Absennya PDIP di Kabinet Disebut Ada Strategi Prabowo di Baliknya, Lepas Bayang-bayang Jokowi?

Kamis, 18 September 2025 | 14:47 WIB
Absennya PDIP di Kabinet Disebut Ada Strategi Prabowo di Baliknya, Lepas Bayang-bayang Jokowi?
Kebersamaan Presiden Prabowo Subianto dan Jokowi. [Ist]
Baca 10 detik
  • Absennya PDIP di kabinet dinilai bagian dari strategi politik Prabowo untuk konsolidasi
  • Prabowo disebut ingin membangun kabinet solid tanpa bayang-bayang kekuasaan Jokowi
  • PDIP kemungkinan masih bisa kembali ke pemerintahan setelah loyalis Jokowi tersingkir sepenuhnya

Suara.com - Absennya perwakilan PDI Perjuangan (PDIP) dalam jajaran pemerintahan, usai Budi Gunawan diganti sebagai Menkopolkam dan Hendrar Prihadi dicopot sebagai Ketua LKPP, menjadi sorotan Analis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah. 

Menurut Dedi, situasi ini mengindikasikan adanya strategi politik yang sedang dijalankan oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

"Ada strategi politik yang mungkin sedang dijalankan," ujar Dedi saat dihubungi Suara.com, Kamis (18/9/2025).

Ia menjelaskan bahwa reshuffle kabinet kali ini kental dengan nuansa konsolidasi, terutama upaya Prabowo untuk membangun kabinet yang solid dan lepas dari bayang-bayang kekuasaan pihak lain, khususnya bayang-bayang Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Utamanya Prabowo berupaya membangun kabinet solid, tanpa ada bayang-bayang kekuasaan pihak lain, utamanya bayang-bayang Jokowi, memulai dengan menyingkirkan loyalis Jokowi dalam pergantian menteri," katanya.

Untuk menghindari respons Jokowi yang merepotkan, Dedi menduga bahwa PDIP sengaja disingkirkan sementara waktu dari kabinet. 

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan (ANTARA/Azmi Samsul Maarif)
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan (ANTARA/Azmi Samsul Maarif)

Namun, ia tidak menutup kemungkinan PDIP akan kembali masuk ke pemerintahan di kemudian hari.

"Dan, agar respon Jokowi tidak merepotkan, maka PDIP sengaja disingkirkan juga, bisa saja untuk sementara waktu," katanya. 

"Ke depan, masih terbuka peluang untuk kembali lakukan pergantian, dan begitu tokoh loyalis Jokowi atau Gibran sudah tidak ada lagi di kabinet, memungkinkan PDIP kembali masuk," sambungnya.

Baca Juga: Hari Tani Nasional 2025: Ketimpangan Agraria Jerat Petani, SPI Desak Pemerintah Bertindak!

Dedi menambahkan bahwa masih ada beberapa tokoh di kabinet saat ini yang layak untuk diganti, seperti Raja Juli Antoni dan Wahyu Sakti Trenggono. 

Ia menilai kedua tokoh ini selain kontroversial dan tidak produktif, juga memiliki kedekatan dengan Jokowi.

"Terlebih saat ini masih ada tokoh seperti Raja Juli dan Wahyu Sakti Trenggono yang layak diganti, selain kontroversial serta tidak produktif, dua tokoh itu juga dekat dengan Jokowi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI