Pelajaran Pahit tentang Politik Persepsi
Kisah berbaliknya nasib Sri Mulyani adalah sebuah pelajaran yang sangat berharga tentang betapa cairnya persepsi publik di era digital.
Kebencian dan simpati bisa datang dan pergi secepat kilat, tergantung pada narasi mana yang paling berhasil merebut hati rakyat.
Kini, Sri Mulyani mungkin meninggalkan jabatannya dengan kepala tegak, membawa serta simpati dari jutaan orang yang dulu pernah menghujatnya. Sebuah akhir yang ironis, tragis, namun juga sangat manusiawi.
Bagaimana menurut Anda?
Apakah gelombang simpati untuk Sri Mulyani ini tulus, atau publik hanya sedang mencari simbol baru untuk melawan pemerintahan? Diskusikan di kolom komentar!