Tragis! Ojol Tewas di Demo: Masyarakat Desak Penyelidikan Tuntas, Ada Apa dengan Kendaraannya?

Dythia Novianty

Selasa, 16 September 2025 | 12:49 WIB
Tragis! Ojol Tewas di Demo: Masyarakat Desak Penyelidikan Tuntas, Ada Apa dengan Kendaraannya?
Mantan Wakapolri Oegroseno. [Youtube Forum Keadilan TV]
Baca 10 detik
  • Penyebab kematian pengendara ojol saat demo masih belum terungkap
  • Masyarakat mendesak investigasi tuntas, termasuk soal kendaraan yang bergerak sendiri
  • Proses hukum pidana harus didahulukan sebelum penanganan etik

Suara.com - Peristiwa meninggalnya seseorang pengendara ojol (ojek online) pada saat demonstrasi kemarin belum terungkap penyebab pastinya.

Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan masyarakat.

Desakan penyelidikan di olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dilakukan secara tuntas pun mencuat, terutama untuk mengungkap mengapa kendaraan bisa bergerak maju sendiri.

Sebuah kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP berdiskusi dengan seorang purnawirawan perwira tinggi Polri, Oegroseno, membahas terkait kematian pengendara ojol dalam aksi demontrasi kemarin.

“Kalau itu nanti sudah bisa dibuktikan, mungkin oleh pihak gabungan Peropam dan pihak lalu lintas Polda Metro Jaya. Nah, nanti ada kode etik sendiri. Kenapa kendaraan bisa bergerak maju sendiri? Siapa yang memerintahkan bergerak tadi di situ,” ujarnya.

Pihaknya berharap agar masalah ini dapat diselesaikan secara menyeluruh untuk menghindari spekulasi yang berkembang di masyarakat.

"Jangan sampai nanti masyarakat masih belum tuntas akhirnya tanya-tanya yang berkembang seperti sekarang ini. Masih ada pertanyaan yang belum terjawab oleh kepolisian seperti itu," tambahnya.

Diskusi juga menyoroti prioritas penanganan kasus.

Jika terdapat unsur pidana, seharusnya kasus pidana ditangani terlebih dahulu sebelum masuk ke ranah etik.

baca juga

"Jadi kalau memang ada pidananya, harusnya pidananya dulu baru etiknya," kata Oegroseno.

Seorang purnawirawan menyetujui hal tersebut.

“Iya, enggak ada masalah. Kalau memang itu ada pidana atau kecelakaan unitas biasa. Kelalaian kan bisa pasal 359 misalnya di situ bisa diterapkan,” jawabnya, seraya menegaskan bahwa proses hukum harus dijalankan.

Setelah proses pidana atau dugaan kelalaian ditangani, barulah masuk ke masalah etik.

“Baru masuk etik. Nah, baru nanti etiknya juga dilihat di situ. Jadi jangan sampai etik dulu yang peristiwa pokoknya meninggalnya tidak tertangani secara tuntas,” pungkas Oegroseno.

Masyarakat menanti jawaban konkret dari pihak kepolisian, terkait insiden ini, berharap semua aspek terungkap jelas dan transparan.


Reporter: Safelia Putri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Ojol Tewas Dilindas Rantis: CCTV dari Gedung Tinggi Perjelas Kronologi Kejadian

Kasus Ojol Tewas Dilindas Rantis: CCTV dari Gedung Tinggi Perjelas Kronologi Kejadian

News | Senin, 08 September 2025 | 18:27 WIB

Kasus Prada Lucy dan Diplomat Arya Daru, Connie: Kenapa Selalu Dibumbui Narasi Hubungan Menyimpang?

Kasus Prada Lucy dan Diplomat Arya Daru, Connie: Kenapa Selalu Dibumbui Narasi Hubungan Menyimpang?

News | Senin, 08 September 2025 | 18:19 WIB

Cegah 'Masuk Angin', Kompolnas-Komnas HAM Kawal Bukti CCTV Tewasnya Affan Kurniawan

Cegah 'Masuk Angin', Kompolnas-Komnas HAM Kawal Bukti CCTV Tewasnya Affan Kurniawan

News | Senin, 08 September 2025 | 17:48 WIB

Petisi Tolak Pemecatan Kompol Cosmas Tembus 174 Ribu, Keputusan PTDH Bisa Dibatalkan?

Petisi Tolak Pemecatan Kompol Cosmas Tembus 174 Ribu, Keputusan PTDH Bisa Dibatalkan?

News | Minggu, 07 September 2025 | 17:10 WIB

Bukan Saya, Anggota PSI Klarifikasi Usai Wajahnya Mirip Driver Ojol yang Dipanggil Wapres Gibran

Bukan Saya, Anggota PSI Klarifikasi Usai Wajahnya Mirip Driver Ojol yang Dipanggil Wapres Gibran

News | Sabtu, 06 September 2025 | 14:24 WIB

Bukan Kader PSI, Inilah Driver Ojol Asli yang Bertemu Gibran di Istana Wapres

Bukan Kader PSI, Inilah Driver Ojol Asli yang Bertemu Gibran di Istana Wapres

News | Sabtu, 06 September 2025 | 13:55 WIB

Terkini

IHSG Mulai Bangkit Pagi Ini Tetap di Level 6.400, Pantau BRMS

IHSG Mulai Bangkit Pagi Ini Tetap di Level 6.400, Pantau BRMS

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:15 WIB

Udara Singapura Memburuk, Asap dari Kalimantan dan Sumatra Terpantau Bergerak Masuk

Udara Singapura Memburuk, Asap dari Kalimantan dan Sumatra Terpantau Bergerak Masuk

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:08 WIB

YouTube, X, hingga Telegram Masuk Daftar Risiko Tinggi PP TUNAS, Ini Langkah Komdigi

YouTube, X, hingga Telegram Masuk Daftar Risiko Tinggi PP TUNAS, Ini Langkah Komdigi

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 09:06 WIB

Pemkab Siak Ngaret Serahkan Dokumen, Pembahasan APBD-P Terancam Deadlock

Pemkab Siak Ngaret Serahkan Dokumen, Pembahasan APBD-P Terancam Deadlock

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 09:03 WIB

Shio Macan dan Naga Apakah Cocok? Intip Peruntungan Asmara, Karier hingga Keuangannya

Shio Macan dan Naga Apakah Cocok? Intip Peruntungan Asmara, Karier hingga Keuangannya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 09:02 WIB

UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh

UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 09:00 WIB

Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik

Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 08:57 WIB

Harga Cabai Keriting Meledak, Tembus Rp120 Ribu/Kg

Harga Cabai Keriting Meledak, Tembus Rp120 Ribu/Kg

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:56 WIB

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:52 WIB

Kasus ISPA di Rokan Hulu Meningkat saat Kabut Asap, Anak-anak Paling Banyak

Kasus ISPA di Rokan Hulu Meningkat saat Kabut Asap, Anak-anak Paling Banyak

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 08:52 WIB

×