Suara.com - Salah satu posisi menteri yang banyak menyita perhatian masyarakat adalah Menteri Haji dan Umrah, yang diisi oleh Mochamad Irfan Yusuf.
Irfan menjadi orang pertama di posisi tersebut, karena merupakan kementerian baru di era pemerintahan Presiden Prabowo. Sekilas tentang profil, pendidikan, dan kekayaan Mochamad Irfan Yusuf adalah sebagai berikut.
Nama Mochamad Irfan Yusuf sebenarnya bukan nama baru di dunia perpolitikan Indonesia. Pasalnya, beliau adalah putra dari KH. Yusuf Hasyim, seorang tokoh Nahdlatul Ulama yang disegani serta dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Tebuireng.
Profil Singkat Mochamad Irfan Yusuf
Lahir di Jombang, Jawa Timur, 28 Juni 1970 lalu, beliau biasa dipanggil dengan sapaan Gus Irfan. Gus Irfan adalah anak ketiga dari empat bersaudara di dalam keluarganya.
![Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (9/9/2025). [Suara.com/Novian]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/09/09/72677-menteri-haji-dan-umrah-mochamad-irfan-yusuf.jpg)
Jika ditarik garis keturunan, beliau masih memiliki hubungan darah dengan Presiden Abdurrahman Wahid. Gus Irfan juga dianggap sebagai sosok yang bisa meneruskan cita-cita Gus Dur di berbagai bidang.
Sekilas Pendidikan Gus Irfan
Gus Irfan diketahui mengenyam pendidikan dasarnya di kampung halaman, yakni di Jombang. Ia tercatat sebagai lulusan SMPP Jombang atau kini dikenal dengan SMAN 2 Jombang, dan melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Brawijaya di Malang.
Gelar sarjana diraihnya pada tahun 1985 lalu, dan berhasil menyelesaikan studi magister di Universitas Brawijaya di tahun 2002.
Terbaru, ia bahkan telah meraih gelar doktor dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, tepatnya pada Februari 2025 lalu. Ia membuat disertasi dengan judul Kepemimpinan Transformasional KH. Muhammad Yusuf Hasyim dalam Melestarikan Tradisi indonesia di Pesantren Tebuireng Kabupaten Jombang.
Perjalanan Karir dan Kekayaan
Melihat perjalanan karir yang ia miliki, Gus Irfan sebenarnya bisa dikatakan sebagai perpaduan antara pengabdian keagamaan, pendidikan, dan seorang profesional di bidang keuangan.
Sejak tahun 1989 lalu dirinya mengabdi di Ponpes Tebuireng sebagai Sekretaris Umum hingga tahun 2006 lalu. Kemudian ia juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Yayasan Hasyim Asy’ari sejak tahun 1990 lalu, dan sebagai pimpinan Pesantren Al-Farros sejak tahun 2006 lalu hingga kini.
Gur Irfan juga pernah mengajar sebagai seorang dosen di Akademi Keperawatan Widyagama Malang selama enam tahun, sejak 2013. Kemudian namanya tercatat sebagai Komisaris Utama PT BPR Tebuireng selama kurang lebih dua puluh tahun sejak 1996.
Dari segi politik, namanya tercatat sebagai salah satu anggota Partai Gerindra, dan terpilih sebagai Anggota DPR RI pada Pemilu 2024.