Profil Perdana Menteri Nepal KP Sharma Oli yang Mundur usai Didemo: Karier Politik dan Kontroversi

Husna Rahmayunita | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 10 September 2025 | 15:28 WIB
Profil Perdana Menteri Nepal KP Sharma Oli yang Mundur usai Didemo: Karier Politik dan Kontroversi
Perdana Menteri Nepal KP Sharma Oli (X)

Suara.com - Khadga Prasad Sharma Oli, atau yang lebih dikenal luas sebagai KP Sharma Oli, telah menjadi salah satu figur paling berpengaruh dan kontroversial dalam lanskap politik Nepal modern.

Setelah tiga kali menjabat sebagai Perdana Menteri, ia akhirnya mengundurkan diri pada 9 September 2025, menyusul gelombang demonstrasi besar-besaran yang mengguncang Nepal.

Pengunduran diri ini menandai akhir dari era kepemimpinan yang ditandai oleh kebijakan nasionalis, namun juga didera tuduhan korupsi dan langkah-langkah otoriter.

Jejak Karir Politik yang Penuh Liku

Lahir pada 22 Februari 1952 di desa Iwa, distrik Tehrathum, Nepal Timur, K.P. Sharma Oli tumbuh dalam keluarga petani Brahmana.

Sejak usia muda, ia telah terlibat dalam politik radikal, terpengaruh oleh ideologi Marxisme-Leninisme dan gerakan anti-Panchayat.

Pada usia 18 tahun, ia bergabung dengan faksi Partai Komunis Nepal dan akibat aktivitas politiknya, Oli harus mendekam di penjara selama hampir 14 tahun antara 1973 hingga 1987, termasuk empat tahun dalam sel isolasi.

Setelah dibebaskan, karir politiknya melesat. Ia menduduki berbagai posisi penting, termasuk anggota komite pusat Partai Komunis Nepal (Marxist–Leninist), Kepala Departemen Luar Negeri CPN (UML), dan pernah menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Nepal pada tahun 1994-1995.

KP Sharma Oli pertama kali menduduki kursi Perdana Menteri Nepal pada Oktober 2015, dan kembali menjabat pada Februari 2018.

Ia menjadi Perdana Menteri pertama yang diangkat setelah pemilihan umum di bawah konstitusi baru Nepal. Periode terakhirnya sebagai Perdana Menteri dimulai pada Juli 2024.

Kepemimpinan, Nasionalisme, dan Badai Kontroversi

Selama masa kepemimpinannya, K.P. Sharma Oli dikenal karena sikapnya yang tegas dan nasionalis.

Ia mengambil sikap keras terhadap pemerintah India, terutama selama blokade Nepal tahun 2015, dan berupaya memperkuat hubungan bilateral dengan Tiongkok sebagai alternatif dari ketergantungan ekonomi Nepal pada India.

Salah satu langkah kontroversialnya adalah memperbarui peta Nepal melalui amendemen konstitusi yang mencakup wilayah sengketa dengan India, sebuah tindakan yang memupuk citranya sebagai pemimpin nasionalis.

Namun, masa jabatan Oli juga dirusak oleh berbagai kontroversi. Ia menghadapi kritik luas atas gaya kepemimpinan yang dianggap otoriter, termasuk pembungkaman terhadap media dan penunjukan pejabat berdasarkan kedekatan politik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fenomena 'NepoKids' Bikin Murka Gen Z Nepal, Ini 5 Fakta Demo Brutal yang Paksa PM Mundur

Fenomena 'NepoKids' Bikin Murka Gen Z Nepal, Ini 5 Fakta Demo Brutal yang Paksa PM Mundur

News | Rabu, 10 September 2025 | 14:36 WIB

Kekayaan Khadga Prasad Sharma Oli, PM Nepal yang Mundur Usai Demo Ricuh

Kekayaan Khadga Prasad Sharma Oli, PM Nepal yang Mundur Usai Demo Ricuh

Lifestyle | Rabu, 10 September 2025 | 14:45 WIB

Brutalitas Polisi Nepal Urai Massa Demo, Perempuan Ikut Dihajar saat Berusaha Melerai Temannya

Brutalitas Polisi Nepal Urai Massa Demo, Perempuan Ikut Dihajar saat Berusaha Melerai Temannya

News | Rabu, 10 September 2025 | 13:58 WIB

Terkini

Hari Kekayaan Intelektual 2026, Kementerian Hukum Dorong Industri Olahraga dan Inovasi Nasional

Hari Kekayaan Intelektual 2026, Kementerian Hukum Dorong Industri Olahraga dan Inovasi Nasional

News | Minggu, 26 April 2026 | 12:14 WIB

Duel Lawan Begal! Karyawan Sablon di Jakbar Bersimbah Darah Demi Pertahankan Motor dan HP

Duel Lawan Begal! Karyawan Sablon di Jakbar Bersimbah Darah Demi Pertahankan Motor dan HP

News | Minggu, 26 April 2026 | 12:07 WIB

Kronologi Donald Trump dan Istri Dievakuasi, Tembakan Meletus di Gedung Putih

Kronologi Donald Trump dan Istri Dievakuasi, Tembakan Meletus di Gedung Putih

News | Minggu, 26 April 2026 | 11:25 WIB

Apresiasi Daerah Berprestasi 2026 Digelar, Mendagri Dorong Iklim Kompetitif Antardaerah

Apresiasi Daerah Berprestasi 2026 Digelar, Mendagri Dorong Iklim Kompetitif Antardaerah

News | Minggu, 26 April 2026 | 11:20 WIB

APPMBGI Ingatkan Potensi Tekanan Pasokan Pangan Imbas Program MBG

APPMBGI Ingatkan Potensi Tekanan Pasokan Pangan Imbas Program MBG

News | Minggu, 26 April 2026 | 11:05 WIB

Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade

Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade

News | Minggu, 26 April 2026 | 10:24 WIB

Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!

Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!

News | Minggu, 26 April 2026 | 09:47 WIB

Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan

Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan

News | Minggu, 26 April 2026 | 09:38 WIB

Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu

Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu

News | Minggu, 26 April 2026 | 09:27 WIB

Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!

Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:57 WIB