Bali 'Tenggelam' di 120 Titik: BMKG Ungkap Penyebab Hujan Gila dan Peran Sampah Kita

Chandra Iswinarno, Lilis Varwati

Jum'at, 12 September 2025 | 23:59 WIB
Bali 'Tenggelam' di 120 Titik: BMKG Ungkap Penyebab Hujan Gila dan Peran Sampah Kita
Banjir menggenangi kawasan Kuta, Badung, Bali, Rabu (10/9/2025). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym]
Baca 10 detik
  • Banjir parah di Bali disebabkan hujan ekstrem hingga 385 mm per hari.
  • Masalah drainase, sampah, dan alih fungsi lahan memperparah dampak banjir.
  • BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem lanjutan, masyarakat diminta waspada.

Suara.com - Bali lumpuh diterjang banjir dan longsor parah pada 9–10 September 2025 lalu.

Laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bencana ini terjadi di tujuh kabupaten/kota dengan lebih dari 120 titik banjir, menjadikan peristiwa ini sebagai dampak hidrometeorologi basah yang luar biasa.

Kota Denpasar menjadi wilayah paling parah dengan 81 titik banjir, disusul Gianyar (14 titik) dan Badung (12 titik).

Pemicu utamanya? Curah hujan harian yang benar-benar di luar nalar.

BMKG mencatat, curah hujan di Jembrana mencapai 385,5 mm dalam sehari.

Sebagai perbandingan, curah hujan di atas 150 mm/hari saja sudah masuk kategori ekstrem. Beberapa wilayah lain seperti Tampak Siring (373,8 mm) dan Karangasem (316,6 mm) juga mencatat angka yang fantastis.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa hujan ekstrem ini dipicu oleh kombinasi 'badai sempurna' dari berbagai fenomena atmosfer.

“Aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Rossby ekuator yang aktif bersamaan dengan kondisi atmosfer labil di Bali memperbesar risiko terbentuknya awan konvektif secara masif,” jelas Dwikorita dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (12/9/2025).

Bukan Cuma Faktor Alam

baca juga

BMKG juga menyoroti faktor-faktor non-alam yang memperparah bencana. Sistem drainase di banyak wilayah terbukti tidak mampu menampung volume air hujan yang masif.

Kondisi ini diperburuk oleh sedimentasi dan sampah yang menyumbat saluran air.

Selain itu, alih fungsi lahan dari area resapan menjadi permukiman dan area komersial juga berkontribusi besar dalam mengurangi kemampuan tanah menyerap air.

Akibatnya, air hujan langsung meluap menjadi genangan.

BMKG Sudah Kasih Peringatan?

"Kejadian ini semakin menjelaskan pentingnya sistem peringatan dini yang cepat dan akurat," ujar Dwikorita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BMKG Warning! Cuaca Ekstrem Ancam Indonesia Sepekan ke Depan, Waspada Hujan Lebat

BMKG Warning! Cuaca Ekstrem Ancam Indonesia Sepekan ke Depan, Waspada Hujan Lebat

News | Jum'at, 12 September 2025 | 20:40 WIB

Banjir Bali: 500 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal, 18 Meninggal Dunia

Banjir Bali: 500 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal, 18 Meninggal Dunia

Video | Jum'at, 12 September 2025 | 15:00 WIB

Keluarganya Hilang Tersapu Banjir Bali, Korban Selamat Kaget Sepulang Kerja Rumah Sudah Rata!

Keluarganya Hilang Tersapu Banjir Bali, Korban Selamat Kaget Sepulang Kerja Rumah Sudah Rata!

News | Jum'at, 12 September 2025 | 12:40 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×