hotel", terlihat lebih dari sekadar sentimen pribadi.

Bagi para pengamat politik, curhat Mahfud ini adalah sebuah studi kasus yang secara tidak langsung membongkar "borok" atau penyakit kronis yang mungkin telah lama menggerogoti efektivitas kabinet di Istana: buruknya koordinasi antar kementerian dan tingginya ego sektoral.

Studi Kasus Nadiem: "Menteri Sulit Ditemui"

Keluhan Mahfud MD sangat spesifik dan kuat.

"Saya sebagai Menko saja susah sekali mau ketemu dia (Nadiem)," ungkapnya. Ini bukan sekadar keluhan biasa. Ini adalah pengakuan dari seorang menteri koordinator yang tugasnya adalah mengorkestrasi kebijakan, bahwa salah satu "pemain orkestra"-nya sulit untuk diajak bekerja sama.

Gaya kerja Nadiem yang disebut sering "ngantor di hotel" semakin memperparah persepsi adanya jarak dan eksklusivitas. Namun, pertanyaan besarnya adalah: apakah Nadiem adalah satu-satunya "pemain" yang sulit diatur?

Guru Besar Hukum Tata Negara, Mahfud MD dalam YouTube Leon Hartono, Rabu (10/9/2025). [Tangkapan layar]
Guru Besar Hukum Tata Negara, Mahfud MD dalam YouTube Leon Hartono, Rabu (10/9/2025). [Tangkapan layar]

Penyakit Kronis Bernama "Ego Sektoral"

Kesaksian Mahfud ini menjadi pintu masuk untuk mendiagnosis "penyakit" lama yang menghantui birokrasi Indonesia: ego sektoral.

Setiap kementerian seringkali bertindak seperti "kerajaan kecil" yang berjalan sendiri-sendiri, mengabaikan arahan dari kementerian koordinator.

Para menteri teknis, terutama yang merasa memiliki "restu" langsung dari Presiden atau memiliki kekuatan politik sendiri, seringkali merasa tidak perlu melapor atau berkoordinasi secara intensif dengan Menko mereka.

Mereka lebih suka "memotong kompas" langsung ke Presiden.

Fenomena ini juga mempertanyakan kembali efektivitas sistem menteri koordinator di Indonesia. Secara teori, Menko adalah "tangan kanan" Presiden yang memastikan semua kementerian di bawahnya berjalan seirama.

Namun, dalam praktiknya, Menko seringkali tidak memiliki wewenang eksekusi yang kuat. Mereka tidak bisa "memaksa" atau memberikan sanksi kepada menteri teknis yang tidak koordinasi.

Tanpa wewenang yang kuat, posisi Menko berisiko menjadi "macan ompong": terlihat gagah di atas kertas, namun tidak memiliki taring untuk menegakkan disiplin. Curhat Mahfud MD soal Nadiem adalah bukti paling nyata dari frustrasi ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2 Hal Ini Bikin Eks Pimpinan KPK Miris Dengar Nadiem Makarim Jadi Tersangka, Singgung Nama Jokowi

2 Hal Ini Bikin Eks Pimpinan KPK Miris Dengar Nadiem Makarim Jadi Tersangka, Singgung Nama Jokowi

News | Kamis, 11 September 2025 | 12:09 WIB

Mahfud MD Memprediksi Akan Ada Reshuffle Lagi Oktober Mendatang

Mahfud MD Memprediksi Akan Ada Reshuffle Lagi Oktober Mendatang

News | Kamis, 11 September 2025 | 09:50 WIB

Blak-blakan, Mahfud MD Ungkap Alasan Prabowo Akhirnya Mau Dengar Aspirasi Rakyat

Blak-blakan, Mahfud MD Ungkap Alasan Prabowo Akhirnya Mau Dengar Aspirasi Rakyat

News | Kamis, 11 September 2025 | 08:35 WIB

Kekecewaan Sri Mulyani Pasca-Penjarahan Rumah, Mahfud MD: 'Dia Nangis Disamakan dengan Sahroni'

Kekecewaan Sri Mulyani Pasca-Penjarahan Rumah, Mahfud MD: 'Dia Nangis Disamakan dengan Sahroni'

News | Rabu, 10 September 2025 | 19:37 WIB

Sebut Alasan Hukum Jadikan Nadiem Tersangka Terpenuhi, Mahfud: Dia Tak Mengerti Prosedur Birokrasi

Sebut Alasan Hukum Jadikan Nadiem Tersangka Terpenuhi, Mahfud: Dia Tak Mengerti Prosedur Birokrasi

News | Rabu, 10 September 2025 | 18:52 WIB

Franka Franklin Keturunan Mana? Ini Latar Belakang Istri Nadiem Makarim

Franka Franklin Keturunan Mana? Ini Latar Belakang Istri Nadiem Makarim

Lifestyle | Rabu, 10 September 2025 | 16:06 WIB

Budi Gunawan Kena Reshuffle Kabinet, Mahfud MD Ngaku Kaget: Apa Alasannya?

Budi Gunawan Kena Reshuffle Kabinet, Mahfud MD Ngaku Kaget: Apa Alasannya?

Your Say | Rabu, 10 September 2025 | 15:56 WIB

Terkini

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

News | Rabu, 29 April 2026 | 23:25 WIB

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:30 WIB

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:04 WIB

Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'

Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:22 WIB

KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan

KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:20 WIB

Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi

Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:09 WIB

Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak

Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:47 WIB

Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia

Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:29 WIB

10  Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal

10 Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:27 WIB

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:04 WIB