PDIP Endus Siasat Jokowi di Balik Perintah Prabowo-Gibran 2 Periode: Mekanisme Penyelamatan Diri

Bangun Santoso

Selasa, 23 September 2025 | 13:12 WIB
PDIP Endus Siasat Jokowi di Balik Perintah Prabowo-Gibran 2 Periode: Mekanisme Penyelamatan Diri
Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira
baca 10 detik
  • PDIP, melalui Andreas Hugo Pareira, mencurigai perintah Jokowi kepada relawan untuk mendukung Prabowo-Gibran dua periode sebagai manuver politik yang terlalu dini dan dipaksakan
  • Partai tersebut menganalisis bahwa manuver ini merupakan sebuah "mekanisme penyelamatan" (escape mechanism) untuk menghadapi tekanan hukum terkait isu ijazah 
  • Kecurigaan PDIP didasarkan pada rekam jejak politik Jokowi pada Pilpres 2024

Suara.com - PDI Perjuangan (PDIP) secara tajam menyoroti manuver politik terbaru Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memerintahkan relawannya untuk mendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka hingga dua periode.

Partai banteng moncong putih itu mengendus adanya sebuah siasat besar yang sedang dimainkan, yang diduga kuat terkait dengan polemik ijazah yang kini menjerat Jokowi dan putranya.

Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, menyatakan bahwa arahan Jokowi yang terkesan terburu-buru itu bukanlah tanpa sebab. Menurutnya, ada sebuah "mekanisme penyelamatan" yang sedang coba dibangun oleh Jokowi untuk menghadapi badai hukum yang mengancam.

Pernyataan Jokowi yang menjadi pemicu reaksi keras ini disampaikan saat ia bertemu dengan kelompok relawannya di Solo. Mantan politisi PDIP itu dengan tegas memberikan komando politik jangka panjang.

“Sejak awal saya sampaikan seluruh relawan untuk itu. Ya memang sejak awal saya perintahkan seperti itu untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran dua periode,” ujar Jokowi di kediamannya di Sumber, Solo, Jumat (19/9/2025).

Bagi PDIP, pernyataan ini sangat janggal. Andreas menilai, pembicaraan soal dua periode atau Pilpres 2029 adalah hal yang terlalu dini, mengingat pemerintahan Prabowo-Gibran bahkan belum genap berjalan satu tahun.

"Pak Jokowi ini ya mungkin momen, ya pasti momennya, terlalu terlalu cepat ya. Juga kita perlu perhatikan gitu ee... apa sih sebenarnya latar belakang sehingga Pak Jokowi ini memaksakan menyampaikan itu terlalu cepat gitu kan," kata Andreas dalam tayangan program Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV, Senin (22/9/2025).

Andreas kemudian membeberkan analisis partainya. Menurutnya, manuver Jokowi ini tidak bisa dilepaskan dari situasi genting yang sedang dihadapinya.

Serangan hukum terkait keabsahan ijazah kini mengarah langsung kepada Jokowi dan juga Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

baca juga

Seperti diketahui, Gibran saat ini tengah menghadapi gugatan perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait ijazah setingkat SMA yang digunakannya saat mendaftar Pilpres 2024.

"Ya kan kita lihat gitu situasi saat ini gimana, ya serangan terhadap Pak Jokowi sendiri soal ijazah kemudian Gibran juga akhir-akhir dipersoalkan soal ijazahnya ya. Sehingga ini perlu ada apa mekanisme, escape mechanism gitu ya, mekanisme penyelamatan," tegas Andreas.

Kecurigaan PDIP ini bukan tanpa dasar. Andreas mengingatkan publik pada rekam jejak politik Jokowi menjelang Pilpres 2024. Kala itu, aturan konstitusi terkait batas usia calon wakil presiden secara kontroversial diubah oleh Mahkamah Konstitusi, yang akhirnya meloloskan Gibran untuk maju mendampingi Prabowo.

Bagi PDIP, ini adalah bukti kelihaian Jokowi dalam memainkan instrumen kekuasaan untuk mencapai tujuan politiknya.

"Artinya ini analisa ya, analisa kita terhadap apa yang dia sampaikan gitu, memaksakan cepat ini kan tentu ada ada latar belakangnya," kata Andreas.

"Kita tahu Pak Jokowi ini kan sangat apa ya, sangat cerdik dalam berpolitik dengan pengalaman kita di periode yang lalu. Kemudian dalam perjalanan sekarang bagaimana Pak Jokowi memainkan semua instrumen untuk sampai kepada anaknya itu jadi wakil presiden kan itu kita tahu gitu," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rezim Jokowi Rusak Peradaban? Erros Djarot Bongkar Borok Nepotisme dan Buzzer di Lingkar Kekuasaan

Rezim Jokowi Rusak Peradaban? Erros Djarot Bongkar Borok Nepotisme dan Buzzer di Lingkar Kekuasaan

News | Selasa, 23 September 2025 | 08:06 WIB

Viral! DPRD Gorontalo Mau Rampok Uang Negara? Cek LHKPN-nya, Bikin Melongo

Viral! DPRD Gorontalo Mau Rampok Uang Negara? Cek LHKPN-nya, Bikin Melongo

Video | Senin, 22 September 2025 | 18:05 WIB

PKB 'Sentil Jokowi' Soal Prabowo-Gibran 2 Periode: Ojo Kesusu, Jangan Azan Dulu!

PKB 'Sentil Jokowi' Soal Prabowo-Gibran 2 Periode: Ojo Kesusu, Jangan Azan Dulu!

News | Senin, 22 September 2025 | 18:55 WIB

Karma Instan! Usai Sesumbar Rampok Uang Negara, Wahyudin Moridu Kini Banting Setir Jualan Es Batu

Karma Instan! Usai Sesumbar Rampok Uang Negara, Wahyudin Moridu Kini Banting Setir Jualan Es Batu

News | Senin, 22 September 2025 | 18:11 WIB

Keraguan Publik Atas Keaslian Ijazah Jokowi Kian Membara Meski Bareskrim Menyatakan Asli

Keraguan Publik Atas Keaslian Ijazah Jokowi Kian Membara Meski Bareskrim Menyatakan Asli

News | Senin, 22 September 2025 | 18:08 WIB

Sebut Mau Rampok Uang Negara, Harta Wahyudin Moridu Tercatat Minus

Sebut Mau Rampok Uang Negara, Harta Wahyudin Moridu Tercatat Minus

Your Say | Senin, 22 September 2025 | 15:09 WIB

Said Didu Bongkar Sinyal Keras Jokowi ke Prabowo: Ancaman 'Paket Maut' dan Kunci Tiket 2 Periode

Said Didu Bongkar Sinyal Keras Jokowi ke Prabowo: Ancaman 'Paket Maut' dan Kunci Tiket 2 Periode

News | Senin, 22 September 2025 | 14:14 WIB

Terkini

Telan Biaya Rp35,9 Triliun! Alat Sadap Polri dan Inetelijen Ternyata Ada yang dari Israel

Telan Biaya Rp35,9 Triliun! Alat Sadap Polri dan Inetelijen Ternyata Ada yang dari Israel

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:12 WIB

Webtoon Ayah, Aku Tidak Mau Menikah: Ketika Salah Paham Jadi Komedi Terbaik

Webtoon Ayah, Aku Tidak Mau Menikah: Ketika Salah Paham Jadi Komedi Terbaik

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 11:00 WIB

Laba Operasi Toyota Melonjak 34 Persen Berkat Mobil Hybrid dan Efisiensi

Laba Operasi Toyota Melonjak 34 Persen Berkat Mobil Hybrid dan Efisiensi

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 10:54 WIB

Tak Punya Uang Lagi, WN Malaysia Bersenjata Rampok Warga di Batu Ampar Batam

Tak Punya Uang Lagi, WN Malaysia Bersenjata Rampok Warga di Batu Ampar Batam

Batam | Sabtu, 07 November 2026 | 10:54 WIB

Panik Kepergok Mesum di Bahu Jalan Tol, Guru Ponpes di Banten Nekat Tabrak 2 Polisi!

Panik Kepergok Mesum di Bahu Jalan Tol, Guru Ponpes di Banten Nekat Tabrak 2 Polisi!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:51 WIB

Wamen Ekraf Ajak Pelaku Usaha Kreatif RI Ekspansi ke Global, Tak Cuma Dalam Negeri

Wamen Ekraf Ajak Pelaku Usaha Kreatif RI Ekspansi ke Global, Tak Cuma Dalam Negeri

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 10:50 WIB

20,84 Juta Warga Terjangkau CKG, Pemprov Jateng Perkuat Layanan Lewat Program Speling

20,84 Juta Warga Terjangkau CKG, Pemprov Jateng Perkuat Layanan Lewat Program Speling

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:35 WIB

Anak dengan Down Syndrome dan Keluarga Ikuti Jalan Bersama, Serukan Pentingnya Lingkungan Inklusif

Anak dengan Down Syndrome dan Keluarga Ikuti Jalan Bersama, Serukan Pentingnya Lingkungan Inklusif

Health | Sabtu, 07 November 2026 | 10:35 WIB

Ditangkap, Bos Agen Travel Raup Keuntungan Rp350 Juta per Calon Jamaah Haji

Ditangkap, Bos Agen Travel Raup Keuntungan Rp350 Juta per Calon Jamaah Haji

Bali | Sabtu, 07 November 2026 | 10:32 WIB

Instansi Apa Saja yang Buka CPNS 2026? Ini Pernyataan Terbaru Pemerintah

Instansi Apa Saja yang Buka CPNS 2026? Ini Pernyataan Terbaru Pemerintah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:31 WIB

×