"Masyarakat Kabupaten Bogor dihadapkan pada sulitnya mencari pekerjaan, sehingga jumlah pengangguran mencapai 2,86 juta orang. Belum lagi ancaman masa depan kwalitas generasi, karena jumlah anak putus sekolah yang masih sangat besar hingga menyentuh angka 59 ribu anak," jelasnya.
Kritik Yusfitriadi semakin tajam ketika menyoroti bahwa tunjangan fantastis itu sama sekali tidak mewakili kondisi nyata di lapangan. Prioritas anggaran seolah lebih mementingkan kesejahteraan segelintir pejabat daripada kebutuhan mendesak jutaan rakyatnya.
"Masih terlihat bangunan sekolah yang sangat tidak layak di beberapa tempat, infrasturktur akses jalan raya yang masih rusak, badai PHK menghantui para pekerja dan banyak lagi masalah-masalah yang memprihatinkan," tegasnya.
Kontributor : Egi Abdul Mugni