Rezim Jokowi Rusak Peradaban? Erros Djarot Bongkar Borok Nepotisme dan Buzzer di Lingkar Kekuasaan

Dythia Novianty Suara.Com
Selasa, 23 September 2025 | 08:06 WIB
Rezim Jokowi Rusak Peradaban? Erros Djarot Bongkar Borok Nepotisme dan Buzzer di Lingkar Kekuasaan
Budayawan, seniman, dan politisi senior, Erros Djarot dalam podcast Abraham Samad SPEAK UP, Selasa (23/9/2025). [Tangkapan layar]
Baca 10 detik
  • Erros Djarot mengkritik keras pemerintahan Jokowi karena dianggap merusak sistem demokrasi dan meritokrasi
  • Ia menyoroti nepotisme, peran Gibran, dan penggunaan buzzer sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan
  • Erros menyerukan evaluasi total terhadap arah bangsa demi masa depan Indonesia

Suara.com - Erros Djarot, sutradara dan politikus Indonesia, kembali mengeluarkan pernyataan terkait kondisi politik nasional, khususnya mengenai arah kekuasaan di bawah Presiden Joko Widodo atau sapaan akrabnya Jokowi.

Erros menilai bahwa kerusakan sistemik di Indonesia dimulai sejak sepuluh tahun terakhir.

“Ketika peradaban itu dirusak oleh rezim ya, rezim Jokowi itu?,” ujar Erros dalam perbincangan dengan Abraham Samad pada akun YouTube Abraham Samad SPEAK UP, (21/9/2025).

Dia juga mempertanyakan runtuhnya nilai-nilai meritokrasi dan maraknya nepotisme di lingkar kekuasaan.

Salah satu sorotan Eros adalah kehadiran Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka dalam pusaran politik nasional.

Ia menilai bahwa keterlibatan Gibran dalam politik nasional yang dianggap bagian dari "poros Solo", merupakan bentuk penyalahgunaan kekuasaan yang merusak tatanan demokrasi dan sistem meritokrasi.

“Buat apa ditutupin ijazahnya si siapa? Gibran ya. Loh, kalau emang enggak-enggak penting gitu. Kan penting otaknya,” ucap Erros menyentil isu ijazah Gibran yang sempat menjadi kontroversi.

Erros menilai keterlibatan Gibran bukan hanya soal kapasitas, tapi juga soal etika politik yang kian diabaikan.

Lebih lanjut, Erros menyebut bahwa kerusakan sistem di Indonesia bukanlah hal kebetulan, melainkan akibat sistematis dari kekuasaan yang lebih mementingkan loyalitas dibanding kapasitas.

Baca Juga: PKB 'Sentil Jokowi' Soal Prabowo-Gibran 2 Periode: Ojo Kesusu, Jangan Azan Dulu!

“Nepotisme ordal-ordal kemudian kebohongan-kebohongan yang secara sistemik gitu ya,” tegasnya.

Ia juga menyoroti penggunaan buzzer dalam menopang kekuasaan selama satu dekade terakhir.

“Ini loh institusi yang mengerikan itu 10 tahun dilakukan ya rezimnya Jokowi ya menggunakan buzzer,” ungkapnya.

Namun, Erros optimistis bahwa kekuatan buzzer mulai mengalami kemunduran.

“Sekarang buzzer-buzzer nya mulai mulai kesulitan karena apa? Karena ada artificial intelligence,” jelasnya.

Dalam percakapan tersebut, politikus ini tidak hanya mengkritik, tapi juga menyerukan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap arah bangsa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI